Tak Jadi Berhaji Karena Corona, Arif Sumbangkan Tabungan ke Fakir Miskin

Kabar Haji | Kamis, 30 Juli 2020 19:09
Tak Jadi Berhaji Karena Corona, Arif Sumbangkan Tabungan ke Fakir Miskin

Reporter : Sugiono

"Allah mungkin tidak menghendaki kami untuk pergi haji tahun ini. Tapi Allah menginginkan kami menggunakan tabungan haji itu untuk beramal."

Dream - Arif Shah sangat senang ketika mendengar namanya ada dalam daftar orang yang akan berangkat naik haji tahun ini, bersama dengan istri dan putranya.

Waktu itu pria dari Gujarat, India, tersebut sangat bersyukur. Usahanya menyisihkan uang selama bertahun-tahun ternyata tidak sisa-sia.

Namun, ketika pemerintah India mengumumkan pembatasan sosial secara nasional pada 24 Maret sebagai langkah pencegahan penularan virus corona, Arif memutuskan untuk membatalkan keberangkatannya ke Mekkah.

2 dari 6 halaman

Tabungan Haji Dialihkan untuk Amal

Sebagai gantinya, uang yang mengendap di tabungan haji dia ambil dan digunakan untuk menolong orang-orang miskin yang membutuhkan bantuan di tengah pandemi virus corona.

" Kami memang ingin sekali pergi ke Mekkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji. Tapi tiba-tiba muncul pandemi virus corona," kata pria 48 tahun itu.

" Allah mungkin tidak menghendaki kami untuk pergi haji tahun ini. Tapi Allah menginginkan kami menggunakan tabungan haji itu untuk beramal," tambahnya.

3 dari 6 halaman

Krisis Kemanusiaan Akibat Pandemi Corona

Keputusan Arif tersebut dimotivasi oleh kenyataan bahwa banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan rumah mereka sebagai akibat dari pandemi virus corona.

Pandemi yang tak berkesudahan ini telah menciptakan krisis kemanusiaan di India. Ribuan pekerja migran yang ada di kota tiba-tiba kehilangan pekerjaan.

Mereka terpaksa berjalan kaki untuk kembali ke desa mereka di India timur. Dalam beberapa kasus, ada migran yang harus berjalan kaki sejauh 1,6 kilometer atau lebih.

4 dari 6 halaman

Menjalankan Yayasan Amal

Arif dan keluarganya tinggal di kota Surat, di negara bagian barat Gujarat. Seperti wilayah lainnya, banyak pekerja migran dari kota ini yang hidup dalam kondisi menyedihkan.

Maka dia meminta bantuan putranya, Akram, yang bekerja sebagai pedagang kain untuk menjalankan yayasan amal.

Bersama ayahnya, Akram membantu warga yang miskin dan membutuhkan melalui yayasan amal tersebut.

" Setelah pembatasan sosial, krisis kemanusiaan baru muncul di daerah kami, dengan banyak orang menjadi pengangguran dan tunawisma," kata pria 25 tahun itu.

" Kami memutuskan untuk menggunakan sumber daya yang ada untuk membantu orang miskin dan mulai membagikan paket makanan sehingga tidak ada yang kelaparan," tambahnya.

5 dari 6 halaman

Bantuan Tidak Memandang Status dan Agama

Layanan dan bantuan yang disediakan oleh yayasan itu tersedia untuk semua yang membutuhkan, terlepas dari status atau agama mereka.

" Bukan hanya Muslim yang kami bantu, tetapi orang-orang dari semua agama," kata Akram, yang menambahkan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengumpulkan dana dan sumber daya tambahan untuk membantu lebih banyak orang

Sebagai anak tertua dari enam bersaudara, Akram mengatakan bahwa dia sadar akan kerja keras dan pengorbanan orang tuanya untuk menabung agar bisa naik haji bersama.

6 dari 6 halaman

Uang Tabungan Haji Itu Hanya Titipan Allah

Tapi dia juga merasa bangga ketika ayahnya memilih untuk menggunakan tabungan haji itu untuk membantu orang lain. Ayahnya bahkan tidak menyesali keputusan itu.

" Itu adalah uang yang diberikan Allah kepada kita. Mungkin Allah menginginkan kita menggunakan uang itu untuk membantu orang miskin dan mereka yang benar-benar membutuhkan. Kami merasa bersyukur punya kesempatan untuk membantu orang-orang atas nama Allah," pungkas Arif.

Sumber: Arab News

Join Dream.co.id