5 Mitos Tentang Area Kewanitaan yang Seringnya Dipercaya Perempuan

Lifestyle | Jumat, 6 September 2019 10:30
5 Mitos Tentang Area Kewanitaan yang Seringnya Dipercaya Perempuan

Reporter : Zaki

Tengok lebih jauh tentang faktanya yuk!

Jadi perempuan masa kini harus peka dan peduli dengan kesehatan diri. Nggak terkecuali area organ intim. Memang sih dulu membicarakan organ intim masih dianggap tabu sehingga nggak banyak dibahas. Hal ini kemudian memunculkan banyak mitos yang sayangnya masih banyak dipercaya sampai sekarang.

Sering buka medsos, tapi nggak update sama yang namanya mitos, yakin kamu masih mau begini? Yuk, buruan bongkar mitos seputar kesehatan area intim di sini!

Cuaca nggak mempengaruhi kondisi organ intim

5 Mitos Tentang Area Kewanitaan yang Seringnya Dipercaya Perempuan

Pernyataan di atas ternyata hanyalah mitos belaka. Faktanya, perubahan cuaca jadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan tubuh, nggak terkecuali kondisi area kewanitaan. Hal ini diutarakan Dr. Raquek Dardik, MD, gynecologist and clinical associate professor di NYU Langone's Women's Health Center yang menyebutkan suhu area kewanitaan juga mengalami perubahan, misalnya berubah lembab saat cuaca dingin. Sebaliknya, memasuki musim kemarau kondisi Miss V juga dapat mengalami dehidrasi dan menjadi lebih kering sehingga rentan mengalami iritasi.

Pakaian yang digunakan nggak mempengaruhi kesehatan area kewanitaan

5 Mitos Tentang Area Kewanitaan yang Seringnya Dipercaya Perempuan

Siapa bilang pakaian yang digunakan nggak mempengaruhi kesehatan area kewanitaan? Salah besar. Jika kamu sering mengalami rasa gatal atau lecet di area intim, bisa jadi penyebabnya adalah pakaian yang digunakan. Sebaiknya hindari pakaian yang terlalu ketat, seperti legging atau skinny jeans yang bikin Miss V terasa kurang nyaman dan sulit mendapatkan udara. Selain itu, pilih celana dalam yang bahannya mendukung sirkulasi udara.

Membersihkan area kewanitaan dengan air saja cukup

5 Mitos Tentang Area Kewanitaan yang Seringnya Dipercaya Perempuan

Banyak yang meyakini membersihkan area kewanitaan cukup dengan menggunakan air saja. Padahal pH air berbeda dengan pH Miss V yang seharusnya berkisar antara 3,5 hingga 4,5. Selain perbedaan pH, Sahabat Dream juga sulit mengetahui kualitas air yang digunakan untuk membersihkan organ intim, yang belum tentu terjamin kebersihannya.

Sabun pembersih kewanitaan nggak boleh digunakan saat haid

5 Mitos Tentang Area Kewanitaan yang Seringnya Dipercaya Perempuan

Saat sedang haid, Miss V justru lebih berisiko mengalami infeksi akibat bakteri, jamur, maupun parasit. Untuk menjaga kesehatan area kewanitaan, bukan hanya rutin mengganti pembalut tapi juga bersihkan dengan cara yang tepat. Jangan gunakan sabun mandi, tapi pakai sabun khusus pembersih kewanitaan dengan pH cenderung asam.

Sabun bayi bisa digunakan untuk membersihkan area kewanitaan

5 Mitos Tentang Area Kewanitaan yang Seringnya Dipercaya Perempuan

Sabun bayi sering dipilih karena dianggap nggak memicu iritasi, terutama bagi kulit sensitif. Sayangnya, pH sabun bayi masih cenderung basa sehingga kurang cocok untuk membersihkan area kewanitaan yang cenderung asam.

Faktanya, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area intim, kamu butuh sabun pembersih kewanitaan khusus yang memiliki pH sesuai, yaitu antara 3,5 sampai 4,9. Pembersih kewanitaan juga dibutuhkan dalam any stages of life, mulai dari remaja hingga menopause. Terlebih buat para active woman yang selalu disibukkan dengan aktivitas harian sehingga kondisi area kewanitaan yang fresh jadi salah satu cara mendongkrak rasa percaya diri.

Ada banyak sabun pembersih kewanitaan yang beredar di pasaran, harus pilih yang mana? Percayakan saja perawatan dan kebersihan area kewanitaan pada Andalan Feminine Care Intimate Wash yang selalu jadi andalan di setiap momen. Pembersih area kewanitaan yang satu ini aman digunakan karena memiliki formula bahan alami seperti sirih sebagai antibiotik alami, aloe vera dan chamomile berperan untuk menjaga kelembapan dan menyamankan kulit. Nggak ketinggalan kandungan milk extract di dalamnya mampu memberikan sensasi lembut pada kulit.

5 Mitos Tentang Area Kewanitaan yang Seringnya Dipercaya Perempuan

Andalan Feminine Care Intimate Wash juga memiliki kandungan prebiotic concept, yang terdiri dari Lactic Acid, Sodium Lactate, dan Salicylic Acid yang berperan untuk menjaga level pH area kewanitaan. Produk ini juga hypoallergenic dan teruji secara dermatologi dengan kandungan bebas paraben dan alkohol untuk memberikan perawatan maksimal di area kewanitaan. Produk ini juga salah satu yang direkomendasikan para obgyn karena sudah lulus uji ginekologi dan halal. Jadi, tak perlu cemas menggunakannya secara rutin.

Benefit yang nggak kalah penting adalah kandungan bahan-bahan alami dalam produk ini dapat membuat sensasi segar yang tahan sepanjang hari. Bikin area kewanitaan jadi lebih nyaman saat beraktivitas, nggak perlu khawatir lagi dengan kondisinya yang terlalu lembap atau justru cenderung dehidrasi saat menghadapi kegiatan padat di tengah cuaca panas. Andalan Feminine Care Intimate Wash sendiri terdiri dari 3 varian produk. Mulai dari Andalan Fresh Intimate Wash, Andalan Revitalize Intimate Wash, dan Andalan Natural White Intimate Wash. Untuk informasi selengkapnya, follow social media @AndalanFeminineCare atau klik di sini.

Itu tadi beberapa mitos seputar area kewanitaan yang banyak beredar. Yuk, biasakan cek faktanya dulu sebelum terlanjur percaya! (adv/eth)

Terkait
Join Dream.co.id