Pasca Puncak Haji, Bimbingan Ibadah untuk Jemaah Tetap Digelar

KABAR HAJI | 2 September 2018 10:07

Reporter : Maulana Kautsar

Untuk menjaga kesinambungan ibadah dan kemabruran ibadah haji tetap terjaga.

Dream - Usai melalui puncak haji, para jemaah tetap mendapat pembimbingan ibadah. Kegiatan bimbingan ibadah itu dilakukan untuk menjaga kesinambungan ibadah dan kemabruran ibadah haji tetap terjaga.

" Bimbingan ibadah setelah puncak haji ditujukan untuk menjaga kontinuitas ibadah. Ritme ibadah jemaah jangan sampai turun," kata Konsultan Pembimbing Ibadah Daerah Kerja Mekah, Arab Saudi, Aswadi, Sabtu, 1 September 2018.

Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur itu, mengatakan, tujuan akhir berhaji ialah menggapai kemabruran.

" Jika sebelumnya ibadahnya kendur, maka setelah ibadah haji harus meningkat. Jika sebelumnya hanya peduli kepada diri sendiri, maka setelah berhaji harus peduli kepada orang lain," ujar dia.

Selain menjaga keberlanjutan ibadah dan kemabruran, para konsultan ibadah juga membekali jemaah yang hendak berangkat ke Madinah. Salah satu materi yang disampaikan yaitu mengenai pelaksanaan sholat Arbain dan lokasi ziarah di Madinah.

Konsultan Ibadah Sektor XI Mekah, Mukhtar Solihin, mengatakan, ada sejumlah indikator kemabruran yang bisa didapatkan jemaah. Pertama, kata dia, niat haji dengan tulus ikhlas karena Allah SWT.

" Tidak sum'ah (ingin didengar), tidak riya atau pamer, dan tidak untuk menonjolkan diri agar dihormati," kata Mukhtar.

Poin kedua yang juga penting yaitu biaya haji yang digunakan harus berasal dari kerja yang halal. Adapun poin ketiga, ibadah haji harus dijalankan sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunnah.

Sementara itu, poin keempat yang Mukhtar sampaikan yaitu sejak berniat ihram dan selama ibadah haji tidak melakukan maksiat dan melanggar pantangan ihram. Adapun yang kelima, setelah selesai melaksanakan haji ada perubahan atau peningkatan amalan ibadah.

Komentar
Beri Komentar
Join Dream.co.id