Beauty Fact: Sayangi Kesehatan Kulit, Yuk Usir Stres Jauh-Jauh!

Lifestyle | Senin, 28 September 2020 07:00
Beauty Fact: Sayangi Kesehatan Kulit, Yuk Usir Stres Jauh-Jauh!

Reporter : Iwan Tantomi

Usir jauh-jauh stresmu sekarang juga!

Siapa sih yang tak ingin memiliki kulit yang sehat? Hampir semua orang mendambakan punya kulit sehat, terlepas dari apapun pigmentasi, warna, atau jenis kulit yang dimiliki. Di sisi lain, tak sedikit orang mengalami keluhan atau masalah kulit. Misalnya kulit berjerawat, kulit berminyak, kulit kering, eksim, psoriasis, biduran, dan sebagainya.

Demi mengatasi beragam permasalahan pada kulit tersebut, berbagai perawatan intensif untuk kulit pun dilakukan. Sayangnya, kadang tak kunjung membaik, bahkan setelah pemakaian dalam jangkau waktu lama. Sampai-sampai sudah mencoba dan berulang kali ganti skincare, tetapi hasilnya tetap kurang memuaskan. Lantas, apa yang menyebabkan permasalahan kulit ini sebenarnya?

Jika kulit bermasalah diibaratkan sebagai luka, maka sesuai dengan penelitian Stress and Wound Healing, bahwa stres dapat secara signifikan memperlambat penyembuhan luka.  Saat kamu mengalami stres, kulit yang seharusnya bisa melakukan pemulihan dengan cepat malah semakin lama sembuh karena terpicu oleh stres itu. Berdasarkan penelitian ACSM’s Health & Fitness Journal, stres diartikan sebagai gangguan homeostasis tubuh atau keadaan ketidakharmonisan dalam menanggapi ancaman atau tantangan yang nyata atau yang dirasakan.

2 dari 9 halaman

Pengaruh Stres terhadap Kesehatan Kulit

Pengaruh Stres terhadap Kesehatan Kulit© shutterstock

Banyak deadline kerjaan yang harus diselesaikan minggu ini atau sedang harap-harap cemas menunggu hasil interview yang kabarnya akan diumumkan segera. Tiba-tiba kamu menyadari wajah jadi penuh jerawat, padahal kamu melakukan ritual perawatan kulit secara teratur. Apa sih yang sebenarnya terjadi? Ternyata, ini menjadi salah satu contoh bahwa stres nggak hanya mengganggu pikiran, tapi juga bisa mempengaruhi kesehatan kulit.

Menurut Karen Mallin, PsyD, pengajar di Departments of Psychiatry & Behavioral Sciences and Dermatology & Cutaneous Surgery University of Miami, menyebutkan bahwa kondisi tersebut dikenal dengan istilah Psychodermatology. Ia menggungkapkan bahwa pikiran dan kulit terkoneksi dengan banyak cara yang berbeda. Banyak sistem saraf yang terhubung dnegan kulit dan mengikat organ. Hal ini juga yang membuat emosi juga bisa mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan berbagai masalah kulit ketika tubuh sedang mengalami stres.

Sementara itu, Shelley Sekula-Gibbs, MD, seorang asisten profesor dermatologi di Baylor College of Medicine Houston, Amerika Serikat juga menyebutkan penelitian menunjukkan bahwa 30% dari pasien yang memiliki masalah kulit dipicu oleh tingkat stres yang sedang dialami. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi emosional dan manajemen stres yang baik demi menjaga kesehatan kulit.

3 dari 9 halaman

Benarkah Kunci Bahagia dan Kulit Sehat adalah Stress-Free?

Benarkah Kunci Bahagia dan Kulit Sehat adalah Stress-Free?© shutterstock

Sayangnya, sampai saat ini belum ada pengobatan medis atau skincare yang spesifik bisa mengobati infeksi dan gangguan kulit yang disebabkan oleh stres, nih. Tetapi sebenarnya, solusi utama bukan terletak pada pengobatan kulit akibat stres tetapi penyembuhan terhadap stres itu sendiri. Stress-free dikenal sebagai upaya untuk menjauhkan diri dari stres.

