Cerita Koleksi Vivi Zubedi Paling Diminati di Riyadh

Lifestyle | Rabu, 22 September 2021 19:48

Reporter : Mutia Nugraheni

Memiliki detail khas yang menjadi daya tarik dibandingkan abaya biasa.

Dream – Vivi Mar’i Zubedi termasuk desainer fashion muslim yang sangat konsisten mengeluarkan karya-karyanya setiap tahun. Selama tiga tahun berturut-turut, brand VIVIZUBEDI tampil di New York Fashion Week.

Pada 2017 ada koleksi Makkah, Madina, Jannah, lalu 2018 mengusung koleksi tema Urang Banua. Selanjutnya pada 2019 membawa koleksi The Marrakech ke pekan mode dunia itu. Kini dalam situasi pandeni VIVIZUBEDI berusaha memperkuat pasar internasional melalui kampanye #StrengthenLocalModest.

VIVIZUBEDI membuka cabang di Riyadh, Arab Saudi sebagai langkah pertama penetrasi pasar Timur Tengah. Di pusat denyut agama Islam ini, desainnya amat digemari.

Salah satu item karya Vivi yang paling diminati pelanggan di Timur Tengah adalah abaya dengan set lengkap hijab, ciput, dan belt bermotif senada. Garis desainnya memang tampil beda dibanding abaya-abaya lokal.

 Koleksi Vivi Zubedi© Vivi Zubedi

“ Kalau abaya di Saudi itu kan umumnya satu warna saja. Nah, inovasi VIVIZUBEDI ini begitu unik karena satu set lengkap dengan motif yang sama. Kita menghadirkan detail embroidery, VZ monogram, tapi bentuknya tetap abaya, secara syariat juga memenuhi,” kata Vivi tentang store yang dibuka pada 2019 ini, dikutip dari rilis yang diterima Dream.

 

Cerita Koleksi Vivi Zubedi Paling Diminati di Riyadh
Koleksi VIVIZUBEDI/ Instagram @vivizubedi
2 dari 6 halaman

Vivi rupanya juga berekspansi ke Australia. Hadir dalam online platform allgoodjourney.com.au, pecinta modest fashion Australia bisa memperoleh produk VIVIZUBEDI mulai 2020 lalu. Untuk di negeri Kangguru, ternyata yang paling disukai adalah scarf dengan ragam desain dan motif atraktif.

 Koleksi Vivi Zubedi© Vivi Zubedi

Usaha Vivi untuk mengenalkan brand dan modest fashion Indonesia juga tetap dilakukan pada 2021. Brand VIVIZUBEDI tampil di megatron Times Square, New York pada 19 September 2021 lalu. Koleksinya disaksikan oleh tak kurang 125.000 pasang mata yang lalu-lalang di Times Square setiap harinya.

“ Dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, harusnya Indonesia tampil memimpin perkembangan modest fashion dunia. Apalagi kekayaan budaya, etnis, dan asimilasi berbagai budaya serta tradisi di Asia; mulai dari pengaruh Tiongkok, Arab, hingga kolonial Eropa. Kalau di luar kan semuanya sudah dibuat dengan mesin, serba otomatis, sedangkan kerajinan kita memiliki craftsmanship yang tinggi. Berdasarkan pengalaman saya, mereka sangat apresiatif dengan karya-karya Indonesia karena unsur-unsur ini,” ungkap Vivi.

3 dari 6 halaman

Gandeng Istri Ridwan Kamil, Vivi Zubedi Bagikan 1000 Masker Batik Sunda

Dream - Vivi Zubedi Foundation kembali meluncurkan gerakan sosial, kali ini lewat gerakan #1000MaskeruntukJabar. Gerakan ini membagikan 1000 masker berstandar SNI dengan motif batik Sunda kepada masyarakat Jawa Barat.

Pandemi yang belum juga usai mengetuk hati Vivi Mar’i Zubedi untuk bertindak nyata menebar 1000 masker berstandar SNI bermotif batik Sunda kepada masyarakat Jawa Barat.

Founder VZF ini menggandeng Ketua Umum Dekranasda Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil, bersama Dompet Dhuafa. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Gedung Dekranasda, Bandung, 30 November 2020.

 Pembagian Masker© VZF

Jawa Barat menjadi perhatian khusus keprihatinan Vivi Zubedi karena orang yang pertama kali terpapar Covid-19 adalah warga Depok, Jawa Barat.

Jabar juga menduduki peringkat ke-3 angka Covid-19 tertinggi se-Indonesia berdasarkan data Covid19.go.id pada 26 November 2020. Karena itu, pergerakan VZF pun dipusatkan kembali ke ‘titik awal’.

4 dari 6 halaman

Nilai Budaya dan Sustainability

Sejalan dengan idealisme dalam pemberdayaan kain dan kerajinan lokal, Vivi menggunakan kain bermotif batik Sunda sebagai bahan 1000 masker. Bahan ini sebelumnya pernah muncul pada koleksi The Art of Layering Sundanese Batik dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Forum 2020, 28-31 Oktober kemarin.

 Pembagian Masker© VZF

Vivi yang mengadopsi nilai-nilai sustainability dalam karya-karyanya, memanfaatkan kain sisa koleksi ISEF 2020 guna memperpanjang daur guna benda. Apalagi industri fashion diketahui menduduki peringkat ke-2 industri penghasil limbah bumi terbesar sejumlah 92 juta ton setiap tahun.

5 dari 6 halaman

Mengurangi Dampak Buruk Lingkungan

“ Kami memilih masker kain selain karena manfaatnya bisa bertahan lama, juga karena memperhatikan sustainability lingkungan. Prosedur medis mengharuskan semua serba steril, sehingga untuk APD, sarung tangan, dan masker harus sekali pakai. Tapi untuk kita yang alhamdulillah masih dikaruniai kesehatan, ayo pakai masker reusable untuk mengurangi timbunan sampah baru.” jelas Vivi Zubedi.

Masker kain dapat mengurangi dampak lingkungan dari melonjaknya angka limbah medis akibat pandemi. Kementerian Lingkungan Hidup mencatat terdapat 1.100 ton limbah medis dalam periode awal penanganan COVID-19 selama Maret-Juni 2020.

Data Indonesian Environmental Scientist Association (IESA) menunjukkan, angka tersebut meningkat 46% dibanding masa sebelum pandemi. Tak hanya itu, volume sampah rumah tangga juga meroket pesat terutama sampah pengiriman makanan (plastik, styrofoam), alat makan sekali pakai, hingga tusuk gigi.

 

 

6 dari 6 halaman

Pesan dan Harapan Vivi

Vivi berharap, gerakan 1000 masker ini dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. Founder VZF ini juga berpesan agar masyarakat tetap jaga protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer atau alkohol minimal 70%, menjaga jarak minimal 1 meter satu sama lain, dan memakai masker berstandar SNI.

 Pembagian Masker© VZF

" Pandemi ini belum berakhir meskipun kita sudah bosan dan lelah dengan semua ini. Kalau semuanya kompak dalam kesadaran ini, Insya Allah Indonesia bisa keluar sebagai pemenang melawan pandemi,” tutup Vivi.

Join Dream.co.id