Modest Wear yang Terinspirasi dari Taksi hingga Video Game

Mix And Match | Jumat, 21 Desember 2018 12:12
Modest Wear yang Terinspirasi dari Taksi hingga Video Game

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Karyanya unik tanpa melupakan kaidah Islam.

Dream - Sepuluh desainer muda menampilkan karya busana muslim ready to wear di acara Haflatu at Takhorruj Batch 4, Bandung, Rabu 19 Desember 2018.

Perhelatan ini sekaligus menjadi upacara kelulusan sekolah fashion muslim pertama di Indonesia, Islamic Fashion Institute (IFI).

 Graduation IFI Bacth 4
© Foto: Islamic Fashion Institute

Tema 'Notre Voyage', yang dalam bahasa Prancis artinya 'Perjalanan Kami' melambangkan perjuangan mereka dalam meraih mimpi.

Perjalanan singkat selama satu tahun dicurahkan ke dalam 10 koleksi modest wear. Busana dikemas secara apik tanpa melupakan kaidah Islam.

Berasal dari latar belakang yang berbeda, setiap karya memiliki ciri khas masing-masing. Berikut ini keseruan dari para graduates IFI batch 4.

2 dari 6 halaman

Rifdatul Khoiro & Haliza Apriana

 Graduation IFI Bacth 4
© Foto: Islamic Fashion Institute

Rifdatul mengangkat budaya Jambi lewat koleksi 'Elok' yang berarti cantik. Para model memakai tengkuluk, penutup kepala khas Melayu. Koleksinya menampilkan 13 motif kain batik Jambi dengan filosofi yang berbeda, diantaranya Angsa Dua, Durian Pecah dan Kapal Sanggat.

Sebanyak 8 busana ditampilkan dengan warna maroon, biru, mustard, cokelat dan hitam yang merupakan identitas Kota Jambi.

Beralih ke mancanegara, Haliza membawa koleksi 'Yugeen' yang terinspirasi dari taman di Jepang. Mengacu pada tren forecasting singularity 2019-2020 dengan sub tema New Age Zen, siluet busana dibuat ke dalam cutting A, H dan O line.

3 dari 6 halaman

Siti Nursabila & Dwi Dantika

 Graduation IFI Bacth 4
© Foto: Islamic Fashion Institute

Koleksi 'New Yorkers' milik Siti menggambarkan kesibukan Kota New York di Amerika. Adapun ikon yang mudah dikenali dari kota itu adalah taksi yang tercermin dalam paduan warna kuning. Sementara abu-abu melambangkan keseimbangan yang bersifat netral.

Busana juga mengambil detail bangunan yang dituang ke dalam style urban dengan teknik patchwork.

Terinspirasi dari hutan gundul di Borneo, Kalimantan, Dwi mengangkat harapan akan pulihnya Borneo sebagai paru-paru dunia dalam koleksi 'Snova Rasti'. Busana dibuat dengan gaya Feminine Romantic bertema Cortex: Fractalicious. Bahan organza, satin dan tulle sesuai dengan karakteristik Fractalicious yang lentur, tipis dan berdinamika.

4 dari 6 halaman

Felicia Joufrine & Putri Kharisma

 Graduation IFI Bacth 4
© Foto: Islamic Fashion Institute

'Untitled' karya Felicia merupakan persilangan budaya Dayak, Kalimantan Timur dengan kontemporer urban culture. Dituang ke dalam grunge style, motif Dayak dibuat memakai spray grafitti dan stencil art. Koleksinya memakai siluet H dan O dengan warna maroon, mocha dan grey.

Nuansa cute dan playful dibawakan oleh Putri dalam koleksi 'Kanau'. Berandai-andai tentang video game, Putri menuangkan ide tentang Luncheon Kingdom, sebuah kerajaan di dunia Super Mario Odyssey.

Mengacu pada tren Exuberant: Posh Nerds, konsep sporty streetwear dituang ke dalam 8 busana muslim ready to wear. Material fleece, scuba, baby canvas dan thermoplastic polyurethane (TPU) diolah dengan teknik printing dan patchwork.

5 dari 6 halaman

Mashita Prieska & Shafiradita Farhani

 Graduation IFI Bacth 4
© Foto: Islamic Fashion Institute

Mashita mendesain 'Reis' yang terinspirasi dari  keindahan sawah di Bali saat matahari terbit dan terbenam. Perpaduan siluet A dan X dengan warna gold, dijon, marigold serta black membuatnya terkesan mewah. Bahan satin dan tulle yang dipadu dengan detail embroidery dan beads menambah kesan feminin.

Sementara itu, Shafiradita membawakan koleksi 'Belleza' yang terinspirasi dari Las setas de la encarnacion, yakni arsitektur Jerman yang ada di Spanyol. Struktur bangunan yang berbentuk jamur dan waffle membuatnya menjadi ikon baru di Spanyol sebagai bangunan kontemporer. Teknik opnaisel dan warna earth tone memberi kesan lembut dan elegan.

6 dari 6 halaman

Firman Nurimansyah & Minatilah Maupurah

 Graduation IFI Bacth 4
© Foto: Islamic Fashion Institute

Suasana era mesin uap menginspirasi koleksi 'Age of Steam' karya Firman. Karya busana yang menampilka  kerja keras dari kegiatan pabrik ini mengacu pada tren Neo Medieval dengan sub tema Armory.

Koleksinya didominasi dengan siluet i-line dengan material printing pada bagian koran. Material stone washed denim, baby canvas dan linen melambangkan karakter pekerja yang praktis dan gesit.

Minatilah tedinspirasi dari budaya Turki ketika mendesain koleksi 'Vis-a-vis'. Keragaman budaya diimplementasikan ke dalam busana urban chic dengan bertema Festive Fiesta. Perpaduan motif tradisional dan modern dibuat memakai bahan katun, linen, tenun dan denim.

Join Dream.co.id