Kontroversi `Jilbab Halal`, Penjualan Zoya Meroket

Lifestyle | Rabu, 10 Februari 2016 14:45
Kontroversi `Jilbab Halal`, Penjualan Zoya Meroket

Reporter : Ratih Wulan

"Ada kenaikan signifikan, sekitar dua digit dalam jangka satu bulan terakhir,"

Dream - Belum lama ini publik dihebohkan terkait promo kerudung halal. Isu tersebut pun menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah pihak pun menyudutkan Zoya dan Mezora.

Seperti diketahui Zoya merupakan pihak yang mengeluarkan sertifikat halal untuk produk hijab dan busana mereka.

Sales General Manager PT Shafco, Chandra Rahmad mengatakan isu tersebut diakui telah mempengaruhi penjualan produk-produk Zoya.

" Ada peningkatan luar biasa, walaupun itu bukan tujuan kami ya. Ada kenaikan signifikan, sekitar dua digit dalam jangka satu bulan terakhir," katanya.

Chandra menegaskan pihak Zoya telah melayangkan permohonan maaf terkait iklan promosi kerudung halal.  Permohonan ini diharapkan bisa meredakan keresahan banyak pihak. 

Sigit Endroyono, direktur kreatif PT Shafco, menambahkan perusahaan sebetulnya pada hanya berniat untuk membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dalam berbusana. Upaya ini juga bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai halal-haram kain yang digunakan untuk membuat pakaian.

" Sebagai penjual kita bertanggung jawab terhadap keamanan pelanggan. Serta berupaya memenuhi hak pelanggan dalam memastikan kehalalan pakaian dan kerudung yang mereka beli," ungkapnya.

Sigit juga memastikan iklan dan materi-materi yang meresahkan masyarakat telah ditarik peredarannya. Bahkan, Zoya yang pertama kali mengeluarkan iklan ini akan segera mengeluarkan pernyataan maaf secara resmi di media sosial.

" Kalau di Instagram telah kami tarik, Kalau iklan bilboard yang kontroversial itu hanya ada satu di Purwokerto Jawa Tengah tapi juga telah di tarik. Kecuali di majalah yang sudah tayang kita tidak bisa dikendalikan," tutup Sigit.

Join Dream.co.id