Desainer Hijab Indonesia Siap Bikin Tren Mode Dunia

Mix And Match | Jumat, 9 November 2018 10:10
Desainer Hijab Indonesia Siap Bikin Tren Mode Dunia

Reporter : Cynthia Amanda Male

Koleksi mereka bakal menyita perhatian fashionista.

Dream - Industri kreatif tengah jadi perhatian pemerintah Indonesia. Salah satu industri yang mendapat perhatian besar dan berhasil meningkatkan kualitasnya di mata dunia adalah fashion.

Jika dulu Indonesia masih berusaha mengikuti tren dunia, kini desainer lokal mulai membentuk tren tersendiri.

Hal ini ditunjukkan pada pagelaran Jakarta Fashion Trend 2019 yang diadakan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Jakarta.

" Ini merupakan event pertama kami yang mengacu pada hasil riset trend forecasting untuk 2019. Desainer kami pun berkolaborasi dengan pengrajin daerah untuk menciptakan dan mensosialisasikan tren," Hannie Hananto, Ketua Indonesia Fashion Chamber Jakarta Chapter di Gran Melia, Jakarta Selatan, Kamis 8 November 2018.

 JFT 2019
© dream.co.id

Hasil riset yang diperoleh sebagai inspirasi desain adalah kemajuan teknologi Artificial Intelligence. Lalu, dibuatlah tema besar 'Singularity: The Paradox of Human Vs Artificial Intelligence'.

Tema tersebut dibagi lagi menjadi empat bagian, di antaranya Exuberant (keceriaan optimisme) yang didominasi warna cerah, Cortex (paradox kecerdasan artifisial) yang diwarnai warna 'dingin' seperti teknologi.

Neo Medival (romantisme abad pertengahan) yang diwarnai percampuran unsur masa lalu dan masa kini serta Svarga (keindahan spiritual) yang colorful dan disertai unsur budaya.

2 dari 3 halaman

Apa yang Bakal Happening?

" Bicara tren adalah bicara tentang pola pikir. Kita lihat kecenderungan global, yaitu Artificial Intelligence. Kita coba buat konsep sendiri, 'Singularity' yang diterjemahkan lagi oleh member IFC," tutur Dina Midiani, salah satu pencetus Trend Forecasting.

Tren global tersebut dituangkan dalam karya lebih dari 21 desainer lokal seperti Khanaan, Hannie Hananto, Ali Charisma, Billy Tjong, Itang Yunasz, Novita Yunus, Ichwan Thoha dan masih banyak lagi.

" Kami tidak hanya membangkitkan semangat teman-teman untuk buat koleksi, tapi juga berkolaborasi dengan pengrajin untuk menonjolkan budaya khas tiap daerah di Indonesia," kata Ali Charisma, National Chairman IFC.

Maka dari itu, beberapa desainer seperti Chaera Lee, Wignyo, Neera Alatas dan Billy Tjong ikut berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Kalimantan Barat, Dekranasda Sulawesi Barat, Dekranasda Kutai Barat dan Dekranasda Maluku Tenggara Barat, untuk menghasilkan busana yang cantik serta memiliki nilai cukup tinggi untuk bersaing di skala internasional.

Berikut salah satu hasil kolaborasi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat dengan desainer Chaera Lee dan Wignyo.

 JFT 2019
© dream.co.id

Kain khas Kalimantan Barat menjadi lebih menarik dan indah dengan dominasi warna merah muda dan cutting loose.

3 dari 3 halaman

Pesona Koleksi Desainer Hijab Lokal

Tak ketinggalan, karya desainer Fitria Aulia juga diperlihatkan di pagelaran Jakarta Fashion Trend 2019.

 JFT 2019
© dream.co.id

Koleksinya dibawakan dengan anggun melalui potongan A-line klasik yang loose dan warna netral. Pakaiannya dipercantik dengan detail obi dan tali ikat pinggang.

 JFT 2019
© dream.co.id

Join Dream.co.id