7 Tahun Hijup, Gaungkan Tren Hijab Lokal ke Internasional

Mix And Match | Kamis, 9 Agustus 2018 16:16
7 Tahun Hijup, Gaungkan Tren Hijab Lokal ke Internasional

Reporter : Cynthia Amanda Male

Begini cerita perjalanannya.

Dream – Perkembangan hijab di Indonesia, tidak serta-merta naik secara signifikan. Tren hijab mulai berkembang pesat pada beberapa tahun belakangan ini.

Hal ini diakui Chief Executive Officer Hijup, Diajeng lestari.

" Sewaktu saya masih kuliah sekitar 14 tahun lalu, yang memakai hijab masih sangat sedikit. Dari satu kelas berisi puluhan orang, mungkin hanya 2-3. orang saja. Waktu itu, hijab dianggap tidak stylish,"  kata Diajeng di Jakarta, Kamis 9 Agustus 2018.

Berbekal pengetahuannya semasa kuliah di jurusan Ilmu Politik, dia menyadari sangat banyak kekayaan Indonesia yang belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, masyarakatnya sangat konsumtif.

" Dari pengetahuan saat kuliah, aku berpikir 'Bisa nggak kita mengubah raw material menjadi produk?'. Jadi, masyarakat Indonesia nggak hanya mengkonsumsi, tapi bisa memproduksi juga," kata dia.

Pada 2011, Diajeng memutuskan menyediakan platform baju muslim supaya kebutuhan muslimah Indonesia bisa lebih mudah ditemukan. Apalagi, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

" Sebenarnya, hijab dan modest fashion adalah kebutuhan banyak orang. Masak kita harus memakai produk luar negeri juga?" kata dia.

Dengan bantuan teman-temannya, Diajeng berhasil mengembangkan e-commerce muslim pertama di dunia selama 7 tahun.

Dulunya, ada dua tenant di Hijup. Kini, jumlahnya meningkat jadi 200 tenant. Jumlah ini akan ditingkatkan menjadi 20 toko di akhir 2018, dan 50 toko untuk target 2019.

2 dari 2 halaman

Terus Ekspansi

Mereka juga memenuhi kebutuhan lebih dari 50 negara di dunia seperti Singapura, Malaysia dan London yang menjadi target pasar terbesar setelah Indonesia.

" Selain kebutuhan modest fashion wanita, kami juga menyediakan pakaian pria dan kosmetik. Nantinya juga akan ada skincare. Saat ini offline store di luar negeri, hanya ada di Malaysia. Rencananya akan buka juga di London," ungkapnya.

Pencapaian terbesarnya selama beberapa tahun terakhir adalah kesempatan mengisi booth di London Fashion Week. Permintaan tersebut diawali dengan kedatangan Perdana Menteri Inggris ke Indonesia yang disampaikan langsung dari British Council pada sang CEO.

Di tahun ke-tujuh, mereka juga terus menginspirasi dan menampilkan koleksi terbaru dari 200 tenan/brand lokal dan internasional. Dan berkolaborasi dengan 7 desainer untuk koleksi khusus ulang tahunnya.

" Ada scarfnya Buttonscarf dan Kami x Gitasav terinspirasi dari jajanan pasar. Untuk bajunya Vivi Zubedi dan Ria Miranda dengan koleksi Cirebonnya. Zita Delia juga, terinspirasi dari pohon cemara yang tumbuh tinggi walaupun anginnya kencang. Lalu ada Jena & Kaia dan They Talk About untuk kosmetik," ujar Hana Farid, Chief of Merchandiser & Buyer Officer Hijup.

Terkait
Join Dream.co.id