7 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Ini Daftarnya

KABAR HAJI | 27 Juli 2018 11:05

Reporter : Maulana Kautsar

Setiap tenaga musiman hanya boleh membadalhajikan satu orang jemaah meninggal dunia.

Dream - Sejauh ini, tujuh jemaah calon haji meninggal dunia di Tanah Suci. Proses haji mereka akan dibadalkan atau diwakilkan oleh tenaga musiman yang direkrut oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Ketujuh jemaah yang meninggal itu adalah Sukardi Ratmo Diharjo, 59 tahun, Hadia Daeng Saming, 73 tahun, Ade Akum Dachyudi, 67 tahun, dan Sunarto Sueb Sahad, 57 tahun.

Selain itu, Siti Aminah Rasyip, 57 tahun, Sanusi bin Musthofa, 73 tahun, dan Katio Simanjutak, 59 tahun.

Konsultan Pembimbing Ibadah Haji Daker Madinah, Ahmad Kartono, mengatakan, proses memilih tenaga musiman dilakukan dengan seleksi ketat. Biasanya, tenaga musiman direkrut dari para petugas haji yang kini membantu pelaksanaan haji 2018.

Satu tenaga musiman nantinya mengerjakan ibadah haji untuk satu jemaah haji yang wafat. Tidak lebih lebih dari satu. " Temusnya (tenaga musiman) juga harus sudah pernah berhaji," ujar Kartono.

Setelah selesai, PPIH menerbitkan sertifikat badal haji dan diserahkan kepada ahli waris. Seluruh proses badal haji tidak dikenai biaya.

Sementara itu, kata Kartono, jika jemaah haji ingin membadalhajikan keluarganya, hal itu di luar kewenangan pemerintah. Dia berpesan agar berhati-hati memilih orang yang diserahi tugas badal haji.

’’Harus cari orang yang amanah, sudah pernah berhaji, dan paham aturan badal haji,’’ ujar dia.

Mengenai upah, Kartono menyebut, proses itu tinggal kesepakatan antara pembadal dengan ahli waris. " Kalau ada temus yang tidak mau diberi upah, ya silakan,’’ kata dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

Komentar
Beri Komentar
Join Dream.co.id