Hannie Hananto Khawatir `Budaya Jiplak` Desain Hijab

HER FACE  |  21 Maret 2017 19:20

Karena tidak ada etika antara sesama desainer busana muslim

Reporter : Ratih Wulan

Dream - Perkembangan fashion busana muslim luar negeri, bagi pendiri komunitas Hijabers Mom Community (HMC) Hannie Hananto, sudah berkembang dengan pesat. Bahkan bisa menjadi cambukan Indonesia untuk lebih baik lagi.

Meskipun Indonesia memiliki ciri khas desain. Tapi jangan sampai lupa dan terlalu percaya diri. Di luar sana, lanjut dia, negara juga akan terus berkembang.

" Siapa tahu lima tahun yang akan datang negara seperti Turki dan Malaysia bisa berkembang dengan baik, karena mereka itu fokusnya ke busana muslim," kata Hannie Hananto saat ditemui redaksi Dream.

Tapi satu hal yang membuat Hannie gelisah. Desainer Anemone ini melihat, budaya jiplak membuat desain busana muslim Indonesia menjadi membosankan.

" Karena tidak ada etika antara sesama desainer busana muslim. Jadi jiplak-jiplak-jiplak itu akan membuat jenuh. Begitu keluar dari satu fashion show lalu akan keluar satu Thamrin City seperti itu," tegas Hannie.

Hal ini bagi Hannie sangat berbahaya untuk perkembangan kreativitas desainer itu sendiri. Kondisi ini berpotensi munculnya keseragaman tanpa perkembangan.

" Lalu stuck, itu berbahaya loh," lanjut anggota Indonesia Fashion Chamber ini.

Lebih lanjut menurut Hannie, setiap desainer harus memiliki signature style yang kuat dan memperdalam lagi style masing-masing. 

" Setiap desainer dan setiap brand harus punya karakter. Mau nggak mau kita harus mendalami karakter kita. Nggak bisa latah apa yang sedang " in"  saat ini," tutup Hannie.  (Ism) 

Jokowi Resmi Lantik Pengisi Dua Kementerian Baru dan Kepala BRIN
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
BERANI BERUBAH: Takjil Drive Thru Masjid Al Azhar
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :