Pertanda di Balik Batik Lebaran Terakhir Ani Yudhoyono, Coraknya Bikin Merinding

Lifestyle | Kamis, 6 Juni 2019 09:51
Pertanda di Balik Batik Lebaran Terakhir Ani Yudhoyono, Coraknya Bikin Merinding

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Corak batik memiliki makna yang mengisyaratkan kematian.

Dream - Idul Fitri tahun ini harus dilalui keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan duka. Mereka baru saja kehilangan sosok wanita hebat, Kristiani Herawati atau karib disapa Ani Yudhoyono.

Istri SBY meninggal dunia di National University Hospital, Singapura tepat 1 Juni 2019. Ani Yudhoyono telah berjuang melawan kanker darah sejak Februari lalu sebelum menghembuskan napas terakhir.

SBY beserta keluarga merayakan momen lebaran dengan berziarah ke makam Ani Yudhoyono. Mereka tiba di Taman Makam Pahlawan, Kalibata sekitar pukul 11 pagi.

 SBY

Foto: YouTube SCTV

Presiden Republik Indonesia ke-6 hadir ditemani kedua putranya, Agus Harimurti dan Edhie Baskoro serta kedua menantu, Annisa Pohan dan Aliya Rajasa.

Menilik laporan SCTV, SBY tak lupa mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada para peziarah lain.

Menariknya, SBY dan kedua putranya sengaja memakai setelan batik pilihan almarhumah ketika berziarah.

2 dari 8 halaman

Coraknya Bikin Merinding

Menurut SBY, sang istri kerap memilih warna cerah baik untuk gamis maupun batik. Selama 10 tahun menjabat sebagai ibu negara, selera fashion Ani Yudhoyono memang erat dengan nuansa colorful.

Namun ketika menjalani perawatan di Singapura, pemilik nama lengkap Kristiani Herawati itu memilih batik berwarna gelap dengan motif Sawunggaling.

 Kain Batik Hitam Penutup Jenazah Ani Yudhoyono Disiapkan untuk Seragam Lebaran

Bak sebuah pertanda, corak khas Tanah Jawa itu memiliki arti burung yang akan terbang ke surga.

Ani Yudhoyono kini meninggalkan seorang suami serta dua orang putra dan empat cucu yang masih belia. Kepergian 'Memo' mengundang bela sungkawa dari seluruh rakyat Indonesia pada 1 Juni 2019.

3 dari 8 halaman

Putrinya Rindu Ani Yudhoyono, Aliya Rajasa Janjikan Hal Ini

Dream - Kepergian Ani Yudhoyono masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pemilik nama lengkap Kristiani Herrawati menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Universitas Nasional, Singapura tepat 1 Juni 2019.

Ani Yudhoyono telah berjuang melawan kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu. Pihak keluarga secara bergiliran mendampingi Ani ketika terbaring di rumah sakit.

Tak heran jika prosesi pemakaman Ani Yudhoyono diselimuti dengan tangis haru. Rasa sedih tak bisa dibendung oleh keluarga SBY, termasuk kedua putra mereka.

Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro tampak sangat terpukul ketika menjalani prosesi pemakaman.

 Aliya Rajasa

Foto: Instagram @ruby_26

Edhie atau yang akrab disapa Ibas tak segan menunjukkan sisi lemahnya di hadapan publik. Lewat unggahan Insta Story Aliya Rajasa, tampak menantu SBY itu sedang memeluk dan menegarkan sang suami.

4 dari 8 halaman

Cucu Masih Merindukan Ani Yudhoyono

" Mas Ibas sayang, aku tau ini berat.. sungguh berat bagi pappie si Nggeng sayang, kamipun merasakan hal yang sama..." tulis Aliya pada fotonya.

Ia juga berjanji kepada Ibas.

" Aku akan berusaha sekuat tenaga jiwa ragaku untuk menjadi istri terbaik dan ibu terbaik untuk Pappie dan anak-anak kita," lanjutnya.

Tak hanya sang suami, ternyata Aliya juga memendam rasa sedih akibat kepergian mertua tercinta.

 Ani Yudhoyono

Foto: Instagram @ruby_26

Terutama karena putri kecilnya, Gayatri Idalia Yudhoyono yang masih terus mencari sang nenek. Lewat Instagram, Aliya mengunggah potret Ani Yudhoyono serta balita yang akrab disapa Gaia itu.

5 dari 8 halaman

Janji Aliya untuk Ani Yudhoyono

Potret tersebut memperlihatkan Ani Yudhoyono yang masih terlihat cantik dan segar sebelum diserang sel kanker. Di tangannya, ia menggendong sang cucu yang tampak menggemaskan.

 Ani Yudhoyono

Foto: Instagram @ruby_26

" Memo bobo kata Baby Gaia... maafkan Gaia mo yg belum paham dan masih suka panggil cari memo.. Memo kami tersayang sekarang sudah tenang di sisiMu Ya Allah.." tulis Aliya di keterangan foto.

Tak lupa, Aliya mengucapkan raa terima kasih untuk didikan sang mertua kepada keluarga kecilnya.

Ia berjanji untuk selalu menjunjung tinggi ajaran Memo.

" Terima kasih utk segala bimbingan nasihat dan ajaran Memo yg selama ini memo berikan kepada kami akan kami junjung tinggi dan kami teladani dalam keseharian kami," lanjutnya.

Putri Menteri Hatta Rajasa itu juga mengungkapkan keinginannya.

" semoga kelak Baby G dapat menjadi Memo junior  We Love You Always Memo..." imbuh wanita 33 tahun itu.

6 dari 8 halaman

Ani Yudhoyono Datangi Annisa Pohan, Pamit

Dream - Kabar meninggalnya Ani Yudhoyono tidak hanya menjadi duka keluarga saja. Tapi juga masyarakat Indonesia. Istri Presiden ke enam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, itu wafat di Singapura pada Sabtu 1 Juni 2019.

Sebelum Ibu Ani meninggal dunia, sang menantu, Annisa Pohan, mengaku memiliki firasat. Dia mengatakan, sang ibu mertua --yang karib disapa Memo-- pamit melalui mimpinya pada Kamis, 30 Mei 2019. Saat itu, ia sedang berada di rumahnya di Jakarta.

" Pagi-pagi itu saya sebentar tidur 2-3 menit, tiba-tiba ibu manggil dan itu di rumah saya di Jakarta. Biasanya ibu kalau manggil saya itu keras banget 'Mom, Mom'," kata Annisa.

7 dari 8 halaman

Pamit

Dalam mimpinya, istri Agus Harimurti Yudhoyono itu sempat heran dengan kehadiran Ibu Ani yang berada di rumah.

" Loh ini kan rumah saya padahal harusnya ibu di Singapura. Ibu memang kelihatan sudah sakit tapi belum kelihatan separah yang terakhir. Saya tanya, 'Kok di sini? ngapain?'," kata Annisa.

Dalam mimpi Annisa Pohan itu, Ibu Ani sempat pamit akan berpisah dengan SBY. Tak hanya itu, Ibu Ani juga meminta kepada Annisa mencarikan curriculum vitae SBY.

" Katanya 'Kan Memo dan Pepo mau pisah'. Saya tanya mau ke mana Memo, lalu beliau jawab 'Mau mencari aktivitas lain," ucap dia.

8 dari 8 halaman

Kondisi Ibu Ani Sebelum Meninggal

Setelah itu, Annisa terbangun dari tidurnya dan langsung menangis. Annisa kemudian menerima pesan dari sang suami untuk segera berangkat ke Singapura.

" Itu udah pertanda enggak enak buat saya. Saya buru-buru langsung ke bandara padahal pesawat 4.30 (sore), tapi saya dari siang habis Zuhur langsung berangkat," ujar dia.

Sesampainya di National University Hospital, Annisa menyaksikan kondisi sang mertua sudah semakin memburuk.

" Memang pas saya sampai sana Ibu sudah sesak sekali napasnya. Firasat saya sudah enggak enak aja," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Zulfa Ayu Sundari)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id