Kecantikan Putri Mandalika di Busana Muslim Irna Mutiara

Lifestyle | Senin, 24 Februari 2020 19:44
Kecantikan Putri Mandalika di Busana Muslim Irna Mutiara

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Irna mengangkat cerita rakyat Suku Sasak di Pulau Lombok, Putri Mandalika.

Dream - Irna Mutiara menutup gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 dengan mempersembahan karya fashion etnik bertajuk 'Mandalika'.

Desainer berusia 50 tahun itu memboyong koleksi yang dirancang dari kain khas Nusa Tenggara Barat (NTB). Irna memadukan sejumlah unsur budaya dari NTB.

 Irna Mutiara© Dream

Foto: Kemal/Dream

" NTB punya berbagai jenis tenun yang dikerjakan oleh pengrajin berbeda di setiap daerahnya. Ada Pulau Lombok dan Sumbawa yang terdiri dari tiga suku berbeda," kata Irna Mutiara di MUFFEST, Jakarta, Minggu 23 Februari 2020.

Pertunjukan karya busana Irna Mutiara dikemas dengan indah. Irna tampil memakai ilustrasi siluet saat matahari tenggelam sebagai latar belakang parade busana.

 Irna Mutiara© Dream

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Ilustrasi tersebut mengangkat kisah Mandalika, seorang putri yang dikenal berparas jelita. Banyak pemuda termasuk para pangeran yang jatuh cinta kepada sang putri.

Mereka semua ingin mempersunting Mandalika. Tak ingin ada perpecahan, ia pun menjatuhkan diri ke laut dan hilang ditelan ombak.

2 dari 6 halaman

Hadirkan Tamu yang Tidak Biasa

Irna Mutiara memboyong koleksi dari lini Irna La Perle Heritage. Berbeda dari biasanya, busana terlihat lebih lembut dan feminin tanpa mengurangi kesan etnik.

 Irna Mutiara© Dream

Foto: Kemal/Dream

Koleksi hadir dalam bentuk gamis, tunik, rok dan outer bersiluet lebar. Padu padan warna peach, baby pink dan baby blue membuat busana semakin elegan.

Irna turut mengundang tamu spesial sebagai muse. Mereka adalah Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan anggota komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina.

 Irna Mutiara© Dream

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Irna Mutiara mengisi panggung kolaborasi Closing Ceremony MUFFEST 2020 bersama Itang Yunasz, Hannie Hananto dan Ivan Gunawan. Mereka menampilkan karya fashion muslim sarat makna dengan rancangan yang sustainable.

 MUFFEST 2020© Dream

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

MUFFEST menjadi tempat pilihan bagi para pecinta fashion untuk berburu dan berbelanja baju muslim, hijab maupun aksesoris yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada 20-23 Februari 2020.

3 dari 6 halaman

Louvre, Kemegahan Seni dan Zero Waste dari Nuniek Mawardi

Dream - Nuniek Mawardi menutup panggung kolaborasi UBS Gold di gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. Ia mengusung tema besar #BeliinEmasDonk bersama ketiga desainer lainnya.

Inspirasi datang dari museum bersejarah di Perancis, Louvre yang memiliki galeri Islamic Art. Ia memperlihatkan kemegahan arsitektur berbentuk permadani terbang dari bahan dasar contemporary glass triangle.

 Nuniek Mawardi© Dream

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Dalam koleksi bertajuk 'Louvre', pendiri sekolah fashion Islamic Fashion Institute (IFI) itu  menerapkan konsep rancangan zero waste. Ia melipat kain segi empat menjadi dua bagian dan menghasilkan segitiga yang menyerupai bentuk struktural fluid.

" Saya membawa karya yang glam namun tetap sustainable karena potongan itu dibuat menjadi bentuk persegi dan segitiga dengan detail origami yang zero waste," tutur Nuniek di MUFFEST, Jakarta, Minggu 23 Februari 2020.

