Wow! Limbah Industri Fashion Senilai Rp7,1 Triliun

Lifestyle | Senin, 19 Agustus 2019 10:36
Wow! Limbah Industri Fashion Senilai Rp7,1 Triliun

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Selain mengolah limbah mode jadi produk baru, rawatlah pakaian agar dapat digunakan selama mungkin.

Dream - Saat ini kita tengah memasuki era fast fashionPerkembangan mode terjadi begitu pesat. Desainer dan perusahaan garmen tak henti-hentinya meluncurkan tren terbaru.

Terlepas dari kemajuan yang ada, industri mode menjadi salah satu pencemar terbesar bagi lingkungan. Menurut data dari Ellen MacArthur Foundation, limbah bisnis busana di dunia mencapai US$500 miliar per tahun atau setara Rp7,1 triliun.

" Limbah industri mode sangat banyak. Pertama dari kain perca, 15 persennya terbuang saat pemotongan. Ditambah 1,5 juta ton serat sintesis yang terbuang ke laut setiap tahun, semua itu dapat merusak ekosistem," papar Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care PT Sayap Mas Utama (Wings Group) di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Konsep fashion ramah lingkungan pada akhirnya mulai diterapkan. Seperti merubah baju bekas menjadi baju baru (upcycling), mengolah kain perca menjadi produk kreatif dan menjaga kualitas baju agar awet dipakai.

Mengusung tema 'Be Sustainable, Be Fashionable', So Klin dan sekolah mode ESMOD Jakarta menyuarakan kampenye fashion berkelanjutan di gelaran Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2019.

 So Klin

Pengunjung diajak mengikuti workshop mengolah pakaian bekas menjadi layak pakai kembali. Selain itu, ESMOD Jakarta juga meluncurkan koleksi sustainable fashion yang terbuat dari pakaian bekas.

 So Klin

Masyarakat juga bisa mendonasikan pakaian bekas layak pakai ke komunitas Sadari Sedari. Nantinya, pakaian akan dijual kembali dan dana penjualan digunakan untuk membantu pendidikan anak-anak Indonesia.

2 dari 6 halaman

Perawatan Sustainable Fashion

Pada kesempatan tersebut, So Klin juga meluncurkan seri terbaru White & Bright yang menjaga warna pakaian agar tetap cemerlang seperti baru walaupun sudah dicuci berulang kali.

 So Klin

Berbicara tentang sustainable fashion, salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana merawat pakaian agar dapat digunakan seawet mungkin.

" Rendam cucian di air dingin dan setrika dalam kondisi terbalik. Selain itu, pakai detergen yang tidak merusak serat kain, sehingga warnanya juga tetap terjaga dan bisa dipakai lebih lama," pungkas Joanna.

3 dari 6 halaman

Sustainable Fashion Mulai Nge-Tren di Indonesia

Dream - Beberapa tahun terakhir, istilah sustainable fashion mulai digaungkan di Indonesia. Namun, istilah yang dipakai untuk produksi fashion ramah lingkungan ini belum sepenuhnya dilakukan.

Hingga kini, desainer Indonesia masih terus berusaha melakukannya sedikit demi sedikit.

" Menurut saya, sudah mulai mengarah ke sustainable fashion. Terutama desainer muda,” ujar Lenni Tedja, Director Jakarta Fashion Week (JFW) di Senayan, Jakarta Selatan, kemarin. 

Yang masih menjadi kendala adalah tanggung jawab keseluruhan proses produksi fashionnya.

" Tahun lalu kita sudah start dengan sustainability, tapi of course masih jauh dari pertanggungjawaban dari awal sampai akhir. Masih terlalu berat. Even Stella McCartney saja masih diprotes, susah, sih”.

4 dari 6 halaman

Sudah Banyak Diterapkan

Beberapa desainer lokal mulai menerapkan sustainable fashion dengan mengolah limbah, membuat pola yang tidak membuang terlalu banyak kain dan memakai pewarna alam.