Penelitian dari Neuro Immuno Modulation menyarankan, metode penurun stres di antaranya adalah penderita dapat melakukan berbagai kegiatan positif seperti olahraga dan menemukan lingkungan sosial yang dapat mendukungnya. Apabila kamu sudah sembuh dan dapat terhindar dari stres, tentu hidup akan terasa lebih bahagia dan nantinya berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan kulit.

4 dari 9 halaman

Tips Agar Tidak Mudah Stres

Sebetulnya, tips utama agar tidak mudah stres adalah let go. Utamanya, kamu bisa coba untuk legowo terhadap berbagai kejadian dalam hidup, memilih untuk tidak mencari-cari siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan, melainkan cari jalan keluar atau solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Dengan begini, pikiran jadi lebih rileks, ringan, dan tidak terbebani. Tapi, selain mengubah cara berpikir, ada pula tips-tips lain yang bisa kamu ikuti supaya tubuh bisa tetap rileks dan tetap bisa berpikiran jernih.

5 dari 9 halaman

1. Olahraga

1. Olahraga© shutterstock

Tak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, olahraga juga dapat menjaga kesehatan psikologis. Jika tubuh fresh dan tidak mudah terserang penyakit tentu pikiran atau mental juga akan sehat. Berdasarkan penelitian dalam ACSM’s Health & Fitness Journal, ada berbagai olahraga yang dapat digunakan untuk manajemen stres diantaranya aerobik dan yoga. Peserta penelitian melaporkan merasa lebih tenang setelah latihan aerobik selama 20 hingga 30 menit dan mendapatkan efek tenang selama beberapa jam setelah latihan.

6 dari 9 halaman

2. Menjaga Pola Makan

2. Menjaga Pola Makan© shutterstock

Ternyata, makanan berpengaruh besar terhadap tingkat stres, lho. Jika pola makan berantakan bahkan jenis konsumsinya pun tidak diatur, maka dapat menimbulkan stres. Pastikan kamu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti almond, pisang, susu dan juga makanan kaya omega-3 seperti biji rami, biji chia, atau kacang kenari.

7 dari 9 halaman

3. Hindari Alkohol dan Kafein

Dalam jumlah wajar, kafein mengandung bahan untuk meningkatkan daya fokus dan konsentrasi. Namun, apabila dikonsumsi berlebihan justru akan menyebabkan rasa cemas, fluktuasi energi, mudah marah, depresi, dan merasa cepat lelah.

8 dari 9 halaman

4. Tidur Cukup

4. Tidur Cukup© shutterstock

Kekurangan waktu tidur dapat membuat seseorang mudah marah dan lelah karena kurangnya waktu istirahat. Kekurangan waktu tidur yang kronis dapat memicu terjadinya stres. Aktivitas begadang yang berlebihan juga dapat memicu stres karena dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas beberapa penyakit yang mengarah ke keadaan imunosupresif, yaitu kondisi sistem kekebalan tubuh menurun.

Berdasarkan penelitian dalam Jurnal Medical Hypotheses, tidur berperan dalam memulihkan fungsi sistem kekebalan dan perubahan dalam respons kekebalan yang dapat memengaruhi produksi kolagen. Kekurangan waktu tidur dalam waktu lama dapat mengakibatkan rusaknya fungsi pelindung kulit dan selaput lendir juga secara komplek dapat mempengaruhi komposisi integritas berbagai sistem.

9 dari 9 halaman

5. Sempatkan Liburan

5. Sempatkan Liburan©

Sebenarnya liburan bukan hanya kegiatan foya-foya, lho, tetapi merupakan salah satu aktivitas untuk refreshing. Jika tubuh merasa segar dan rileks, ia akan lebih siap dalam melawan berbagai virus atau bakteri penyakit yang berpotensi menyerang tubuh.

Ternyata kesehatan kulit dan kebahagiaan tak hanya disebabkan oleh faktor eksternal tapi faktor internal atau diri sendiri juga sangat berpengaruh terhadapnya. Pastikan kamu menjaga pola makan, pola tidur, dan kesehatan diri sendiri agar terhindar dari stres.

Jauhi stress, microbiome bahagia, tubuh sehat! Yuk, cari tahu tentang microbiome lebih lengkap dengan klik di sini.

Terkait
Join Dream.co.id