Sempat Viral Tak Mau Pisah, Begini Kabar Kakek Mahmud dan Mak Cum Usai Haji

Safar | Selasa, 27 Agustus 2019 15:17
Sempat Viral Tak Mau Pisah, Begini Kabar Kakek Mahmud dan Mak Cum Usai Haji

Reporter : Eko Huda S

Bak Romeo dan Juliet. Kisah Kakek Mahmud dan Mak Cum di Tanah Suci menyedot perhatian.

Dream - Bak Romeo dan Juliet. Kisah Kakek Mahmud dan Mak Cum di Tanah Suci menyedot perhatian. Video pasangan lanjut usia ini menjadi viral. Membuat banyak orang terharu. Kala itu, Kakek Mahmud tak mengizinkan petugas haji memegang Mak Cum.

Namun kini anggota Kloter 13 Emparkasi Ujung Pandang asal Maluku Tengah itu telah kembali ke Tanah Air. Tapi beda dengan kedatangan. Saat hendak terbang dari Bandara King Abdu Aziz, keduanya terlihat terpisah.

Mak Cum yang sudah berusia 75 tahun itu terlihat sendirian, tanpa sang suami. Dia hanya ditemani jemaah haji lain dari Kloter 13 UPG. Setelah sebelumnya bersama rombongan naik bus dari Mekah.

Sementara Kakek Mahmud kali ini diantar petugas Klinik Kesehatan Haji menggunakan ambulans. Kakek 87 tahun bernama asli Mahmud Sopamena itu terlihat sakit.

" Kakek Mahmud diantar oleh KKHI dengan ambulans langsung dari Aziziah, Makkah ke bandara sini," kata petugas Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) Kloter 13 Embarkasi Ujung Pandang (UPG), Jusman Rivay Rumra.

Kakek Mahmud menjadi salah satu jemaah haji yang disafariwukufkan saat di Arafah. Bahkan pasca prosesi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kondisi kesehatan Kakek Mahmud semakin lemah. Karena itu, petugas kloter kembali merujuknya ke KKHI Mekah.

2 dari 3 halaman

Selama Prosesi Haji

Tak seperti di awal kedatangan, Kakek Mahmud yang kerap keluar masuk KKHI lebih penurut. Sikap Kakek Mahmud berubah berkat Mak Cum yang yang selalu berusaha menenangkan suaminya tersebut. " Katanya kalau mau pulang harus tenang, sabar," jelas Jusman.

Jusman Rivay mengaku telah mengajukan tanazul (mutasi antarkloter) ke Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar Kakek Mahmud dan Mak Cum bisa pulang lebih awal dari jadwa semula. Namun Mak Cum menolak dengan alasan ingin bersama teman-teman jemaah haji lainnya.

" Kata Mak Cum, kalau kamu seng (tidak) mau urus (Kakek Mahmud), biar beta yang urus (kalau kamu enggak mau urus, biar saya yang urus). Itu jawaban Mak Cum untuk kita, ya sudah mau tak mau harus kita batalkan," tutur dia.

Meski terbata-bata, Mak Cum sempat bercerita kondisi Kakek Mahmud selama di Tanah Suci. Tentang bagaimana dia berusaha selalu menenangkan suaminya. " Saya bilang, sabar kalau di tanah Makkah tidak boleh ribut. Harus nurut. Dia jawab elo (iya)," ujar Mak Cum.

Kondisi kesehatan Mak Cum sehat selama di Tanah Suci. Dia bisa mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji sendiri.

Seraya tetap mengurus kebutuhan Kakek Mahmud. Seperti menyuapi makan dan menenangkan Kakek Mahmud saat dirinya mau pergi beribadah.

" Kakek sudah mau makan nasi. kalau saya pergi ada jemaah laki-laki yang menjaga kakek," lanjut Mak Cum.

3 dari 3 halaman

Senandung Marhaban

Ternyata, ada kebiasaan yang dilakukan Mak Cum kepada Kakek Mahmud saat hendak tidur selama di Tanah Suci. Dia selalu meletakkan tangan di dada suaminya sambil menggumamkan senandung marhaban. Senandung ini yang bisa membuat Kakek Mahmud tertidur dan tenang.

Sadar sulit terpisahkan, Mak Cum dan Kakek Mahmud kembali disatukan dalam kursi pesawat.

Dengan duduk berdampingan, pasangan ini tetap bisa berdekatan dan bergandengan tangan. Harapannya, Kakek Mahmud tenang dalam perjalanan menuju kampung halaman.

" Nanti sudah dijemput keluarga di Makassar," kata Mak Cum yang membawa pulang oleh-oleh buah kurma, baju, coklat, dan bukhur.

Sumber: Liputan6.com

Terkait
Join Dream.co.id