Kekuatan Batik Betawi Ungkap Keindahan Jakarta Malam Hari

(Foto: Elemwe di Indonesia Fashion Week)
HER FACE  |  30 Maret 2018 19:22

Sengaja diangkat motif flamboyan karena tercatat hampir punah di Jakarta.

Reporter : Ratih Wulan
Dream - Setelah sukses memukau pecinta fashion dari berbagai negara, Lily Mayasari Wijaya kembali menghadirkan batik Betawi dalam sentuhan baru. Di panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, pemilik brand Elemewe ini menghadirkan batik bertema flamboyan yang romantis.
 
Mengisi gelaran hari ketiga, Lily memboyong 12 look yang menonjolkan kekuatan motif flamboyan. Selain memperkenalkan landscape dan kebudayaan asli Betawi, wanita berperawakan mungil ini juga berkeinginan untuk memperkenalkan flora langka di Jakarta.

 Elemwe

 
" Flamboyan salah satu flora di Betawi yang hampir punah. Padahal bunga flamboyan sangat bagus membantu mengurangi polusi," tutur Lily di Jakarta Convencion Center (JCC), Jumat, 30 Maret 2018.
 
Untuk menghasilkan rancangan yang menarik, Lily sengaja memilih permainan warna yang sesuai dengan khas flamboyan. Ditampilkan dalam sentuhan tone merah, oranye dan hijau yang terlihat berani, segar dan menonjol di atas bahan dasar warna hitam.
 
" Kenapa hitam? Mengikuti tren warna teduh dan gelap yang diprediksi akan jadi tren tahun ini. Selain itu, filosofinya untuk menggambarkan Jakarta malam hari yang gelap tapi penuh kerlap-kerlip," lanjutnya.
 

 Elemwe

Sedangkan untuk pemilihan siluet, banyak dipengaruhi pengalaman Lily yang telah menjajak panggung mode di berbagai negara. Milan dan Turki memberi pengaruh besar pada detail rancangannya kali ini.
 
Meninggalkan potongan gaun klasik, Lily mencoba mengeskplorasi kemampuan desainnya dalam potongan top and bottom berdetail kekinian.
 
" Siluet ready to wear, berbeda dari sebelumnya gaun-gaun. Sejak show dari Turki, saya melihat kesukaan pasar dan terinpirasi bikin siluet lebih simpel."
 
Dari keseluruhan look yang diperagakan model terdapat potongan outer, x-line top dan dominasi tunik yang dikerjakan dengan teknik drapery. Namun, terlihat sangat berbeda dari tunik kebanyakan karena diperindah dengan detail rempel, payet dan kombinasi kulit sintesis.

 Elemwe

 
Mempertimbangkan kenyaman, Lily memilih untuk memakai kain katun. Dikerjakan dengan teknik khusus, menggunakan kain lapisan di dalamnya sebelum dibentuk dengan teknik drapery. Sehingga menghasilkan detail yang lentur dan pola indah.
 
" Detail nggak mau rumit karena ingin menonjolkan kekuatan motif bunga flamboyannya," imbuh Lily.

 Elemwe

Untuk menghasilkan motif yang benar-benar indah, Lily sengaja mendatangkan pengrajin dari Sragen, Jawa Tengah. Selama 1,5 bulan, pengrajin itu diminta melatih para pngrajin batik Betawi untuk membuat batik cap colet tulis.
 
" Kalau kita itu kan memenuhi selera pasar yang lebih fokus ke model bajunya tapi harganya di tengah-tengah. Ini targetnya kelas menegah dengan harga 700- 1,5 juta," pungkas Lily.
 
Streaming [Teaser] Exclusive Interview with Jamie Foxx & Joseph Gordon - Levitt di Film PROJECT POWER Netflix
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Streaming [Teaser] Exclusive Interview with Jamie Foxx & Joseph Gordon - Levitt di Film PROJECT POWER Netflix
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :