Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Pengolahan Katering Haji

KABAR HAJI | 19 Juli 2018 10:20

Reporter : Maulana Kautsar

Tim MCH mendatangi perusahaan katering yang menyediakan menu makanan untuk jemaah haji Indonesia. Apa temuan yang didapat di perusahaan itu?

Dream - Mulai tahun ini, katering untuk jemaah haji Indonesia menggunakan menu dan bumbu khas Nusantara. Sejumlah perusahaan katering di Arab Saudi yang ditunjuk menyatakan siap menjalankan ketentuan yang dibuat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Salah satu perusahaan katering itu ialah Al Ahmadi. Perusahaan katering yang berlokasi di wilayah Al Azizia, Madinah, sedang menyiapkan menu untuk asupan jemaah haji. Menu itu terdiri dari ayam fillet tepung asam manis, sayur tumis brokoli, jamur, dan nasi putih.

Tim Media Center Haji (MCH) yang mencicipi menu itu merasakan kelumrahan dalam masakan itu. Bawang putih, yang biasa jadi bumbu dasar masakan Indonesia begitu terasa di lidah.

Nasi yang dimasak pun terasa pulen. Pihak katering mendatangkan beras dari Thailand. Jenis ini berbeda dengan jenis nasi pera ala India atau Timur Tengah.

Kabid Konsumsi PPIH Arab Saudi 2018, Ahmad Abdullah, mengatakan sebanyak 15 perusahaan dikontrak untuk menyediakan masakan bagi jemaah haji. Seluruhnya menggunakan koki dari Indonesia, meski pemiliknya rata-rata warga Arab Saudi.

" Yang istimewa kita melatih dan mensertifikasi semua juru masak di Madinah dan sekarang sedang berjalan sertifikasi di Mekah," kata Ahmad di Madinah.

 Katering Jemaah Haji

Tak hanya sertifikasi, PPIH Arab Saudi juga akan melakukan pemeriksaan harian. Terutama terkait operasional dapur dan pengawasan saat distribusi dan pascadistribusi.

" Hal ini untuk meningkatkan kualitas konsumsi jemaah," kata Ahmad Abdullah.

Al Ahmadi cukup ketat menerapkan aturan. Saat pengepakan, para pekerja diwajibkan mengenakan apron, penutup kepala, dan sarung tangan plastik.

Sebelum berangkat, paket makanan yang telah dibungkus dengan alumunium foil dimasukkan ke dalam boks untuk menjaga suhu makanan.

Pada wadah untuk makan siang itu tertulis juga waktu ideal mengkonsumsinya. Sehubungan paket yang dipak kemarin untuk makan siang, tertulis: sebaiknya dimakan sebelum pukul 15.00 waktu setempat.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah

Komentar
Beri Komentar
Join Dream.co.id