Tren Ecofashion dalam Batik Indonesia

(foto: dream.co.id/awalendiemapajarini)
HER FACE  |  17 April 2017 16:20

Dalam proses teknik pencelupan dengan menggunakan warna alam akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan celupan yang lebih banyak dibanding pewarna sintetik.

Reporter : Irma Suryani

Dream - Ecofashion merupakan tren fashion di dunia yang menggunakan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Sebagai warisan dunia yang sudah terdaftar dalam UNESCO, Batik Indonesia turut menggunakan tren ini dalam proses pewarnaannya.

Di Indonesia sendiri banyak sekali komponen hayati yang dapat digunakan sebagai pewarna alam kain batik. Pewarna alam tersebut dapat dengan mudah kita temukan di lingkungan sekitar kita.

" Warna alam ini mempunyai keunikan sendiri. Semua keaneka ragaman hayati yang ada di lingkungan hidup kita bisa kita manfaatkan dengan sebaik baiknya," kata Nita Kenzo, pengrajin batik sekaligus desainer Batik Jawa beberapa waktu lalu.

Nita Kenzo juga menyebutkan dalam proses teknik pencelupan dengan menggunakan warna alam akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan celupan yang lebih banyak dibanding pewarna sintetik.

" Proses (warna alam) berulangali. Produksinya juga cukup lama. Proses pencelupan bisa mencapai 7 sampai 20 kali. Kalo sintetik 2 kali saja sudah cukup," terang Nita Kenzo kembali.

Berbeda dengan pewarna sintetik yang akan menghadirkan warna terang dan strong pada kain batik. Meskipun proses pencelupan mencapai 20 kali, warna alam yang akan melekat pada kain batik tetap teduh dan soft sehingga akan nampak Elegant dan lebih Berkelas.

Berbagai macam hayati di Indonesia dapat dijadikan pewarna Alam. Mau dari Kayu Batang Mahoni, Kulit Kayu Duwet, Kayu Tinggi, Daun Mangga, Kulit Jeruk Julawe, sampai Indigo.

Dengan adanya tren ecofashion pada batik Indonesia ini, Nita Kenzo berharap masyarakat Indonesia dapat tetap trendy dan fashionable menggunakan busana yang ramah lingkungan.

" Warna alam harus dikembalikan lagi, Dunia menganjurkan semua kerjinan tanga diganti menjadi warna alam, agar ekosistem dunia tidak rusak dengan limbah sintetik namu tetap trendy untuk dipakai," tutup Nita.

(Laporan Awalendi Ema Pajarini)

Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Desain Baju Muslim Anak Ria Miranda x Nussa Official
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :