6 Desainer Bawa Kain Nusantara ke Slovakia

Lifestyle | Senin, 16 September 2019 11:31
6 Desainer Bawa Kain Nusantara ke Slovakia

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Bakal jadi partisipasi Indonesia pertama di pekan mode Slovakia, nih.

Dream - Enam desainer Indonesia akan memamerkan karya wastra Nusantara di ajang Indonesia-Slovakia Fashion Day 'Bratislavske Modne Dny' pada 17 September 2019 mendatang.

Ini merupakan pertama kalinya Indonesia turut serta di pekan mode Slovakia. Perhelatan busana diharapkan mampu memperluas eksistensi kain Nusantara di Eropa Timur.

 Binaan Pertamina

" Banyak desainer memilih tampil di Belanda, Paris dan Milan. Kenapa kita tidak coba menjemput bola di Eropa Timur? Semoga dengan ini bisa semakin memperkenalkan kain dan juga pariwisata Indonesia di sana," tutur Emi Chaniago, Promotor Beautiful Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Keenam desainer akan menampilkan koleksi yang mengangkat kain dari sejumlah daerah Indonesia. Rudy Chandra dengan batik parang, Malik Moestaram dengan batik Jawa Barat, Nita Seno Aji dengan kain Sumba, Ida Guriz dengan Tapis Lampung.

 Binaan Pertamina

Tak ketinggalan, Ariy Arka juga akan menyulap kain tenun Lombok dan Tapanuli Utara menjadi busana milenial.

" Biasanya Abee identik dengan busana pria, tapi nanti saya akan bawa 24 koleksi womenswear bergaya streetstyle yang tengah diminati milenial," ujar Ariy Arka.

 Binaan Pertamina

2 dari 7 halaman

Binaan Pertamina

Ariy Arka merupakan salah satu desainer program mitra Binaan Pertamina yang sukses mengibarkan usaha fashion dengan label Abee Indonesia.

 Binaan Pertamina

Keenam desainer juga akan mengenalkan koleksi mereka di Beograd Serbia dan Athena didukung oleh PT Pertamina.

Ada 7 sektor yang menjadi fokus program mitra Binaan Pertamina, salah satunya adalah fashion. Para mitra tak hanya mendapat bantuan modal, melainkan pelatihan, memperluas pasar hingga mengikuti pekan mode nasional dan dunia.

 Binaan Pertamina

Model dukungan kolaboratif antar mitra ini, menjadi upaya mempertemukan mitra binaan. Tujuannya, agar bisa saling mendukung satu sama lain dalam menopang keberlanjutan usaha mitra.

" Sehingga mereka bisa menemukan pasar atau pemasok bahan baku dari sesama mitra Binaan Pertamina yang kami rasakan sangat positif dalam keberlanjutan usahanya,“ ujar Dewi Sri, Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region III.

3 dari 7 halaman

Kain Sulawesi Tenggara Bakal Kejutkan Moskow

Dream - Untuk keempat kalinya, desainer Ferry Sunarto diberi kehormatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui fashion di hadapan pecinta mode Rusia.

Koleksi bertajuk De’Posuo akan ditampilkan secara perdana pada pagelaran tunggal di acara Festival Indonesia Moskow (FIM) 2019. Bertempat di Krasnaya Presnya Park, Moskow, Ferry Sunarto akan merilis 30 looks pada tanggal 4 Agustus 2019.

 Ferry Sunarto

“ Kali ini saya memilih Sulawesi Tenggara karena ragam jenis kainnya banyak, selain itu karya ini saya namakan De’Posuo, yang berasal dari adat istiadat di daerah tersebut,” ujar Ferry Sunarto dalam konferensi persnya, Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Kali ini Ferry mengangkat kain tradisional Sulawesi Tenggara yang erat kaitannya dengan kecantikan dan tradisi penduduk wanita setempat.

 Ferry Sunarto

Posuo adalah tradisi memingit anak gadis untuk beranjak dewasa yang berlangsung selama 8 hari 8 malam, demi menjaga kesucian gadis tersebut.

Pada malam ke-8, dilakukan ritual dengan tarian yang diiringi oleh tabuhan gendang dan dihadiri oleh pemuka adat. Mereka percaya, jika ada salah satu gendang yang pecah, pertanda bahwa gadis itu tidak suci lagi.

Kepolosan dan keceriaan para gadis Sulawesi Tenggara diinterpretasikan dengan warna cerah seperti butter yellow, mint green, dusty pink dan lavender yang dituangkan dalam paduan kain tenun tangan khas Sulawesi Tenggara.

 Ferry Sunarto

" Saya ciptakan dalam bentuk cutting kebaya ready to wear yang etnik namun tetap shopisticated," pungkasnya.

(ism, Laporan : Alfi Salima Puteri)

4 dari 7 halaman

Ketika Kain Batik Melenggang di New York Fashion Week 2019

Dream - New York Fashion Week 2019 sukses dihelat di Industria, 775 Washington Street, Amerika Serikat pada 7 Februari lalu. Kain batik turut melenggang di panggung runway.

Adalah Alleria Batik, rumah mode Indonesia yang membawa koleksi batik di pertunjukan Fall-Winter 2019/2020. Bertajuk PUSPA, koleksinya terinspirasi dari wanita bali.

 Alleria Batik

Foto: Alleria Batik

Look yang ditampilkan terlihat sangat simpel dan elegan, dipadu dengan sentuhan eksotis alam Bali seperti aneka bunga bermekaran.

" Alleira menggunakan bahan yang sangat nyaman untuk digunakan koleksi sehari hari atau ready to wear. Antara lain Hand woven Silk, super silk, organza silk dan cotton texture menjadi unggulan material yang kita gunakan," ujar Zakaria Hamzah, Chief Operational Officer Alleira Batik lewat keterangan rilis yang diterima Dream, Selasa 26 Februari 2019.

 Alleria Batik

Foto: Alleria Batik

Nuansa earth tone yang kekinian dihadirkan lewat aneka warna bumi seperti cream beige, nature green, yellow mustard, baby blue, indigo blue, terracota, ruby red dan hitam.

(ism)

5 dari 7 halaman

Fashion Berbahan Kain Tenun Ala Shabura Sebastian

Dream - Kain tenun merupakan salah satu kain khas Indonesia yang banyak digemari masyarakat. Selain di Tanah Air, tenun juga mulai berkibar di dunia fashion internasional. 

Material berbahan lembut dan unik jadi keunggulan kain ini.

Selain kualitas, kain tenun menjadi idola karena teknik merancang bahan ini menjadi karya fashion tak mudah dilakukan.

Tak mengherankan jika banyak desainer tanah air yang mengolah kain khas Indonesia ini akan selalu menghasilkan karya memukau yang diminati fashionista dalam dan luar negeri.

Salah satunya desainer tersebut adalah Shabura Sebastian dari Satu Studio.

Menghadirkan koleksi Season of Soul, Shabura berkolaborasi dengan Cita Tenun sebagai pemasok kain tenun tradisional.

 Shabura Sebastian

Foto: Shabura Sebastian/Dream.co.id-Anya

Hadir sebagai tamu dalam acara Satu Studio x Cita Tenun di Jakarta, Selasa, 2 September 2019, Okke Hatta Rajasa memberikan dukungan penuh pada hasil karya Shabura.

 Shabura Sebastian

Foto: Shabura Sebastian(tengah)/Dream.co.id-Anya

" Dahulu orang tahu tenun dipakai untuk acara adat, tapi kain tenun bisa juga diolah dan digunakan untuk sehari-hari dan kekinian.”

6 dari 7 halaman

Tips Memilih, Mengolah & Merawat Kain Khas Indonesia

Dream - Memakai kain khas Indonesia bisa jadi suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi jika kamu berkesempatan menggunakan saat traveling ke luar negeri.

