Karya Memukau Siswi Bunka School of Fashion di JFW 2020

Lifestyle | Senin, 28 Oktober 2019 18:48
Karya Memukau Siswi Bunka School of Fashion di JFW 2020

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Dari couture dress sampai baju zaman kerajaan kuno.

Dream - Bunka School of Fashion turut unjuk gigi di gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2020. Tujuh desainer muda berpartisipasi menampilkan koleksi dari tema besar 'Epitome'.

" Epitome berarti karakter yang berbeda. Setiap desainer mengeksplorasi imajinasi mereka, membuat baju dari hati dan menghasilkan koleksi luar biasa dengan finishing touch yang berbeda-beda," ujar Jessica, perwakilan dari Bunka School of Fashion di JFW 2020, Senayan City, Jakarta, Minggu 27 Oktober 2019.

 Bunka

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Audrey Clementine membuka pertunjukan dengan koleksi busana yang terinspirasi dari film 'Clueless'. Ragam busana motif plaid yang dipakai oleh karakter tokoh Cher, Dionne dan Tai Frasier diterapkan pada koleksi ini.

Ijing menyusul dengan koleksi 'Chinoiserie Chic' yang membawa penonton kembali ke zaman kerajaan Tiongkok. Busana khas permaisuri dirancang lebih modern tanpa meninggalkan sisi elegan dari aksen bordir dan aksesori etnik.

 Bunka

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

2 dari 4 halaman

Tampilkan Frida Kahlo

Pelukis legendaris asal Meksiko, Frida Kahlo menginspirasi koleksi 'Eclectic' karya Ina dan Marcella. Kolaborasi mereka menghasilkan gaun klasik berornamen bunga.

" Frida memiliki banyak sisi dalam kehidupannya, tapi kita mengambil sisi kehangatan dan keceriannya meski memiliki kesedihan dan kesengsaraan," ujar Ina.

 Bunka

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Warna putih dipakai untuk melambangkan keanggunan Frida, nude untuk menunjukan kenyaman Frida terhadap dirinya, hitam dan merah simbol keberanian, serta hijau dan ornamen bunga melambangkan sosok Frida yang dekat dengan alam.

 Bunka

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Selanjutnya ada koleksi 'Notte Del Mistero' dari Benedicta Liem yang terinspirasi dari Carnival Venezia, salah satu karnaval paling meriah di dunia. Ornamen tajam melambangkan sisi aristrokrasi di Eropa zaman dulu.

3 dari 4 halaman

Busana Couture yang Memikat

Koleksi disusul oleh 'Chinese Warrior' karya Joe Aries Farah. Ia bermain dengan busana couture yang terinspirasi dari karakter Mulan.

" Sosok Mulan penuh dengan kegigihan dan semangat di mana pada zaman dulu, wanita tidak bisa melakukan pekerjaan laki-laki," kata Joe.

 Bunka

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Karakter Mulan diwujudkan dalam nuansa tembaga dan emas, warna yang biasa dipakai oleh para prajurit. Ia juga menambah detail burung sebagai simbol pengharapan dan ornamen tali yang bermakna Mulan terikat dengan masa lalunya sebagai perempuan.

Tak mau kalah, Anjanette Marvella Sutjiadi meluncurkan dua koleksi bertajuk 'Liberte' dan 'Qarte'. Desain keduanya terasa sangat kontras.

 Bunka

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

'Liberte' terdiri dari koleksi serba denim yang melambangkan kebebasan. " Saya pakai bahan jeans dengan warna putih dan biru. Seperti yang kita tahu, jins bisa bebas dikreasikan ketika dipakai," tutur Anjanette.

4 dari 4 halaman

Koleksi Pamungkas

Anjanette menutup pertunjukan dengan koleksi 'Qarte' yang menawan. Aneka couture dress yang spektakuler sukses menyita perhatian penonton.

 Bunka

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Ia tidak main-main ketika berurusan dengan busana couture. Busana dilengkapi dengan aksesori headpiece 3D dan detail extravagant yang terdapat di sekujur busana.

Tak hanya gaun pengantin putih, Anjanette mengeluarkan gaun hitam ala Black Swan dan batik yang diolah secara apik menyerupai bentuk ekor merak.

 Bunka

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id