Mereka yang Setia Hingga ke Tanah Suci

SAFAR | 19 Juli 2018 09:20

Reporter : Maulana Kautsar

Meski telah usia senja, mereka tetap bersama.

Dream - Dahlan Junaidi berjalan tertatih memasuki bus. Bersandar pada tongkat kayu berwarna cokelat tua, kakek 82 tahun ini mendaki tangga bus dengan hati-hati.

Sukses menaiki tangga, dia menuju bangku penumpang. Di sana, sudah ada Ukat Kasdilah, 80 tahun. Sang istri, yang telah duduk lebih dulu.

Ukat mendahului masuk ke dalam bus usai dibantu petugas. Nenek itu sudah tak lagi mampu berjalan. Menuju ke bus saja, dia harus menggunakan kursi roda.

" Senang sekali sampai ke Tanah Suci," kata Dahlan, Rabu 18 Juli 2018.

Dahlan memang sudah lama berniat bisa beribadah ke Tanah Suci. Tentu bersama pasangan setianya, Ukat. Niat itu baru terwujud di usianya yang sudah senja. Sehingga, dia hanya memanfaatkan sebagian besar waktunya selama di Tanah Suci untuk ibadah.

" Semoga bisa beribadah di sini," kata dia.

Berjarak tiga bangku di belakang pasangan itu, ada Olih Muslih 66 tahun, dan istrinya, Cici Kurnuasih, 43 tahun. Sama seperti Dahlan dan Ukat, pasangan Olih dan Cici begitu setia meski sudah memasuki usia senja.

Olih tidak bergerak lantaran terkena strok. Dia begitu mengandalkan kursi roda untuk bisa bergerak. Itupun tetap butuh bantuan orang lain untuk mendorongnya. Cici pun begitu sabar menemani sang suami.

Tidak terlihat raut sayu pada wajah Olih. Yang ada hanya wajah penuh kegembiraan. Strok rupanya tidak mampu mengalahkan semangat Olih untuk menunaikan ibadah haji. Alhasil, terbang 9 jam pun tak membuatnya lelah.

" Enggak melelahkan," ucap Olih sambil tersenyum.

Pasangan Dahlan-Ukat dan Olih-Cici tergabung dalam kloter Jakarta-Bekasi 02. Pukul 03.15 WIB, mereka berangkat ke Arab Saudi, menumpangi Saudia Airlines SV 5225.

Soal perjalanannya Olih punya pendapat. " Pelayanannya bagus," ucap dia.

Kloter Jakarta-Bekasi 02 tiba di Madinah, Arab Saudi pukul 09.25 WAS. Mereka tak perlu mengantre. Jalur cepat sudah tersedia bagi mereka.

Hari ini, sebanyak 17 kloter dijadwalkan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz Madinah sepanjang Rabu, 18 Juli 2018. Mereka diterbangkan dari Tanah Air sejak dini hari tadi hingga malam nanti.

Sementara data tim kesehatan Daker Bandara menunjukkan sebanyak tiga jemaah tiba dalam keadaan sakit dan harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Mereka di antaranya penderita vertigo dan kelelahan karena faktor usia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah.

Komentar
Beri Komentar
Join Dream.co.id