Sudah banyak cerita traveler yang banyak mendapat lirikan mata dari warga lokal di beberapa negara di dunia. Mereka yang penasaran bahkan memberanikan diri bertanya tentang keunikan kain khas Indonesia yang dipakai. 

Selain motifnya yang unik, kain khas Indonesia pun nyaman dipakai untuk acara formal maupun informal. Bahkan, cocok dipakai para milenial.

Tapi sebelum memakai kainnya, kamu perlu cari tahu beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih, mengolah dan merawat kain khas Indonesia.

Memilih Kain

" Sebelum beli, lihat dulu jahitan di balik pakaiannya. Berantakan atau nggak," ungkap Nila Baharuddin, Desainer Kain Etnik di The Broadway Kemang, Jakarta Selatan, Senin 11 Februari 2019.

Jika jahitannya sudah rapi, perhatian berikutnya adalah motif di belakang pakaian. " Ada yang di balik pakaiannya, motifnya pudar. Itu berarti nggak sebagus kain yang ditulis. Kalau dilihat sekilas, sama motif di depan dan belakangnya," tambah Nila.

Biasanya kain dengan kualitas seperti yang dijabarkan di atas dijual dengan harga yang cukup menguras kantong. Ini wajar karena harga menentukan proses pengerjaannya. 

" Semakin bagus kainnya, semakin bagus pengerjaannya, semakin lama prosesnya dan semakin naik harganya," katanya.

 Instagram.com/nila_baharuddin

Foto: Instagram.com/nila_baharuddin

Usai memilih kain, pilihlah warna netral agar mudah dicocokkan dengan berbagai warna pakaian. " Untuk koleksi pertama, pilih warna netral seperti coklat atau hitam supaya mudah dipadukan dengan banyak warna," imbuhnya.

Motifnya pun perlu kamu sesuaikan dengan bentuk tubuhmu. Untuk orang berpostur kecil sebaiknya hindari kain bermotif besar. 

" Kadang suka ada yang motifnya binatang besar dan sudah memenuhi setengah kaki kita. Motif lain nggak terlihat. Jadi, yang bertubuh kecil pakai motif kecil saja," jelas Nila.

7 dari 7 halaman

Mengolah Kain

" Rata-rata, kain seperti sarung itu ukurannya 1,8 sampai 2 meter. Model basic yang bisa dibuat millenial adalah rok. Atau bisa juga buat blazer dan dipadukan dengan gaya kekinian," tuturnya.

Dengan model simpel, kain yang digunakan tidak akan terbuang banyak. Penjahit juga lebih mudah membuat model yang sesuai dengan keinginanmu.

 Instagram.com/nila_baharuddin

Setelah terbiasa membuat pakaian dengan kain khas Indonesia, kamu bisa mencoba model yang sedikit rumit seperti bolero atau jaket.

" Kalau sudah terbiasa, bisa main berbagai model. Untuk atasan, bisa pakai 1 kain. Lalu, ditambahkan dengan 1 selendang. Satu kain untuk atasan itu bisa dipakai untuk yang berhijab juga," katanya.

Merawat Kain

" Untuk kain tertentu, nggak boleh dicuci. Hanya diangin-anginkan. Lagipula, kain yang sudah bagus tentunya hanya dipakai ke acara seperti wisuda atau pesta. Kalau mau dicuci, pakai sampo. Jangan pakai deterjen supaya motif, kain dan warnanya nggak rusak," jelasnya.

Selain tidak boleh dicuci, kain tidak boleh terlalu sering dilipat. Semakin sering dipakai akan semakin awet. " Harus sebulan sekali dibuka dan diangin-anginkan supaya benangnya nggak 'tidur'," tegas Nila.

 Instagram.com/nila_baharuddin

Kalau tidak sering dipakai dan hanya dilipat, jahitan kain bisa rusak. " Kalau nggak dipakai, jahitan dan sambungannya malah 'brodol' karena terlalu lama disimpan. Seperti kain, kalau terlalu lama disimpan jadi kuning-kuning," tutupnya.

Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal
Join Dream.co.id