Dari Prokes hingga Pakaian, Siapkan Hal ini saat Anak Kembali Belajar di Sekolah agar Terhindar dari Omicron

Lifestyle | Senin, 24 Januari 2022 19:20

Reporter : Jeffreydien Winanda

SoKlin Antisep yang teruji secara klinis mampu membunuh 99,99% virus Corona yang menempel di pakaian.

Memasuki tahun ketiga pandemi COVID-19, sebagian besar aktivitas masih harus dilakukan di rumah atau daring. Namun semaksimal apapun pemberlakuan aktivitas daring, tetap saja terasa masih ada yang kurang jika dibandingkan dengan kegiatan tatap muka, tak terkecuali di sektor pendidikan.

Oleh sebab itu, pemerintah melalui SKB 4 Menteri 2022 mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun ini. Tentu saja pembelajaran tatap muka terbatas ini harus dilakukan dengan kewaspadaan penuh mengingat varian Omicron dari virus Corona masih mengintai.

Kembali melakukan aktivitas belajar di sekolah tentu membuat para ibu was-was dengan kesehatan si kecil. Memberikan perlindungan secara maksimal sangat diperlukan untuk menjaga kesehatannya. Selain masker dan hand sanitizer, pakaian juga menjadi kulit kedua bagi si kecil saat beraktivitas di luar rumah. Oleh sebab itu, berikan perlindungan ekstra kepada pakaian si kecil dengan menggunakan SoKlin Antisep yang teruji secara klinis mampu membunuh 99,99% virus Corona yang menempel di pakaian.

Persiapan maksimal perlu dilakukan tak hanya protokol kesehatan, melainkan juga aspek lain juga wajib ditekankan kepada orang tua agar si kecil siap kembali ke sekolah. Agar PTM juga terbatas bisa berlangsung secara optimal, SoKlin Antisep bekerjasama dengan Dream.co.id menggelar Webinar Ruang Keluarga bertajuk "PTM di Tengah kasus Omicron yang Beranjak Naik, Bagaimana Orang Tua Menyikapinya?"

Dalam Webinar Ruang Keluarga yang berlangsung pada Kamis (20/1) ini, host Indy Barends berbincang dengan para pakar terkait persiapan PTM Terbatas di tengah melonjaknya kasus varian Omicron COVID-19. Seperti apa sih?

Dari Prokes hingga Pakaian, Siapkan Hal ini saat Anak Kembali Belajar di Sekolah agar Terhindar dari Omicron
Credit: SoKlin Antisep
2 dari 6 halaman

Kejar Ketertinggalan Mutu Pengajaran

SoKlin Antisep© SoKlin Antisep

Dalam Webinar Ruang Keluarga kali ini dihadiri oleh Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD, DIKDAS, dan DIKMEN yaitu Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd. Dalam penjabarannya, Sri mengungkapkan beberapa alasan mengapa PTM terbatas mulai diberlakukan tahun 2022 ini meski di tengah melonjaknya kasus Omicron.

Menurutnya, salah satu aspek yang sangat dipertimbangkan dari pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas adalah mengejar ketertinggalan dari kualitas mutu pengajaran.

"Kami sudah melakukan penelitian dan riset baik di dalam maupun luar negeri. Hasilnya, pembelajaran jarak jauh memiliki beberapa efek samping bagi siswa. Salah satunya adalah menurunnya kualitas mutu pengajaran. Hal ini bisa dilihat dari kondisi dan situasi belajar anak selama di rumah. Apakah dia bisa benar-benar fokus di rumah, koneksinya terkendala apa tidak, hingga lingkungan rumah yang suportif untuk belajar. Hal inilah yang menjadi pertimbangan kami dalam menjalankan PTM Terbatas," ujar Sri Wahyuningsih.

Bukan hanya Kemendikbudristek, keputusan pemberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas juga diberlakukan atas Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Pembelajaran di Masa Pandemi

"Keputusan PTM Terbatas ini bukan semata-mata dari Kemendikbudristek saja. Akan tetapi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, serta Kementerian Kesehatan turut andil dalam penetapan SKB 4 Menteri terkait PTM Terbatas ini," imbuh Sri Wahyuningsih.

3 dari 6 halaman

Tetap Memprioritaskan Kesehatan

SoKlin Antisep© SoKlin Antisep

Lebih lanjut, Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD, DIKDAS, dan DIKMEN juga mengatakan jika PTM Terbatas bersifat dinamis dan tak memaksa atau memberatkan para siswa. Jika terjadi klaster penularan COVID-19 di lingkungan sekolah, maka PTM Terbatas bisa ditangguhkan sekurang-kurangnya 14x 24 jam.

"Adanya PTM terbatas ini bukan sesuatu yang bersifat mutlak. Mengingat kesehatan menjadi yang utama, maka PTM Terbatas bisa dialihkan kembali ke pembelajaran jarak jauh. Meski PTM Terbatas adalah obat mujarab untuk mengejar ketertinggalan mutu siswa, namun penerapan protokol kesehatan dan pencegahan penularan virus Corona tetap diperhatikan secara sungguh-sungguh," tutur Sri Wahyuningsih.

4 dari 6 halaman

Vaksinasi Menjadi Wajib bagi Si Kecil

SoKlin Antisep© SoKlin Antisep

Pemberian vaksin COVID-19 bagi anak menjadi hal wajib sebelum menerapkan PTM Terbatas. Hal ini disetujui oleh Dokter Spesialis Anak yaitu dr. Lucia Nauli Simbolon M.Sc, Sp.A yang turut hadir dalam Webinar Ruang Keluarga kali ini.

"Sejak Desember tahun lalu pemerintah gencar banget menggalakkan vaksinasi untuk anak 6-12 tahun. Hal ini pun sangat bagus sebagai fondasi kesehatan anak agar tetap aman dari penularan virus Corona terutama varian Omicron," ujar dr. Lucia.

Perlu Penyesuaian Aktivitas Fisik untuk Menjaga Kesehatan

Setelah hampir dua tahun di rumah saja, kondisi fisik anak sebagian besar mengalami perubahan. Dengan rutinitas yang akan dilakukan pada PTM Terbatas, penting bagi orang tua mengembalikan kondisi fisik anak agar kembali prima. Hal ini berkaitan dengan pola gerak harian, aktivitas, hingga pemberian nutrisi.

"Berbeda dengan orang dewasa yang hanya memerlukan aktivitas fisik 30 menit sehari, anak-anak sekurang-kurangnya perlu beraktivitas fisik selama satu jam sehari. Hal ini penting untuk menjaga kekebalan tubuh, menjaga berat badan, hingga mengembalikan semangat si kecil agar terhindar dari rasa malas," lanjut dr. Lucia.

Lebih lanjut, dr. Lucia mengatakan jika persiapan kondisi fisik si kecil bisa dilakukan dengan kombinasi makanan bernutrisi, vaksinasi untuk segala penyakit, dan rutinitas harian.

"Dari segi makanan harus diperhatikan. Moms perlu memberikan nutrisi seimbang agar si kecil sehat dan terbebas dari obesitas. Satu lagi yang tak boleh dilewatkan adalah vaksinasi untuk mencegah si kecil terhindar dari penyakit lainnya seperti influenza, difteri, dan masih banyak lagi," tambah dr. Lucia.

5 dari 6 halaman

Kesehatan Mental Wajib Diperhatikan Guna Mencegah Learning Lost

SoKlin Antisep© SoKlin Antisep

Turut hadir dalam Webinar Ruang Keluarga kali ini adalah Psikolog Anak dan Keluarga yaitu Samanta Elsener, M.Psi. Dirinya berpesan agar nggak meremehkan kondisi mental yang dimiliki si kecil. Menurutnya, dari enam bulan awal pandemi saja sudah bisa membuat si kecil memiliki tingkatan stres yang cukup tinggi.

"Pembelajaran jarak jauh itu berpengaruh signifikan terhadap kondisi mental anak. Selain learning lost, tingkat stres anak juga meningkat cukup tajam. Sudah ada riset yang mengatakan hanya 6 bulan saja sudah bisa membuat stress level si kecil meningkat lebih dari 60%," ujar Samanta.

6 dari 6 halaman

Tak Hanya Prokes, Perlindungan Diri Dimulai dari Pakaian

SoKlin Antisep© SoKlin Antisep

Melonjaknya kasus penularan varian Omicron dari COVID-19 membuat orang tua harus menyiapkan kondisi anak secara maksimal. Nggak cuma sekadar protokol kesehatan, perlindungan lapisan pertama yang dimiliki si kecil adalah pakaian.

Ibarat kulit kedua, hadirnya pakaian menjadi pelindung dari permukaan tubuh anak. Oleh sebab itu, pakaian juga menjadi hal pertama yang terkena virus atau bakteri saat beraktivitas di luar rumah. Inilah pentingnya Moms untuk memberikan perlindungan ekstra melalui deterjen yang digunakan, seperti SoKlin Antisep.

SoKlin Antisep adalah deterjen pertama di Indonesia yang menggabungkan detergent + protection atau disinfectant sekaligus! Dengan teknologi Active 02 Power yang bekerja sebagai disinfektan, deterjen ini mampu membunuh virus, bakteri, dan kuman yang menempel di pakaian lebih cepat.

Selain teruji klinis mampu membunuh virus Corona, SoKlin Antisep tidak merusak serat pada baju saat dicuci. Tak hanya itu, So Klin Antisep juga memiliki formula anti bau apek yang bikin pakaian wangi selama 48 jam. Cukup 15 menit perendaman untuk membuat seragam sekolah si kecil bebas virus dan bau tak sedap.

Berikan perlindungan maksimal kepada si kecil saat melakukan PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menggunakan SoKlin Antisep untuk membersihkan serta membunuh virus yang menempel!

Terkait
Join Dream.co.id