Kisah Sopir Bus Sangar Hidupi Madrasah dari Jalanan

Lifestyle | Minggu, 4 Februari 2018 21:39
Kisah Sopir Bus Sangar Hidupi Madrasah dari Jalanan

Reporter : Puri Yuanita

"Saya memang hidup di jalan. Banyak menghadapi preman".

Dream - Hari masih remang-remang tanah saat bus malam 'Rasa Sayang' dari Mataram tiba di Terminal Dara, Bima, Nusa Tenggara Barat. Wajah-wajah kuyu bermunculan, menggambarkan lelah usai menempuh perjalanan 460 kilometer selama 10 jam.

Di balik pintu kemudi, turun seorang lelaki. Perawakannya tinggi besar, rambut gondrong dan wajah tegas. Seuntas syal merah melingkar di leher. Topi pet menempel di kepala. Sorot matanya masih tajam.

Pria yang penampilannya bikin nyali orang ciut itu adalah Muhammad Saleh Yusuf atau kerap disapa Bang Alan, si sopir bus. Subuh itu tugasnya selesai. Ia kembali ke kosan yang tak jauh dari terminal.

Tak cukup waktu buat pulang ke rumah, jaraknya makan waktu banyak. Paling dua pekan sekali bisa balik ke kampung. Di kamar kos, tidurnya pun tak bisa berlama-lama. Sebelum ba'da Ashar, ia kembali ke terminal, narik lagi. Begitu saban hari.

Di balik wajah sangar Bang Alan--banyak yang mengira dia preman--dan kerasnya pekerjaan dengan upah tak seberapa itu, ternyata menyimpan kisah hidup sangat inspiratif.

Ya, di tengah kondisi ekonomi serba terbatas. Ia tetap gigih memperjuangkan pendidikan anak-anak kurang mampu.

 alan

Muhammad Saleh Yusuf (Foto: iwanwe.blogspot.co.id)

 

2 dari 4 halaman
Terkait
Komentar
Beri Komentar
Ibu Negara Iriana Memperingati Hari Kartini di Solo
Join Dream.co.id
Deretan Artis yang Diprediksi Gagal Masuk DPR