Di Balik Tren Meningkatnya Modest Fashion

Mix And Match | Kamis, 2 Agustus 2018 09:13

Reporter : Cynthia Amanda Male

Perkembangan global menandai munculnya gerakan baru di dunia fashion. Gerakan itulah yang disebut modest fashion, istilah yang merujuk pada gaya berbusana lebih tertutup dan santun.

Dream - Busana muslim sedang merajai pasar fashion Indonesia. Bahkan, beberapa produksi lokal mulai dilirik dunia.

" Di Indonesia, busana muslim sudah mulai dilirik di awal 90-an. Dan meningkat di atas tahun 2000. Dulu, yang pakai hijab sedikit. Ketika mulai banyak, desainer pun mengikuti permintaan pasar karena responnya tinggi," kata Ali Charisma, Ketua Indonesia Fashion Chamber ketika dihubungi Dream, Selasa kemarin.

Maraknya pasar modest fashion tidak lepas dari dorongan tren internasional. Modest fashion mulai dilirik ketika krisis Eropa. Akibat krisis tersebut, penjualan busana konvensional menurun dan modest fashion pun menyeruak ke permukaan.

" Dulu, permintaan busana muslim juga tinggi. Tapi, tidak terlalu kelihatan. Saat krisis sekitar 2009-2011, penjualan busana konvensional menurun dan modest fashion mulai menonjol," jelasnya.

Momen itu dimanfaatkan para pelaku fashion untuk memproduksi dan mempromosikan busana muslim. Mereka berlomba-lomba mengubah 'DNA' label supaya bisa menjual busana tertutup.

" Semuanya mengubah DNA brand-nya, supaya yang tadinya seksi maupun transparan, bisa dijadikan lebih tertutup dan dipakai semua kalangan. Permintaannya besar sekali. Perusahaan besar dan investor pun melirik modest fashion," ujarnya.

Walaupun didorong tren busana internasional, sebenarnya tren ini belum sepenuhnya menguasai pasar dunia. Hanya saja, Indonesia merupakan target pasar terbesar untuk tren ini.

Jadi, tren busana tertutup dimanfaatkan Indonesia untuk 'mendongkrak' industri fashion, sekaligus perekonomian lokal.

" Pasar modest fashion lokal sudah terlalu besar untuk tidak direspon. Di sini ada berbagai aliran modest fashion. Jadi, sayang sekali kalau sampai pasarnya diambil oleh brand luar negeri," tutur dia.

 

Di Balik Tren Meningkatnya Modest Fashion
2 dari 2 halaman

Ada Tantangan Besar

Tingginya permintaan pasar modest fashion, tidak hanya membuat para pelaku lokal bersaing antara satu dan yang lain. Tapi, Indonesia juga sedang melawan pasar potensial Asia seperti Turki dan Tiongkok.

" Di Indonesia, B2C (business to customer), retail-nya yang besar. Kalau Turki, sudah berkembang ke B2B (business to business), yang kita masih develop. Lalu, Cina sudah mulai B2B juga. Kita harus hati-hati," imbuhnya.

Indonesia masih memiliki waktu sangat panjang merebut pasar modest fashion, karena perkembangan tren ini belum mencapai 50 persen dari besarnya permintaan busana konvensional.

Masih banyak inovasi yang bisa dibuat dari tren ini, seperti gaya edgy dan scandinavian. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan beragam gaya busana tertutup.

" Sekarang ini baru saja bermunculan American Style atau gaya sporty seperti brand GAP. Masih banyak PR-nya dan euforianya pun akan bertahan," kata Ali.

Inovasi modest fashion tersebut merupakan cara untuk menyetarakan dan mengalahkan pasar busana konvensional, agar busana tertutup tetap bisa mengikuti tren gaya yang lebih spesifik.

Kehadiran inovasi ini akan membuktikan seberapa kuat tren modest fashion untuk menembus industri mode dunia.

" Belum ada busana muslim yang tembus ke Paris Fashion Week. New York Fashion Week yang diikuti desainer lokal pun belum 'prime'. Masih panjang. Kalau sudah tampil di semua negara, berarti sejajar dengan konvensional" .

Terkait
Join Dream.co.id