Direktur WHO Ungkap Terjadi Lagi Gelombang Baru Covid-19

Fresh | Rabu, 13 Juli 2022 13:24

Reporter : Mutia Nugraheni

Ia khawatir jumlah kasus terus meningkat, memberikan tekanan lebih lanjut pada sistem kesehatan dan pekerja.

Dream - Jumlah kasus Covid-19 di beberapa negara naik secara signifikan. Hal tersebut menunjukkan pandemi belum berakhir. Direktur World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatka hal tersebut. Ia khawatir jumlah kasus terus meningkat, memberikan tekanan lebih lanjut pada sistem kesehatan dan pekerja.

" Gelombang baru virus menunjukkan lagi bahwa Covid-19 belum berakhir. Ketika virus mendorong kita, kita harus mendorong kembali," kata Tedros dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari Channel News Asia.

" Virus ini berjalan bebas dan negara-negara tidak efektif mengelola beban penyakit berdasarkan kapasitasnya, baik dari segi rawat inap untuk kasus akut maupun peningkatan jumlah orang dengan kondisi pasca COVID, yang sering disebut sebagai long COVID,” ujarnya.

 

Direktur WHO Ungkap Terjadi Lagi Gelombang Baru Covid-19
Direktur World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus/ Foto: Instagram Tedros
2 dari 5 halaman

Ia juga kembali menekankan, ketika penularan Covid-19 dan rawat inap meningkat, pemerintah juga harus menerapkan langkah-langkah yang telah dicoba dan diuji seperti masker, peningkatan ventilasi, dan protokol pengujian dan perawatan.

Komite darurat WHO untuk Covid-19 melakukan pertemua beberapa hari lalu melalui konferensi video dan memutuskan bahwa pandemi tetap menjadi dan statusnya tetap Public Health Emergency of International Concern- alarm tertinggi yang dapat dibunyikan WHO.

 

3 dari 5 halaman

Direktur kedaruratan WHO, Michael Ryan mengatakan pada pertemuan itu kasus Covid-19 global yang dilaporkan ke WHO meningkat 30 persen dalam dua minggu terakhir. Sebagian besar didorong oleh sub-varian Omicron BA.4, BA.5 dan dan pencabutan kebijakan kesehatan masyarakat. Ryan mengatakan perubahan baru-baru ini dalam kebijakan pengujian menghambat deteksi kasus dan pemantauan evolusi virus.

" Ini menghambat penilaian varian virus yang saat ini beredar dan muncul," kata Ryan, yang menekankan pada ketidakmampuan untuk menafsirkan tren penularan.

Komite mengatakan lintasan evolusi virus dan karakteristik varian yang muncul tetap tidak pasti dan tidak dapat diprediksi. Hal ini karena tidak adanya langkah-langkah untuk mengurangi penularan dan bisa meningkatkan kemungkinan varian baru yang lebih baru muncul, dengan tingkat penularan dan kekebalan.

4 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 RI Naik Lagi, Satgas Minta Masyarakat dan Pemda Waspada

Dream - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat dalam tiga pekan terakhir. Untuk itu, Satgas Covid-19 mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada.

" Meskipun angkanya terbilang belum signifikan, namun sudah seharusnya kita belajar dari kenaikan kasus pada gelombang Covid-19 yang telah kita alami bersama. Harus diwaspadai adanya kenaikan dalam jumlah yang sekecil apapun,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan resminya dikutip, Kamis 9 Juni 2022.

Ia meminta para gubernur, bupati, wali kota, segera memantau dan memitigasi kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi. Segera evaluasi kebijakan dan peraturan yang berlaku apabila diperlukan.

5 dari 5 halaman

Sementara kepada masyarakat yang sedang euforia karena aktivitas kembali normal, agar tidak lengah. Masyarakat harus tetap disiplin memakai masker dan rajin mencuci tangan.

Masyarakat juga diminta segera beristirahat di rumah dan periksakan diri ke dokter apabila kurang sehat maupun mengalami gejala Covid-19.

Bagi masyarakat yang belum vaksinasi, diharapkan segera mendapatkan dosis ketiga untuk semakin meningkatkan kekebalan komunitas.

" Virus masih ada di sekitar kita. Ingat, protokol kesehatan adalah kunci keberhasilan di masa pemulihan ekonomi dan aktivitas masyarakat ini," pungkas Wiku.

Wiku menjelaskan, dari grafik data per 5 Juni 2022 secara nasional, menunjukkan terjadi kenaikan kasus positif mingguan, bertambah 571 atau 31 persen dibandingkan pada 22 Mei 2022. Yaitu dari 1.814 menjadi 2.385 kasus mingguan.

Hal yang sama terjadi pada kasus aktif harian, kenaikannya bertambah 328 kasus atau 10 persen dibandingkan 2 Juni 2022. Dari 3.105 menjadi 3.433 kasus aktif harian.

Meski begitu, katanya, kenaikan kasus positif dan aktif tidak diikuti peningkatan tren keterisian tempat tidur (BOR) isolasi harian di rumah sakit yang masih stagnan. Tren kematian mingguan juga terus menunjukkan penurunan.

IaBila melihat perkembangan tingkat provinsi, ada 5 provinsi menjadi penyumbang tertinggi kenaikan kasus aktif pada minggu terakhir.

Antara lain, DKI Jakarta naik 30 persen, Banten naik 38 persen, Jawa Barat naik 18 persen, DI Yogyakarta naik 45 persen, dan Jawa Timur naik 37 persen.

Join Dream.co.id