5 Desainer Indonesia Ramaikan JFW 2021 Lewat 'The Fashion of Hearts'

Lifestyle | Senin, 23 November 2020 17:34
5 Desainer Indonesia Ramaikan JFW 2021 Lewat 'The Fashion of Hearts'

Reporter : Dwi Ratih

Jangan sampai kelewatan.

Dream - Lima desainer tanah air bakal memamerkan karya terbarunya di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2021 yang digelar 26 hingga 29 November 2020.

Berada di satu panggung yang digawangi Lazada, kelima desainer itu akan hadir dalam tema The Show of Hearts pada 27 dan 28 November 2020.

Pekan mode tahunan terbesar ini pertama kalinya akan diselenggarakan secara virtual lewat berbagai platform digital. Sahabat Dream bisa menyaksikan koleksi lima desainer Indonesia itu secara live streaming di aplikasi Lazada.

Kelima desainer itu adalah 3Mongkis, SSST, HAM! Jeansku, Nadjani, dan Warning Clothing. Bisnis kelima desainer itu juga terimbas pandemi Covid-19.

Mereka harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi, mulai harus menutup toko, kehilangan partner kerja, hingga keinginan untuk bisa ikut membantu sesama insan kreatif.

Namun semua tetap memiliki semangat tinggi dan tidak menghentikan upaya mereka untuk terus berkarya, saling bekerjasama, dan berkolaborasi bahkan dengan seniman jalanan.

Berikut profil lima desainer Indonesia yang ditampilkan dalam The Show of Hearts dan kisah perjuangan dari hati mereka untuk tetap bertahan dan berkarya.

2 dari 6 halaman

SSST – Super Sentimental Secret Theory

SSST atau “ Super Sentimental Secret Theory” adalah sebuah merek fesyen yang digagas desainer Bandung, Mielka Raputra Bardin.

Melalui desain streetwear yang menjadi ciri khas SSST, Mielka menuangkan ide dan pesan kuat di setiap koleksinya: Setiap hal yang dilakukan dari hati, akan sampai juga ke hati.

SSST adalah brand yang lahir di masa pandemi dan sejak awal berdiri tim SSST sangat memahami keterbatasan yang ada sehingga seluruh kolaborasi dan komunikasi dilakukan secara virtual.

 SSST – Super Sentimental Secret Theory
© Instagram.com/ssst_id

Dampak masa pandemi, membuat brand ini kental dengan membawa pesan kebersamaan dalam setiap koleksinya. Salah satunya adalah pesan mengenai kolaborasi dalam menciptakan karya desainnya.

Mereka menganggap, pada masa ini hal terpenting bukanlah bersaing, melainkan berkolaborasi dan menyatukan banyak hati dalam menciptakan koleksi fesyen untuk Indonesia.

Bagi SSST, penyemangat mereka dalam berkarya adalah kesempatan untuk berkarya bersama tim yang sehati dan apresiasi dari pecinta fashion Indonesia.

3 dari 6 halaman

HAM! Jeansku

Tiga tahun berkarya, tim desainer HAM! Jeansku sukses menggabungkan seni dan kebanggaan atas jati diri sebagai warga negara Indonesia melalui koleksi desain denim besutannya.

HAM Jeansku! adalah brand streetwear lokal yang mulai produksi di Oktober 2017, digawangi Vincent Mikhael Ham, pemilik brand sekaligus desainer utama dari brand HAM! Jeansku yang sudah menekuni dunia garmen sejak masih duduk di bangku SMA.

Awalnya brand HAM! Jeansku hanya fokus pada produksi dan penjualan celana jeans, namun seiring dengan berkembangnya brand HAM! Jeansku mulai merambah pada produksi kaos dan jaket streetwear.

Setiap produk HAM! Jeansku ini dibuat artisan asal Indonesia, dengan motif zigzag khas corak Indonesia yang dijahit ke produk-produk jeans, yang menjadi salah satu pembeda produk HAM! Jeansku dari jeans-jeans merk lokal lainnya.

 HAM! Jeansku
© HAM! Jeansku

Untuk koleksi tahun ini, HAM! Jeansku turut berkolaborasi dengan artisan dari Bekasi dan Jakarta Barat.

Mereka juga pernah berkolaborasi dengan seniman jalanan Kota Tua yang kehilangan pelanggan semenjak pandemi yang membuat jalanan sepi untuk koleksi hari kemerdekaan Agustus lalu.

Melalui slogan ”More Than Just the Blue in Jeans”, HAM! Jeansku ingin berbagi cerita dan menyajikan sesuatu yang lebih dari birunya denim.

Menjalani tahun ketiga, mereka tetap mempunyai semangat yang sama untuk mencurahkan hati yang bangga pada Indonesia dalam desain pakaian mereka.

4 dari 6 halaman

Warning Clothing

 Warning Clothing
© Instagram.com/warningclothing

Warning Clothing berawal pada 2000 di Bandung. Melalui konsep “ slice of life”, Warning Clothing bermaksud untuk terus mengiringi perjalanan hidup di setiap era, membingkai, menyampaikan dan memaknai kehidupan dengan cara yang unik.

Terinspirasi dari keriuhan desain-desain yang mencolok, Warning ditujukan untuk untuk mereka yang memilih menjadi berbeda dengan cara yang halus dengan menghadirkan koleksi sederhana namun tetap berkarakter.

Tampilan basic dan timeless selalu menjadi ciri khas Warning Clothing karena memang koleksinya dirancang untuk penggunaan sehari-hari.

5 dari 6 halaman

3Mongkis

3Mongkis merupakan salah satu brand fesyen lokal yang menawarkan beragam busana sehari-hari mulai dari baju, blazer serta celana yang terinspirasi gaya hidup modern.

3Mongkis menyediakan rangkaian busana kasual maupun edgy untuk menjawab kebutuhan penggemar fesyen tanah air.

Salah satu visi yang dimiliki 3Mongkis adalah turut mengambil bagian dalam gerakan fesyen yang berkelanjutan (sustainable fashion).

 3Mongkis
© Instagram.com/3mongkis

Mereka percaya bahwa setiap langkah kecil memiliki arti dalam membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Hetty Awi selaku pemilik brand 3Mongkis percaya bahwa segala sesuatu dapat dicapai melalui kerja keras. Hal tersebut terlihat dari Hetty yang mengawali kariernya di industri fesyen dengan membantu bisnis keluarga di bidang garmen, hingga kini Hetty memiliki label sendiri.

Melalui dedikasi dalam berkarya dan menciptakan koleksi pakaian terbaik, Hetty yang pada mulanya memasarkan produk melalui toko di pusat perdagangan tradisional kini berhasil membuka toko offline di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta.

Selain memanfaatkan berbagai platform untuk memaksimalkan penjualan mereka, 3Mongkis juga turut berkolaborasi bersama figur-figur inspiratif terkenal seperti Nadcil dan Kallula.

Hal ini didasari dari semangat besar mereka untuk mencurahkan hati dalam berkreasi menciptakan koleksi fesyen yang lebih baik dan semakin beragam.

6 dari 6 halaman

Nadjani

Nadjani fesyen untuk busana muslimah yang diciptakan Nadya Amatullah Nizar, seorang perempuan inspiratif lulusan salah satu Sekolah Fashion Design di Bandung.

Melalui motif print flora dan pemilihan warna yang tegas menjadikan koleksi busana dari Nadjani memiliki ciri khas yang selalu diminati para konsumennya.

Terinspirasi dari bentuk-bentuk tumbuhan, bunga serta warna-warna yang ciamik, Nadya Amatullah Nizar mengakui bahwa setiap karya yang dihasilkan selalu didasari perhitungan dan hasil riset yang memadai terkait dengan apa saja yang dibutuhkan dan diminati penggemar fesyen tanah air.

 Nadjani
© Instagram.com/nadjaniindonesia

Seiring dengan tren di masa pandemi, Nadjani juga memiliki koleksi mukena, set pakaian olahraga serta koleksi celemek yang dapat menunjang hobi memasak para perempuan Indonesia.

Baginya, di saat seperti ini sudah sepatutnya desainer memiliki nilai khusus yang dapat berkontribusi terhadap apa yang tengah dirasakan masyarakat luas dan tidak berfokus pada keuntungan semata.

Nadjani tetap bertahan dan berkarya dari hati demi mereka yang menggantungkan penghidupan pada Nadjani.

Hal tersebut terlihat dari strategi yang dilakukan tim Nadjani yang memanfaatkan teknologi yang memiliki peranan penting untuk menjangkau seluruh konsumen dalam memasarkan koleksi mereka.

Join Dream.co.id