“ Sudah dilakukan beberapa fase. Misalnya mengolah limbah dan memakai pewarna alam. Tapi at least kita sudah memulai sesuai dengan kapasitas dan situasi,” jelasnya.

Ia mengaku bahwa sekitar lebih dari 50 persen desainer binaan JFW sudah menerapkan hal tersebut.

 Fashion Link

Bukan hanya desainernya, beberapa millenials juga mulai menerapkan hal tersebut.

“ Kesadarannya meningkat terhadap sustainable fashion, terutama pada generasi muda. Mulai dari hal kecil seperti menggunakan straw dan mengurangi konsumsi plastik. Mereka sangat concern dan gaung mereka di media sosial juga lebih kuat which is a good thing,” tambahnya.

Selain itu, generasi muda juga mulai beralih dari fast fashion. " Ada kecenderungan mereka nggak mau membeli fast fashion. Memang belum semua, tapi sudah mulai," tutupnya.

5 dari 6 halaman

Fashion Berkelas dari Kulit Jeruk dan Daun Nanas

Dream - Di balik karya cantik, harus diakui dunia fashion menjadi salah satu industri penyumbang polusi terbesar di dunia. Tak heran jika kampanye sustainable fashion atau fashion berkelanjutan semakin digencarkan.

Menyambut tren Spring/Summer 2019, H&M kembali melanjutkan inovasi fashion ramah lingkungan lewat koleksi Conscious Exclusive. Jika sebelumnya mengusung bahan Econyl, kali ini ada 3 bahan tak terduga yang disulap menjadi fashion item berkelas.

" Di tahun ke-8 ini, H&M Conscious Exclusive meluncurkan 28 article bertema bohemian yang memakai bahan dasar ampas jeruk, daun nanas dan buih algae," tutur Cindy Joanna, H&M Showroom Responsible di Jakarta, Kamis 4 April 2019.

Orange Fiber terbuat dari 2,3 kilogram limbah kulit jeruk yang menghasilkan bahan pakaian menyerupai silk. Teksturnya sangat lembut dan tipis sehingga cocok digunakan di cuaca negara tropis.

 H&M

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Tak kalah unik, ada juga Pinatex yang terbuat dari serat selulosa daun nanas. Setiap 16 kilogram limbah tersebut disulap menjadi satu buah leather jacket bernuansa metalik. Kualitasnya tak kalah dengan bahan kulit hewan.

 H&M

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

" Ada juga Bloom Foam atau buih algae yang sifatnya merusak lingkungan. Kami memanfaatnya sebagai insole sandal sekaligus membersihkan 112,5 liter air laut," ujarnya.

 H&M

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Koleksi H&M Conscious Exclusive akan tersedia di store H&M Grand Indonesia pada 11 April mendatang dengan rentang harga Rp350 ribu - Rp3 juta.

6 dari 6 halaman

Harga Lebih Terjangkau

Selain H&M Conscious Exclusive, ada juga koleksi H&M Conscious yang bisa Sahabat Dream temukan di seluruh store H&M Indonesia.

Dibanderol dengan harga lebih terjangkau, koleksinya tak kalah eco-friendly dari H&M Concscious Exclusive.

" Khusus yang ini tersedia di semua toko dengan bahan dasar tencil, polyester dan katun yang seluruhnya organnik dari harga Rp350 ribu - Rp60 ribu," kata Cindy.

 H&M

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Mengusung tema bohemian, koleksi terdiri dari berbagai macam summer dress dan atasan bersiluet loose dengan aksen ruffle, v-neck dan off shoulder.

Nuansa earth tone dari warna beige, cokelat, mustard dan putih memberi sentuhan klasik nan elegan pada koleksi kali ini.

 H&M

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Sahabat Dream juga bisa menemukan aksesori ramah lingkungan seperti anting dan sunglasses yang terbuat dari limbah plastik.

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id