Hijab Modifikasi Jadi Kunci Pejudo Arab Diperbolehkan Tanding

(Foto: Bola.com/M.Iqbal Ichsan)
HER FACE  |  9 Oktober 2018 19:10

Kejadian serupa pernah dialami seorang Pejjudo wanita asal Arab Saudi pada 2012 silam.

Reporter : Ratih Wulan

Dream - Atlit Blind Judo, Miftahul Jannah mendadak viral setelah didiskualifikasi dari pertandingan Judo di Asian Paragame 2018. Miftah dianggap melanggar aturan, karena menolak melepaskan hijab yang dikenakannya.

Wasit mengambil keputusan tersebut, karena ada larangan mengenakan hijab untuk atlit Judo. Alasan keamanan dan keselamatan, menjadi pertimbangan utama di balik pelarang tersebut.

Menghadapi hal itu, Miftah memilih untuk mempertahankan prinsipnya dengan menolak anjuran melepas hijab. Atlit asal Aceh itu berbesar hati dengan keputusan tersebut.

Selain Miftah, ternyata ada Wojdan Shaherkani, seorang atlit Judo yang dilarang bertarung karena mengenakan hijab. Wojdan mewakili Arab Saudi di Olimpiade 2012 lalu.

Namun akhirnya, Wojdan akhirnya diperbolehkan untuk tetap berlaga dengan mengenakan penutup kepala. Wojdan turun ke lapangan, setelah berhasil menemukan solusi lain untuk menutup kepalanya.

Dilansir dari berbagai sumber, ternyata Wojdan mengenan hijab yang berbentuk seperti shower cap. Biasanya penutup kepala semcam ini digunakan para atlit renang untuk rambutnya. Sehingga tetap aman, ringkas dan tidak membahayakan dirinya sendiri saat berada di arena.

Wojdan mendapat pujian saat menghadapi Melissa Mojico, yang berasal dari Puerto Rico. Dia menjadi atlit Judo pertama yang tampil di kelas Olimpiade, dengan menunjukan kebesaran tekad dan prinsipnya untuk tetap berhijab.

Steve Emmanuel Divonis 9 Tahun Penjara
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Farhat Abbas Upayakan Mediasi Dengan Pihak Fairuz
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :