Leonardo da Vinci Sudah Bikin Desain Baju Selam Sejak Abad 16?

Lifestyle | Rabu, 27 Juli 2016 07:02
Leonardo da Vinci Sudah Bikin Desain Baju Selam Sejak Abad 16?

Reporter : Irma Suryani

Desainnya mirip kostum film horor.

Dream - Ternyata baju yang sering kamu gunakan untuk menyelam di bawah laut sudah ada sejak abad ke 16. Dan pembuat konsep pakaian selam itu adalah seniman terkemuka dunia kala itu: Leonardo da Vinci.

Menurut Atals Obscura, sebagaimana dikutip Dream dari travelandleisure, Selasa 26 Juli 2016, meski belum ada bukti nyata bahwa Da Vincis sebagai desainer di balik baju selam, tetapi diyakini pembuat konsep baju tersebut adalah seniman pelukis Mona Lisa itu.

Atals menyebutkan bahwa sebenarnya Da Vinci ingin merahasiakan konsepnya kepada semua orang. Sebab, dia khawatir penemuannya akan disalahgunakan untuk membunuh orang di bawah laut.

Walaupun memiliki desain yang kaku dan cenderung mirip kostum untuk film horor, karya Da Vinci ini patut dibanggakan karena menjadi cikal bakal pakaian selam yang modern yang bisa kita pakai sampai saat ini.

 

2 dari 3 halaman

Temuan Baru Mona Lisa Kejutkan Dunia, Ternyata...

Dream - Mona Lisa. Inilah karya seni penuh misteri. Lukisan yang tergantung di Museum Louvre, Paris, ini tak pernah henti mengusik rasa penasaran. Terutama para penggemar seni.

Berbagai teori sudah dikemukakan selama puluhan tahun ini. Berusaha menyibak rahasia yang membungkus lukisan karya Leonardo Da Vinci itu. Mulai senyum misterius, hingga sosok wanita dalam kanvas itu.

Teori yang sudah-sudah sesaat memang tampak mampu menjelaskan misteri-misteri Mona Lisa. Seolah tak akan ada lagi misteri dengan teori-teori yang muncul itu.

Tapi nyatanya, teori-teori lain terus muncul. Diskusi terus digelar. Dan rasa penasaran kembali tergelitik. Teka-teki Mona Lisa pun rupanya masih belum kelar. Kembali memunculkan dugaan-dugaan baru.

Yang terbaru dikemukakan oleh detektif seni Silvano Vinceti. Dia sangat yakin telah memecahkan teka-teki siapa sosok yang menjadi obyek lukisan Leonardo Da Vinci itu.

Padahal sebelumnya, sejumlah teori menjelaskan sosok dalam lukisan itu adalah Lisa Gherardini del Giocondo, istri ke tiga dari pedagang sutera kaya raya dari Florence, Francesco del Giocondo.

Sementara, peneliti asal Prancis, Pascal Cotte, yang sudah melakukan penelitian selama 10 tahun menyebut ada gambar lain di belakang (di dalam) lukisan Mona Lisa.

Mungkin kita manggut-manggut saat membaca teori-teori itu. Dan mengira, dengan teori-teori itu, misteri Mona Lisa sudah tak ada lagi. Sudah habis dikupas. Jika Anda berpikir demikian, maka salah besar.

Dan simaklah teori baru yang dikemukakan oleh Vinceti ini...

Teori Vinceti ini mengejutkan banyak orang. Sebab, dia menyebut Mona Lisa dalam lukisan itu merupakan penggabungan dari Lisa Gherardini dan sosok lain.

Siapa sosok itu? Inilah kejutan itu. Vinceti meyebut, sosok itu adalah pasangan gay dari Leonardo Da Vinci: Gian Giacomo Caprotti!

Menurut Vinceti, Caprotti, atau yang lebih dikenal dengan nama Salai, merupakan murid magang Da Vinci. Caprotti digunakan sebagai model dalam sejumlah lukisan Da Vinci.

Apa dasar teori ini? Vinceti, yang merupakan kepala tim riset Komite Nasional Warisan Budaya Italia mendasarkan dugaan itu pada hasil pemeriksaan inframerah terhadap lukisan itu.

Menurut Vinceti, senyum Mona Lisa sangat mirip dengan karya lain Da Vinci, yang menggunakan Salai sebagai model lukisannya.

“ The Mona Lisa adalah androgini –setengah pria dan setengah wanita,” tutur Vinceti, sebagaimana dikutip Dream dari Daily Mail, Kamis 21 April 2016.

“ Lukisan itu didasarkan pada dua model. Yang pertama adalah Lisa Gherardini dan yang ke dua adalah Salai, anak magang Leonardo,” tambah dia.

Menurut Vinceti, persamaan itu bisa dilihat pada beberapa bagian, khususnya hidung, dahi, dan senyum Mona Lisa. “ Kami datang dengan jawaban atas pertanyaan yang telah memecah para sarjana selama bertahun-tahun.”

Vinceti memang dikenal sudah lama meneliti lukisan Mona Lisa. Selama empat tahun terakhir, dia melakukan penggalian untuk menemukan kerangka Lisa Gherardini.

Namun, apakah teori ini akan mengakhiri teka-teki Mona Lisa? Menurut Anda? (Ism) 

3 dari 3 halaman

Kerangka Mona Lisa Ditemukan Tanpa Tengkorak

Dream - Lukisan Mona Lisa menjadi salah satu karya seni paling misterius di dunia. Membuat banyak orang, terutama pecinta seni, bingung. Selain sosok yang menjadi objek lukisan, senyum yang berubah-ubah pada gambar itu, telah memicu perdebatan.

Berbagai penelitian dilakukan. Baik untuk menguak senyum misterius Mona Lisa, maupun mencari di mana gerangan makam sosok perempuan yang diyakini seorang bangsawan perempuan bernama Lisa Gherardini del Giocondo tersebut.

Namun kini, misteri seputar Mona Lisa sedikit banyak `bakal terkuak`. Beberapa waktu lalu, para ilmuwan –untuk kesekian kalinya– mengeluarkan teori yang menjelaskan mengapa senyum Mona Lisa seolah berubah-ubah. [Baca di sini: Misteri Senyum Mona Lisa Terkuak]

Dan kini, para peneliti kembali mendapat temuan. Para ahli sejarah yakin telah menemukan kerangka Mona Lisa, yang terkubur di bawah altar di sebuah biara di Florence, Italia.

Mayoritas sejarawan sepakat bahwa sosok Mona Lisa pada lukisan yang tersimpan di Museum itu adalah Lisa Gherardini del Giocondo, istri ke tiga dari pedagang sutera kaya raya dari Florence, Francesco del Giocondo.

Penyelidikan yang dipimpin oleh detektif seni, Silvano Vinceti, menemukan beberapa kerangka bertumpuk di bawah biara itu. Uji karbon yang dilakukan pada tiga kerangka yang ditemukan di biara Sant’Orsola, Florence, tersebut diklaim cocok dengan masa kehidupan Mona Lisa, pada masa Renaissance.

Lisa Gherardini del Giocondo meninggal pada usia 63 tahun pada 1542, di mana kala itu dia sudah menjadi janda dan tinggal bersama sang putri, Marietta.

Para ilmuwan ini mendasarkan penelitian mereka di biara ini pada tulisan kehidupan Lisa Gherardini yang ditulis oleh sejarawan Italia, Giuseppe Pallanti, yang menemukan wasiat dari Francesco del Giocondo. Wasiat itu menyebut saudagar itu meminta anaknya, Marietta, untuk merawat istri tercintanya itu.

Dokumen lain yang dikenal sebagai “ Book of the Dead” yang ditemukan oleh Pallanti dalam arsip gereja menunjukkan bahwa Lisa tetap di sana sampai kematiannya pada 15 Juli 1542. Hanya wanita kaya seperti Gherardini, yang notabene bukan seorang biarawati, yang bisa dikubur di biara.

Silvano Vinceti yang memimpin Komite Nasional Peninggalan Sejarah, Budaya, dan Lingkungan mengatakan, kerangka itu “ sangat mirip” dengan Lisa Gherardini. Menurut dia, ada elemen yang sama pada hasil dari tes karbon-14, yang membuat mereka yakin telah menemukan makam Lisa.

“ Saya berbicara tentang analisis sejarah, antropologi, dan arkeologi, yang telah dilakukan dengan sangat ketat. Kemungkinan bahwa tulang itu miliknya [Lisa Gherardini] sangat tinggi,” tambah Vinceti.

Namun sayangnya, kata Vinceti, ada sedikit sisa-sisa kerangka itu dan tidak ada tengkorak, yang bisa dipakai merekonstruksi wajah misterius dari model lukisan itu.

Peneliti juga kesulitan membandingkan DNA kerangka itu dengan kedua putra Lisa Gherardini, Bartolomeo dan Piero, yang kerangkanya ditemukan di Gereja Santissima Annunziata.

“ Kerangka anak-anaknya yang ditemukan di Gereja Santissima Annunziata telah terlalu banyak terdegradasi oleh banjir Arno dan tidak mampu memberikan DNA yang cukup untuk kemungkinan tes perbandingan,” papar Vinceti.

Peneliti lainnya, Giorgio Gruppioni, yang juga Kepala Laboratorium Antropologi Forensik Universitas Bologna, mengatakan, “ Masalah terbesar kami adalah fakta di mana kerangka sangat terfragmentasi, sangat buruk.” Tugas yang rumit, kata dia, menentukan jenis kelamin dan usia saat kematian, serta analisis DNA.

Sementara menurut Vinceti, dalam beberapa tahun ke depan teknologi akan bisa mengkonfirmasi bahwa temuan itu adalah Mona Lisa, dengan menggunakan sumber-sumber baru DNA.

Apakah Anda yakin kerangka yang ditemukan itu benar-benar milik Mona Lisa? (Ism, Sumber: Daily Mail)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id