Bertemu Jokowi, Arloji Agnes Mo Bikin Tangan Pegal

Lifestyle | Minggu, 13 Januari 2019 11:16
Bertemu Jokowi, Arloji Agnes Mo Bikin Tangan Pegal

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Agnez Mo cuma pakai kaos sih, tapi arlojinya...

Dream - Penyanyi Agnez Mo berkesempatan untuk bertemu Presiden Joko Widodo. Pertemuan keduanya berlangsung di Istana Negara pada Jumat, 11 Januari 2019

Jika biasanya penyanyi wanita berusia 32 tahun ini berbusana nyentrik, kali ini dia tampil polos. Dia memakai busana semi formal dengan atasan kaos putih.

Bernuansa monokrom, kaos putih itu dipadukan dengan peplum skirt hitam dan heels warna putih. Rambut hitamnya ditata dengan gaya klimis. Riasan wajahnya juga sangat minimalis.

Penampilan itu sontak menjadi sorotan. Warganet menganggap busana tersebut kurang sopan untuk dipakai menemui presiden.

Tak banyak yang tahu kalau harga busana Agnez tak sesederhana yang kita lihat.

Jika diperhatikan, pelantun 'Matahariku' itu memakai kalung emas yang mempercantik kaos putihnya.

 
 
 
View this post on Instagram

Hari ini AGNEZ MO bertemu Bapak Presiden Jokowi dan ngevlog bareng loh!��

A post shared by AGNEZ MO IG STORY (@agnezmo.igstories) on

Setelah diteliti, kalung tersebut merupakan keluaran Versace senilai US$768 atau Rp10,7juta.

Versace

Foto: Buyma

Selain kalung, Agnez memakai sepatu Louis Vuitton seharga Rp17 juta. Sementara barang paling mewah jatuh pada jam tangan Rolex senilai Rp470 juta.

Mengintip dari laman Bob's Watches, arloji tersebut dilapisi emas 18 karat. Tak heran jika harganya bikin tangan pegal-pegal dan jantungan.

Rolex

Foto: Bob's Watches

Jika ditotal, harga aksesoris yang dipakainya hampir mencapai setengah miliar. Fakta ini membuat warganet terperangah.

"Slide terakhir terlihat simple tapi ternyata tidak se simple itu yak," tutur akun @emenjel.

"Ya allah tonton smpe habis liat detail harganya," akun @iamgladiamme menimpali.

2 dari 4 halaman
Komentar
Beri Komentar
Ibu Negara Iriana Memperingati Hari Kartini di Solo
Join Dream.co.id
Deretan Artis yang Diprediksi Gagal Masuk DPR