Elon Musk Sindir Bos Apple Jual Kain Lap Rp270 Ribu

Techno | Selasa, 26 Oktober 2021 18:13

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Yap, sebuah harga yang fantastis untuk selembar kain lap.

Dream – CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, memang dikenal kerap melontarkan cuitan-cuitan sarkasme di media sosial khususnya Twitter. Kali ini, sasarannya jatuh kepada CEO Apple, Tim Cook.

Hal ini terjadi saat peluncuran toko baru Apple di kota Istanbul, Turki yang diunggah oleh Tim.

Dikutip dari Livemint, Selasa 26 Oktober 2021, pada Jumat lalu, Tim mengumumkan pembukaan toko baru di Istanbul melalui Twitter yang memperkenalkan toko barunya di Istanbul, Turki, yaitu Apple Bagdat Caddesi.,

“ Kami senang menjadi bagian dari komunitas yang dinamis dan kami tidak sabar untuk menyambut pelanggan di ruang baru yang spektakuler ini,” cuit Tim.

 

Elon Musk Sindir Bos Apple Jual Kain Lap Rp270 Ribu
Elon Musk Menyindir Bos Apple Di Twitter.
2 dari 5 halaman

Reaksi Elon Musk

Elon Musk pun menanggapi cuitan tersebut dengan mengatakan, “ kunjungi toko untuk melihat salah satu penawaran terbaru Apple”. Penawaran yang dimaksud adalah Apple Cloth seharga US$19 atau sekitar Rp270 ribu.

Seperti yang diketahui, baru-baru ini Apple merilis kain lap yang daftarkan sebagai Polishing Cloth. Terbuat dari bahan non-abrasif, kain ini dapat dibeli di India seharga Rp270 ribu. Yap, sebuah harga yang fantastis untuk selembar kain lap.

Meski handuk microfiber ini memiliki logo Apple, belum jelas bagaimana Apple Polishing Cloth berbeda dari kain lap pada umumnya yang dijual lebih murah daripada harga yang ditawarkan perusahaan raksasa itu.

Cuitan Elon mengenai kain lap tersebut langsung menjadi perbincangan warga Twitter yang mengatakan bahwa dirinya secara terang-terangan menyindir Apple.

Laporan: Elyzabeth Yulivia 

3 dari 5 halaman

Elon Musk Kesentrum Tesla, Kekayaan Terbakar Rp 387 Triliun

Dream – Kekayaan Bos Tesla Elon Musk mencetak rekor rentetan akumulasi penurunan tercepat dalam sejarah pada tahun 2020. Melonjak di tahun lalu secara mengejutkan, harta kekayaan Elon Musk terjun bebas di awal 2021.

Dikutip dari Business insider yang melansir dari Bloomberg, setidaknya Elon Musk kehilangan US$ 27 miliar atau setara dengan Rp 387,7 Triliun. Hal itu disebabkan saham produsen mobil tersebut merosot jauh menyusul aksi jual saham investor.

 

 Elon Musk Kesentrum Tesla, Kekayaan Terbakar Rp 387 Triliun© Dream

 

Saham Tesla jatuh lebih dari 16 persen pada Minggu 1 Maret 2021 kemarin. Tentu saja hal itu merusak keberhasilan Musk dan menjadikannya turun posisi dari peringkat orang terkaya di dunia.

Padahal dengan kekayaan Rp 2.250,4 triliun yang dimiliki Musk di tahun lalu telah membuatnya menjadi orang terkaya di dunia mengungguli Jeff Bezos.

Meski terperosok dalam, masih ada keberuntungan yang menaungi Elon Musk. Kerugian aakibat turunnya saham Tesla masih bisa ditopang oleh kuntungan lanjutan untuk SpaceX.

4 dari 5 halaman

Meskipun mengalami kerugian, Musk masih menempati posisi orang terkaya kedua di dunia. Selisih kekayaannya dengan Jeff Bezos yang berada di puncak semakin menjauh hingga US$ 20 miliar.

Sebelumnya, kekayaan Musk naik tajam pada tahun lalu setelah harga saham Tesla naik 743 persen. Januari 2021, dia mendepak posisi Bezos dari daftar puncak setelah harta miliknya menembus 210 miliar dollar AS.

Baru-baru ini harga-harga saham di Nasdaq, termasuk Tesla mulai berguguran karena valuasinya kelewat premium. Bahkan investor kini mulai beralih dari saham-saham teknologi ke saham perusahaan yang akan pulih setelah pandemi.

Selain anjloknya harga saham Tesla, penyebab lain penurunan kekayaan Musk juga disebabkan oleh pengumuman investasi Bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS pada bulan lalu. Ketika Musk menyatakan harga Bitcoin terlalu mahal, harga mata uang kripto dan Tesla turun hingga membuat kekayaannya turun 15 miliar dollar AS dalam kurun waktu dua minggu saja.

5 dari 5 halaman

Namun ternyata Tesla bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mengalami kerugian setelah meraih keuntungan. Starup Cina Nio bahkan mengalami penurunan sekitar 40 persen dari level tertinggi bulan Februari, dengan pesaingnya seperti XPeng dan Li Auto turun dalam jumlah yang sama.

Dan Ives, seorang analis di Webdush Securities mengatakan penurunan baru-baru ini mewakili keterpurukan namun belum mencapai puncaknya.

“ Bulan lalu kami telah menyaksikan aksi jual pada nama EV di seluruh papan karena perdagangan risk-off ditambah dengan beberapa pemotongan penjualan yang terlihat di China selama bulan Januari telah memicu beberapa investor untuk beralih dalam waktu dekat,” ucapnya.

Join Dream.co.id