Cerita Gita Savitri dari Berlin

Lifestyle | Jumat, 9 Maret 2018 19:40
Cerita Gita Savitri dari Berlin

Reporter : Rizki Astuti

Jatuh cinta pada dunia seni sempat buyar.

Dream – Dara cantik itu duduk di depan kamera, di sudut kamar penuh buku. Berpakaian santun. Hijab merah jambu tersandang di kepala. Busana motif garis, hitam dan putih. Berias makeup natural, paras terlihat ayu alami.

Bertutur di depan lensa, penuh semangat. Mengulas pengalaman menuntut ilmu di negeri orang. Di Jerman, tepatnya Kota Berlin. Disajikan komplit. Mulai awal datang, beradaptasi, hingga proses belajar dan liburan.

“ Gue tinggal di Jerman sudah hampir enam tahun,” kata gadis berkulit putih itu. Dimulai 2010. Kala itu masih bau kencur. Umur delapan belas. Baru lulus sekolah menengah atas.

Tak punya sanak famili. Hanya ada kenalan ayah dan ibu. Itupun teman lama. Dia harus tinggal sendiri. Berbekal kemampuan bahasa Jerman pas-pasan. Benar-benar harus berjuang sekuat tenaga. Penuh suka dan duka.

“ Hal yang pertama gue lakukan adalah gue les bahasa,” kata dia. Sebenarnya gadis itu sudah les bahasa Jerman di Menteng sejak kelas dua sekolah menengah atas. Tapi nyatanya, sampai di Negeri Bavaria, dia tidak bisa ngomong apa-apa.

Melihat vlog Gita Savitri, kita seperti hidup di Jerman. Ceritanya detail dan mengalir. Semua runut, dari awal hingga akhir. Gaya asyik. Anak muda banget. Diksi pun sederhana. Hanya beberapa saja diselipi kosakata Jerman. Tak ada kesan sombong, apalagi menggurui.

Video itu bukan satu-satunya. Bila tengah nonton Youtube, coba intip kanal Gita Savitri Devi. Pasti ketemu banyak video. Dia sudah mengunggah lebih dari 200 video. Berisi kisah inspiratif, edukatif, juga menghibur. Semua positif.

Jadi, tak heran bila Gita jadi idola. Kanal Youtube itu sudah diikuti lebih dari 339 ribu netizen. Saban menit, angka itu terus tumbuh. Rata-rata generasi milenial. Anak-anak muda yang menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial.

Lewat vlog pula Gita menyapa para penggemar. Dia tak segan menjawab pertanyaan. Membagi tip bermanfaat bagi mereka yang ingin belajar di Jerman. Dan video-videonya laris manis. Banyak ditonton. Rata-rata dilihat ratusan ribu hingga lebih dari sejuta kali.

Tak hanya Youtube. Gita juga menjadi Selebgram yang ramai follower. Coba tengok akun Instagram @gitasav. Pengikutnya sudah lebih dari 541 ribu. Di sanalah dia memamerkan gaya outfit keseharian di berbagai tempat di Jerman. Foto-foto yang dipajang di halaman itu tertata rapi. Kekinian.

Portofolio itulah yang membuat Gita terpilih untuk mengikuti Youtube Creators for Change pada Juli 2017. Pada Januari silam, dia juga menghadiri forum yang sama. Dia satu-satunya Youtuber perempuan wakil Indonesia dalam program yang digagas Youtube itu. Bukan hanya karena pengikut yang bejibun, tapi juga konten-konten yang positif dan inspiratif.

“ Aku enggak sadar menjadi satu-satunya perempuan sebelum disinggung masalah itu oleh salah satu artikel,” kata Gita kepada Dream.

Gita dan 39 Youtuber dari berbagai negara ini terpilih untuk menyebarkan hal positif ke orang banyak. Nama dan sketsa wajahnya terpampang di sebuah bingkai hitam di tembok acara itu, bersama sederet Youtuber terkenal dunia.

***

2 dari 3 halaman
Terkait
Komentar
Beri Komentar
Wanita Hijaber Ini Ikuti Lomba Lari Pakai Kostum Unik
Join Dream.co.id
Bromo Erupsi, Penerbangan Jatim-Bali Masih Aman