Cara Meningkatkan Mood Ketika Karantina di Rumah

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2020 19:45
Cara Meningkatkan Mood Ketika Karantina di Rumah

Reporter : Dwi Ratih

Kalau kamu bagaimana?

Dream - Pandemi virus corona baru, Covid-19, membuat kita tidak bisa melakukan banyak hal di luar rumah. Semua orang dianjurkan tetap di dalam rumah untuk menekan penularan virus tersebut.

Di antara kamu mungkin merasa bosan karena terus berada di dalam rumah. Enggak heran kadang mood menjadi turun. Bukan begitu, Sahabat Dream?

Tapi jangan khawatir, kamu bisa kok meningkatkan mood selama karantina di rumah. Berikut tipsnya:

 ilustrasi work from home© Shutterstock

2 dari 5 halaman

1. Hewan peliharaan

Jika kalian memiliki hewan peliharaan di rumah bermain dengan mereka bisa membuat mood kalian naik secara instan.

2. Bernafas dalam

Jika kamu bekerja dari rumah, lakukan gerakan stretches dan olahraga ringan sambil menarik nafas yang dalam untuk membuat badan jadi lebih enak.

 Ilustrasi hijaber© Shutterstock

3 dari 5 halaman

3. Jangan diam saja

Karena di rumah aja bukan berarti kamu tidak bergerak atau sekadar tidak ngubah posisi kegiatan seharian. Pastikan kalian bergerak setiap jamnya, walaupun cuman jalan-jalan kecil di rumah.

Lakukan hal ini karena tubuh membutuhkan agar terasa lebih segar.

4. Telfon seseorang

Kadang kehidupan kita yang sibuk membuat kita lupa untuk berkomunikasi dengan teman atau keluarga. Ketika kamu berada di rumah inilah waktu yang tepat untuk menghubungi mereka dan mengetahui kabarnya.

 Ilustrasi hijaber© Shutterstock

Laporan: Shania Suha Marwan

Sumber: Miss Kyra

4 dari 5 halaman

Asal Kerja dari Rumah, Generasi Kekinian Bersedia Digaji Murah

Dream - Tren kerja pada generasi kekinian ternyata mengalami pergeseran. Bukan upah tinggi, banyak dari para pencari kerja memilih gaji rendah namun bisa kerja dari rumah.

Pakar marketing, Yuswohady, menilai kecenderungan ini merupakan salah satu gejala disrupsi ekonomi yang melanda kaum muda. Ada banyak sekali kebiasaan yang " dibunuh" oleh generasi Y terutama jam kerja 9-5.

" Lebih baik gaji turun, tapi bisa bekerja di rumah," kata Yuswohady dalam Media Training and Gathering tentang Perbankan Syariah di Bogor, Jawa Barat, ditulis Sabtu 23 November 2019.

5 dari 5 halaman

Pembunuh modal 9-5

Menurut Yuswohady, generasi kekinian ogah berlama-lama kerja di kantor. Mereka lebih suka bekerja di rumah atau di co-working space sehingga membuat bisnis sewa ruang kerja itu menjamur.

Alasan lain yang membuat kaum muda malas bekerja di kantor yaitu tersitanya waktu untuk berinteraksi dengan keluarga. Alhasil, kesempatan untuk bercengkama dengan orangtua dan saudara jadi berkurang.

Selain itu, generasi kekinian juga mencari kesenangan, terutama dalam bekerja. Sehingga, selain co-working space, banyak kafe ramai dengan anak muda yang sedang bekerja.

" Ini 'pembunuh' model 9-5," kata Yuswohady.

Generasi ini juga lebih suka bekerja di kantor startup seperti Traveloka atau Gojek. " Generasi milenial lebih suka bekerja dengan pimpinan yang bedanya 1-2 tahun," kata dia.

Join Dream.co.id