Pertama Kalinya, Polwan Saudi Tergabung dalam Petugas Keamanan Haji

Kabar Haji | Kamis, 30 Juli 2020 14:15
Pertama Kalinya, Polwan Saudi Tergabung dalam Petugas Keamanan Haji
Jemaah Haji 1441H Wanita Di Masjidil Haram (Facebook/Haramain)

Reporter : Ahmad Baiquni

Mereka terlibat dalam pengamanan prosesi haji.

Dream - Pelaksanaan haji tahun ini banyak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Haji tahun ini juga membuat sejarah baru bagi Arab Saudi dengan dilibatkannya polisi wanita dalam satuan pengamanan haji.

Tahun lalu, Pemerintah Saudi mengumumkan wanita dapat bergabung dalam dinas militer. Tahun ini, polwan diizinkan bergabung dengan petugas pria untuk mengamankan jalannya haji.

Afnan Abu Hussein merupakan wanita angkatan pertama yang lulus pendidikan kepolisian. Dia terpilih untuk menjadi petugas pengamanan haji Saudi.

" Ini merupakan sumber kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim paling sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal," kata Afnan.

 

2 dari 3 halaman

Ibadah haji dimulai pada Rabu kemarin, ditandai dengan aktivitas jemaah menjalankan thawaf dalam jalur yang sudah disiapkan di dalam Masjidil Haram.

" Setiap kelompok jemaah memiliki pemimpin untuk memfasilitasi dan mengontrol pergerakan mereka guna memastikan jaga jarak," kata Direktur Jenderal Urusan Haji dan Umrah Kementerian Kesehatan Saudi, Sari Asiri.

Selain itu, setiap kelompok didampingi tenaga kesehatan profesional untuk memonitor status kesehatan jemaah dan mengawal mereka ketika dibutuhkan. Kementerian Kesehatan Saudi melakukan seleksi yang ketat untuk memastikan kondisi jemaah sebelum tiba di Mekah.

 

3 dari 3 halaman

" Kami datangi setiap jemaah di rumahnya dan menjalankan keseluruhan tes kesehatan, dan kami memonitor mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel di Mekah," kata Asiri,

Petugas Keamanan Saudi mengumumkan telah menangkap 244 orang yang berusaha masuk situs-situs suci haji tanpa izin. Mereka meminta masyarakat dan warga asing untuk patuh terhadap peraturan.

Para pelanggar yang tertangkap di tempat-tempat suci seperti Arafah, Mina, Muzdalifah terancam denda 10 ribu riyal, setara Rp38,5 juta. Denda dilipatgandakan apabila kesalahan dilakukan berulang.

Sumber: Arab News.

Join Dream.co.id