 Nuniek Mawardi© Dream

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

4 dari 6 halaman

Lebih Glamor

Konsep zero waste itu berhasil memberikan desain yang multifungsi. Koleksi terdiri dari outer, long dress, blouse dan skirt bernuansa glamor elegan.

Semakin ramah lingkungan, koleksi dibuat menggunakan bahan silk, katun, foal, linen, silk organdi dan lace.

Nuniek Mawardi juga mengeksploitasi teknik yang digunakan dalam koleksinya kali ini yaitu smock, tuck, pleats, quilting dan beading untuk memberikan tekstur dan meningkatkan nilai material yang digunakan.

 Nuniek Mawardi© Dream

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Keindahan Islamic Art diperlihatkan lewat padu padan motif geometri flower dan metallic shades.

Palet warnanya terasa lembut dengan kombinasi gold, rose gold, cream, creamy off white dan biru.

Lulusan Teknik Industri Universitas Pasundan itu juga mencoba keluar dari zona nyaman dengan membuat koleksi lebih glam.

" Biasanya down to earth, memakai material sisa dengan warna cenderung natural. Tapi karena berkokaborasi dengan UBS Gold harus disesuaikan gayanya," jelas Nuniek.

 Nuniek Mawardi© Dream

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Koleksi terasa makin romantis dengan padu padan topi dan headpiece khas Eropa kuno. Siluet A-line dan oversize dengan unsur utilitarian value, feminine dan glam menjadi pilihan yang diterapkan pada koleksi ini. Aksesori UBS Gold selaras digunakan untuk menambah kesan glamor.

5 dari 6 halaman

Aksen Bordir Tasikmalaya di Busana Muslim Olla Ramlan x Aneuku

Dream - Sejak berhijab, Olla Ramlan semakin giat menekuni fashion muslim. Hal ini kembali ia buktikan lewat gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020.

Di perhelatan ini, Olla Ramlan berkolaborasi dengan brand busana muslim Aneuku. Mereka menampilkan enam koleksi busana muslim bertema 'Urban Chic'.

Kolaborasi ini merupakan perkawinan dari dua DNA berbeda, yaitu gaya fashion Olla Ramlan dan Neng Ane Husnu Diniah selaku owner dan desainer Aneuku.

" Koleksi kali ini mewakili style masing-masing. Style Olla kan dominan polos dan simpel, kita padukan dengan style Aneuku yang lebih sedikit elegan," ujar Ane di arena MUFFEST, Jakarta, Jumat 21 Februari 2020.

 Olla Ramlan x Aneuku© Dream

Ciri khas outfit Olla Ramlan yang didominasi oleh gaya simple minimalist diberi twist dengan permainan motif stripes dan kotak-kotak. Kakak Cynthia Ramlan ini juga bereksperimen memakai sesuatu yang berbeda dari biasanya.

 Olla Ramlan x Aneuku© Dream

" Kata Olla, agar lebih on kita coba padukan bahan dan pattern dengan aksen bordir," ungkap Ane.

6 dari 6 halaman

Dukung Pengrajin Lokal

Tema 'Urban Chic' mencerminkan gaya berpakaian Olla yang sangat modern, stylish dan kekinian. Namun artis 40 tahun itu tidak lupa dengan para pengrajin lokal yang berperan penting bagi industri fashion.

 Olla Ramlan x Aneuku© Dream

Di koleksi kali ini, Olla dan Ane turut menggandeng para pengrajin bordir dari Tasikmalaya. Bordir bernuansa floral itu dibuat menggunakan tangan tanpa bantuan mesin.

 Olla Ramlan x Aneuku© Dream

Prosesnya cukup lama. Dalam sehari, para pengrajin hanya bisa menghasilkan tiga buah pakaian. Terlihat dari detail bordir yang sangat tegas dan berpadu apik dengan motif minimalis.

" Kualitas bordirnya kami minta untuk ditingkatkan, tapi alhamdulillah upah yang mereka terima katanya sangat membantu. Semoga tidak hanya memenuhi kebutuhan fashion tapi juga membantu pengrajin di Tasikmalaya," kata Ane.

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id