Apakah Perlu Mencuci Pakaian yang Terkena Hujan?

Lifestyle | Jumat, 5 Februari 2021 11:35

Reporter : Dwi Ratih

Berikut jawaban lengkapnya.

Dream – Menjemur pakaian di musim hujan memang tidak gampang. Sebab, cuaca tidak menentu. Susah diprediksi. Sesaat panas, bisa jadi tiba-tiba turun hujan deras.

Jika sudah demikian, pakaian lama keringnya. Bisa-bisa pakaian yang setengah kering sudah diangkat dari jemuran. Bila sudah begitu, saat dipakai pasti baunya apek.

Tapi kalian boleh sedikit lega. Sebab, saat ini sudah ada deterjen yang bisa mengusir bau apek. Misal saja deterjen Daia yang meluncurkan Daia Clean & Fresh Hijab sebagai solusi menjaga higienitas dan kesegaran pakaian.

“ Kami memahami kebutuhan masyarakat Indonesia akan deterjen yang tidak sekadar membersihkan kotoran, tapi juga memberikan proteksi dari bakteri dan menjamin wangi segar yang tahan lama," ujar Mikhaela, Product Manager Daia, pada Konferensi pers virtual Kamis, 4 Februari 2021.

" Daia Clean & Fresh Hijab mengedepankan formula antibakteri sehingga efektif membunuh kuman, mencegah bau apek dan keringat yang menempel pada pakaian sehari-hari termasuk hijab, serta memberikan wangi segar hingga 7 hari,” jelas Mikhaela.

Apakah Perlu Mencuci Pakaian yang Terkena Hujan?
Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 5 halaman

Natasha Rizki pun setuju

Dia menyarankan untuk mencuci kembali pakaian yang sudah terkena hujan, karena air hujan kotor. Jika tidak dicuci, maka pakaian akan bau apek.

Ada trik yang bisa Sahabat Dream tiru dari Mikhaela, jika khawatir hujan akan turun kembali. Sebaiknya jemur kain di dalam rumah dengan bantuan kipas. Selain itu ia juga menyarankan untuk merendam kain kurang dari 30 menit agar terhindar dari bau apek.

Hadirnya Daia Clean & Fresh Hijab bukan cuma untuk pencucian hijab, lho, Sahabat Dream. Mikhaela menegaskan bahwa produk ini berlaku untuk semua jenis pakaian.

 Konferensi pers DAIA Clean & Fresh Hijab© DAIA

Di samping itu, Daia Clean & Fresh Hijab hadir karena melihat pengguna hijab seringkali bermasalah dengan bau apek serta rumitnya perawatan bahan hijab yang digunakan.

Seperti kita tahu, beberapa bahan hijab memiliki serat kain halus sehingga membutuhkan teknik perawatan khusus seperti dicuci dengan tangan agar kain tidak mudah rusak.

Langkah itu dilakukan supaya hijab tetap bersih dan wangi, di Daia Clean & Fresh Hijab ini kamu bisa dapatkan kelebihan seperti formul yang lembut di tangan sehingga tidak menimbulkan iritasi.

“ Saya sebagai pengguna hijab langsung penasaran apa betul deterjen ini cocok digunakan tidak hanya untuk mencuci pakaian, tetapi juga hijab dan bikin jadi nggak bau apek & keringat seharian? Setelah menggunakannya, ternyata DAIA Clean & Fresh Hijab memang pilihan tepat untuk merawat hijab dan seluruh pakaian," ujar Natasha Rizki, aktris dan juga muse Daia Clean & Fresh Hijab.

" Selain memiliki anti bakteri yang memberi perlindungan lebih, Daia Clean & Fresh Hijab juga lembut di tangan dan wanginya itu lho tahan lama banget,” tegas ibu tiga anak.

Reporter: Yuni Puspita Dewi

3 dari 5 halaman

Model Ruang Jemuran ala Jepang, Letaknya Tertutup

Dream - Ruang mencuci atau laundry room di Indonesia cenderung berlokasi di luar rumah atau semi outdoor. Setelah pakaian dicuci, bisa langsung dijemur, karena matahari bersinar sepanjang tahun.

Saat musim hujan pun, matahari tetap muncul meski hanya sebentar. Hal ini membuat kita dengan leluasa bisa menjemur kapan saja. Berbeda dengan Jepang, terutama di musim salju ketika cuaca sangat dingin dan matahari tertutup awan dingin.

Pakaian yang basah setelah dicuci tak bisa dijemur di luar karena malah akan basah dan lembap. Untuk itu banyak warga Jepang memodifikasi laundry room mereka dengan membuat area jemuran di dalam rumah. Seperti yang diunggah akun instagram @yasunari_komuten, salah satu perusahaan konstruksi dan konsultan interior di Jepang.

 Jemuran ala Jepang© Instagram @yasunari_komuten

" Ruang pengeringan di lantai 2 di tempat yang cerah. Anda bisa mengeringkan kamar dengan rapi tanpa mengkhawatirkan serbuk sari dan musim hujan,"  tulis Instagram @yasunari_komuten.

4 dari 5 halaman

Gantungan

Tampak sebuah sudut jemur yang mungil di area rumah lantai dua. Langit-langit dilengkapi gantungan untuk menaruh baju. Pintu pembatas dibuat dari kaca untuk memungkinkan sinar matahari masuk dengan maksimal.

 Jemuran ala Jepang© Instagram @yasunari_komuten

Terdapat juga blind curtain yang bisa dibuka dan tutup sesuai kebutuhan. Mungkin banyak yang penasaran apakah pakaian bisa kering optimal dengan dijemur di dalam? Masyarakat Jepang biasanya memiliki dua mesin cuci.

5 dari 5 halaman

Dua Mesin Cuci

Satu mesin untuk mencuci dan satu lagi untuk mengeringkan. Setelah dari mesin pengeringan, biasanya pakaian sudah kering 98 persen. Pakaian pun dijemur hanya untuk diangin-anginkan.

 Ruang jemur ala Jepang© Instagram @yasunari_komuten

Jadi ruang jemur di dalam ini cukup memenuhi kebutuhan. Biasanya digunakan untuk menjemur handuk atau pakaian yang butuh dikeringkan optimal.

Wah, ternyata sangat berbeda dengan ruang jemur di Indonesia yang biasanya dibuat di luar ruangan.

Join Dream.co.id