Cerita Taqwa Bint Ali Soal Larangan Penggunaan Hijab di Perancis

Her Face | Kamis, 15 April 2021 10:21

Reporter : Dwi Ratih

Aturan itu sangat memengaruhi aktivitas para hijabers.

Dream - Taqwa Bint Ali berusia 17 tahun, saat pertama kali menutupi rambutnya dengan hijab di Prancis lima tahun lalu.

Seandainya dia berusia 17 tahun saat tahun 2021, meninggalkan rumahnya dengan hijab akan membuatnya menjadi penjahat jika RUU Separatisme yang diusulkan negara itu ditulis menjadi undang-undang.

Pada 30 Maret 2021, Senat Prancis mendukung RUU tersebut, yang melarang pemakaian jilbab di depan umum untuk wanita Muslim di bawah usia 18 tahun. Aturan itu juga melarang penggunaan burkini di kolam umum, dan melarang ibu berhijab menemani anak-anak mereka dalam perjalanan sekolah.

Taqwa merupakan seorang Prancis-Tunisia yang berdedikasi untuk membina komunitas bagi wanita Muslim dan meningkatkan representasi jilbab di Prancis.

Cerita Taqwa Bint Ali Soal Larangan Penggunaan Hijab di Perancis
Foto: Instagram.com/taqwabintali
2 dari 3 halaman

Kendala wanita dalam berkarir

Vogue Arabia melaporkan bahwa Taqwa ikut mendirikan platform mode sederhana Prancis, Galeri Zarafet, serta Klub Akagi, yang merupakan tempat aman bagi wanita Muslim untuk bermain dan berlatih olahraga.

Meski gerakan mode global telah memengaruhi para petinggi industri mode perihal aturan soal hijab, namun Taqwa berkesempatan menjadi model untuk brand ternama Jean Paul Gaultier dan Fendi.

Tak jarang, Taqwa selalu menginspirasi desainer untuk memenuhi demografi Muslim dan merangkul para pengguna hijab.

Lewat wawancara dengan Vogue Arabia, Taqwa menuturkan tentang peraturan baru yang memengaruhi wanita Muslim di Perancis, " Ada banyak sekali kendala bagi wanita berhijab di Prancis yang pertama adalah Pendidikan, jilbab hanya diperbolehkan di perguruan tinggi negeri, karena ada larangan memakai jilbab di sekolah dasar, menengah, dan atas, jadi kami dibatasi dalam pilihan studi kami karena beberapa sekolah swasta tidak menerima hijab."

 

3 dari 3 halaman

Banyak yang meninggalkan Perancis

 Taqwa Bint Ali
© Instagram.com/taqwabintali

Ia juga mengatakan kalau hal ini sangat membuat frustasi, hijab dilarang untuk pegawai negeri, dan untuk perusahaan swasta. Keputusan apakah seseorang dapat memakainya atau tidak, tergantung pada para atasan.

" Ada infantilisasi nyata terhadap wanita Muslim, Kita hidup dalam masyarakat di mana wanita berhijab dilarang bekerja, berolahraga, bernyanyi di acara TV, dan menemani anak-anak dalam acara sekolah," curhatnya.

Taqwa juga menegaskan bahwa adanya aturan pelarangan tampilan hijab di Perancis mendorong banyak keluarga Muslim meninggalkan negara ini.

Laporan: Radhika Nada, Sumber: Vogue

Join Dream.co.id