Batik Marunda Bergaya Edgy ala Anak Muda

Lifestyle | Jumat, 27 September 2019 19:43
Batik Marunda Bergaya Edgy ala Anak Muda

Reporter : Dwi Ratih

Seperti apa jadinya?

Dream - Batik merupakan karya seni bangsa yang unik dan selalu memiliki pesonanya tersendiri.Tiap motif yang dihasilkan pun memiliki latar belakang dan filosofi.

Termasuk Batik Betawi yang dihasilkan dari cerita Jakarta sebagai Ibukota. Yayasan Meek Nusantara (YMK) melalui misinya dalam pengembangan pendidikan berupaya meningkatkan masyarakat di Rusun Marunda, Jakarta, melalui produksi batik.

Batik yang dihasilkan di Rusun Marunda itu dikenal dengan nama Batik Marunda. Dipercaya Pemprov DKI Jakarta, hasil karya YMK tersebut digunakan untuk memfasilitasi transformasi di Rusunawa Marunda.

2 dari 6 halaman

Motifnya Unik

“ Batik Marunda ini sangat berbeda dengan batik yang biasa dilihat. Batik Marunda mengedepankan tema flora dan fauna yang ada di Indonesia,” ujar Mira Hadiprana, Pimpinan Meek Foundation pada acara Pers Konfrensi Menyentuh Hati Mengubah Hidup di LaModa Plaza Indonesia di Jakarta, Jumat, 27 September 2019.

Hal ini terlihat pada fashion show Batik Marunda dengan tema Menyentuh Hati Mengubah Hidup dipilih karena memiliki filosofi di baliknya.

“ Kita memilih tema ini karena yang kami lakukan di Marunda itu tujuannya mengubah paradigma masyarakat. Kami ingin mendorong masyarakat Rusunawa Marunda agar tidak melihat diri sebagai orang miskin dan terbuang, tetapi mendorong mereka untuk melihat potensi diri dan mempunyai kebanggaan atas karyanya,” jelas Mira.

3 dari 6 halaman

Bergaya Kekinian

yayasan meek nusantara© dream.co.id/anya

Di pagelaran ini, YMK menggandeng beberapa designer dari brand ternama lokal seperti (X) S.M.L, SAMASAMA, Mira Hadiprana for Indonesia untuk membuat design khusus ala anak muda menggunakan Batik Marunda.

“ Ini menjadi pertama kali (X)S.M.L untuk kolaborasi dengan batik. Kita try to think out of the box dengan gaya edgy cutting batik yang ready to wear,” jelas Jun Mardian Sugandhi, Bos Fashion (X)S.M.L

Hal unik yang membedakan Batik Marunda dengan batik lain yaitu memiliki motif flora-fauna Indonesia dan kainnya dapat dikombinasikan dengan bahan asal Indonesia lain. (mut)

Laporan: Razdkanya Ramadhanty

4 dari 6 halaman

6 Desainer Bawa Kain Nusantara ke Slovakia

Dream - Enam desainer Indonesia akan memamerkan karya wastra Nusantara di ajang Indonesia-Slovakia Fashion Day 'Bratislavske Modne Dny' pada 17 September 2019 mendatang.

Ini merupakan pertama kalinya Indonesia turut serta di pekan mode Slovakia. Perhelatan busana diharapkan mampu memperluas eksistensi kain Nusantara di Eropa Timur.

Binaan Pertamina© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

" Banyak desainer memilih tampil di Belanda, Paris dan Milan. Kenapa kita tidak coba menjemput bola di Eropa Timur? Semoga dengan ini bisa semakin memperkenalkan kain dan juga pariwisata Indonesia di sana," tutur Emi Chaniago, Promotor Beautiful Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Keenam desainer akan menampilkan koleksi yang mengangkat kain dari sejumlah daerah Indonesia. Rudy Chandra dengan batik parang, Malik Moestaram dengan batik Jawa Barat, Nita Seno Aji dengan kain Sumba, Ida Guriz dengan Tapis Lampung.

Binaan Pertamina© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

5 dari 6 halaman

Tak ketinggalan, Ariy Arka juga akan menyulap kain tenun Lombok dan Tapanuli Utara menjadi busana milenial.

" Biasanya Abee identik dengan busana pria, tapi nanti saya akan bawa 24 koleksi womenswear bergaya streetstyle yang tengah diminati milenial," ujar Ariy Arka.

Binaan Pertamina© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

 

 

6 dari 6 halaman

Binaan Pertamina

Ariy Arka merupakan salah satu desainer program mitra Binaan Pertamina yang sukses mengibarkan usaha fashion dengan label Abee Indonesia.

Binaan Pertamina© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Keenam desainer juga akan mengenalkan koleksi mereka di Beograd Serbia dan Athena didukung oleh PT Pertamina.

Ada 7 sektor yang menjadi fokus program mitra Binaan Pertamina, salah satunya adalah fashion. Para mitra tak hanya mendapat bantuan modal, melainkan pelatihan, memperluas pasar hingga mengikuti pekan mode nasional dan dunia.

Binaan Pertamina© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Model dukungan kolaboratif antar mitra ini, menjadi upaya mempertemukan mitra binaan. Tujuannya, agar bisa saling mendukung satu sama lain dalam menopang keberlanjutan usaha mitra.

" Sehingga mereka bisa menemukan pasar atau pemasok bahan baku dari sesama mitra Binaan Pertamina yang kami rasakan sangat positif dalam keberlanjutan usahanya,“ ujar Dewi Sri, Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region III.

 

 

Join Dream.co.id