Perempuan Lebih Rentan Alami Gangguan Cemas, Jangan Ragu Cari Bantuan

Fresh | Senin, 6 Juni 2022 11:00

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Ubah stigma, konsultasi ke psikolog hal yang wajar kok.

Dream - Di dunia, 1 dari 5 orang diperkirakan mengalami isu kecemasan dan depresi. Sebagian dari isu kesehatan mental ini sudah mulai dirasakan sejak usia 14 tahun.

Berdasarkan riset, gender yang paling banyak mengalami kecemasan dan isu kesehatan mental adalah kaum perempuan. Tuntutan sosial dan menjalani peran ganda jadi salah satu pemicunya.

 Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Hal ini karena peran perempuan lebih menjalar dari rumah dapat tekanan, karir juga tekanan entah karirnya kurang tinggi atau terlalu tinggi, pertemanan juga ada tekanan,” ujar Karina Negara, Psikolog Klinis & Co-Founder KALM pada konferensi virtual Maybelline Brave Together, Jumat 3 Juni 2022.

Kecemasan dan isu kesehatan mental memang lebih berisiko dialami perempuan. Kabar baiknya, mereka lebih mudah menceritakan masalahnya ke orang lain. Dengan bercerita, hati akan merasa lega dan akan menjadi lebih tenang.

“ Perempuan bisa lebih mudah binta bantuan dan cerita ke orang lain tentang masalahnya yang menjadi faktor pelindung untuk kesehatan mentalnya. Perempuan meskipun rentan, tapi optimis lebih sembuh karena lebih mudah cerita,” ujar Karina.

Perempuan Lebih Rentan Alami Gangguan Cemas, Jangan Ragu Cari Bantuan
Shutterstock
2 dari 5 halaman

Kesadaran Tentang Kesehatan Mental dan Faktor Pemicu

Isu kesehatan mental juga menjadi isu yang cukup ramai diperbincangkan di Indonesia. Berdasarkan studi yang dilakukan Maybelline New York bersama Jakpat, seluruh responden survei pernah merasakan setidaknya satu ciri-ciri kecemasan dan depresi. Seperti merasa tidak berharga, kehilangan minat, perubahan pola tidur, hingga pikiran menyakiti diri sendiri.

Beberapa isu yang mendorong kecemasan antara lain akan masa depan, takut menjadi dewasa, tekanan, dan takut dihakimi. Hanya 6 dari 10 responden menyadarinya bahwa perasaan tersebut adalah salah satu isu kesehatan mental.

 

3 dari 5 halaman

Kesadaran Atasi Depresi Cukup Tinggi, Namun…

 Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Hampir 70% responden memilih berdoa atau bercerita dengan teman untuk mengatasi masalah kesehatan mental dirinya.

Meskipun tingkat kesadaran yang cukup tinggi, faktanya hanya 15% yang memilih pergi ke psikolog untuk membantu menanganinya.

 

4 dari 5 halaman

Rendahnya Konsultasi ke Psikolog Karena Stigma yang Ada

Rendahnya tingkat prevalensi responden yang pergi ke psikolog untuk menangani isu ini masih erat kaitannya dengan stigma negatif terkait kesehatan mental.

Menanggapi kondisi global ini, Maybelline New York, meluncurkan Brave Together, sebuah komitmen global untuk menghilangkan stigma terhadap isu-isu kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi serta memberikan akses bantuan 1:1 kepada mereka yang membutuhkan.

 Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Maybelline percaya akan kekuatan untuk membuat impian menjadi nyata. Untuk itu kami mendukung setiap orang menjadi percaya diri, bereksplorasi, dan membuat perubahan. Terlebih dari itu, kesehatan mental adalah fondasi untuk membuat segalanya memungkinkan," kata Carla Mangindaan, Brand General Manager Maybelline Indonesia.

 

5 dari 5 halaman

Mengubah Stigma Negatif Soal Konseling Terkait Isu Kesehatan

Mengubah stigma negatif terkait isu kesehatan mental dan Maybelline memberikan akses bantuan konseling secara gratis bekerjasama dengan KALM, sebuah platform konseling online berbasis aplikasi yang menaungi lebih dari 200.000 psikolog professional.

“ Kami sadar bahwa hambatan seperti stigma, kurangnya pengetahuan serta keterbatasan biaya membuat orang ragu dan lalu menjadikan konseling dengan tenaga. profesional menjadi pilihan terakhir,” jelas Karina.

Maybelline dan KALM berkomitmen akan memberikan konseling gratis kepada 10.000 generasi muda Indonesia melalui kampanye Brave Together.

" Kami bersyukur dapat merangkul lebih banyak lagi individu yang siap mengambil langkah kecil dan besar, untuk menghadirkan perubahan positif dalam hidupnya,” tambah Karina.

Untuk mendapatkan konseling gratis dari Maybelline, unduh aplikasi KALM di Google PlayStore atau App Store dan gunakan kode BRAVE 33-33-33-33. Selain konseling, Maybelline juga akan memberikan rangkaian edukasi melalui webinar gratis. (mut)

Join Dream.co.id