Wakatobi, Kabupaten Muda Peraih Prestasi Terbanyak

Jejak | Jumat, 27 November 2015 12:32
Wakatobi, Kabupaten Muda Peraih Prestasi Terbanyak

Reporter : Puri Yuanita

Penghargaan demi penghargaan diraih Wakatobi. Salah satu yang terkini adalah penghargaan sebagai Bandara Terbaik di seluruh Indonesia.

Dream - Meskipun baru berusia satu tahun, Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara telah meraih segudang prestasi dan pengakuan dunia internasional atas potensi yang dimilikinya.

Salah satu yang terkini adalah penghargaan sebagai Bandara Terbaik di seluruh Indonesia untuk Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Tingkat Nasional.

Di bulan November ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) juga memberi penghargaan kepada Hugua, Bupati Wakatobi, sebagai salah satu dari delapan pemimpin daerah yang mendapat Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia.

Penghargaan ini akan diserahkan secara resmi pada acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ini adalah penghargaan yang ditujuan bagi walikota/bupati yang peduli melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan lokal untuk pembangunan yang berkeadaban.

Hugua bersanding dengan 7 pemimpin daerah lainnya, yaitu Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta), Enthus Susmono (Bupati Tegal), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Ali Yusuf (Walikota Sawahlunto), Wilhelmis Foni (Plt Bupati Belu), dan Jimmy F. Eman (Walikota Tomohon).

" Selain itu, Wakatobi juga ditetapkan sebagai Pusat Segitiga Terumbu Karang Dunia," ujar Hugua seperti dikutip dari situs Kementerian Pariwisata.

Penetapan itu dilaksanakan pada saat Round Table Meeting (RTM) yang digelar di Wakatobi pada 19 Mei 2011 dan dihadiri oleh lima negara anggota Coral Triangle Initiative (CTI) lainnya yaitu Kepulauan Solomon, Papua Nugini (PNG), Timor Leste, Filipina dan Malaysia.

Penghargaan lain datang dari UNESCO yang menetapkan kawasan Taman Nasional (TN) Laut Wakatobi sebagai salah satu kawasan cagar biosfer dunia yang ada di Indonesia.

" Tidak hanya itu, kapal-kapal sail nasional dan internasional juga mampir di Wakatobi, kabupaten ini juga merupakan pintu gerbang perekonomian di wilayah Timur karena seluruh kapal yang menuju ke sana harus melewati Selat Wangi-Wangi terlebih dahulu," tambah Hugua.

Wakatobi merupakan kabupaten yang terdiri dari 97 persen wilayah perairan dan 3 persen wilayah daratan, dikelilingi sembilan budaya yang memperkaya potensi yaitu wanci, mandati, kaledupa, binongko, tomia, kapota, cia-cia, lia dan bajo.

Dominasi wilayah perairan membuat kabupaten ini menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.

Menteri Koordinator Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengatakan bahwa Wakatobi memiliki potensi yang tidak kalah dengan kabupaten lain di Indonesia, hanya saja ada beberapa hal yang harus terus dikembangkan untuk meraup wisatawan lebih banyak.

" Kesempatan Wakatobi mengembangkan wisata benar-benar didukung oleh pemerintah pusat, sebagai top 10 destinasi di Indonesia, Wakatobi harus melakukan pembenahan khususnya untuk listrik, armada pesawat dan fasilitas restoran," jelas Puan.

Puan Maharani menghimbau kepada Bupati Wakatobi, Hugua, untuk segera berkirim surat kepada pemerintah pusat untuk menambah armada pesawat dan kapal pesiar.

" Sudah menjadi tanggung jawab kepala daerah untuk memakmurkan wilayah dan masyarakatnya," tambah Puan Maharani. (Ism) 

Terkait
Join Dream.co.id