Kesan Mereka yang Bisa Berhaji di Tengah Pandemi Corona

Kabar Haji | Kamis, 30 Juli 2020 13:09
Kesan Mereka yang Bisa Berhaji di Tengah Pandemi Corona
Jemaah Haji Thawaf Mengikuti Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penularan Corona. (Foto: Arab News)

Reporter : Sugiono

Pemerintah Arab Saudi hanya membatasi 1.000 jemaah yang boleh melakukan ibadah haji tahun ini akibat pandemi corona.

Dream - Rabu, 29 Juli 2020, yang bertepatan dengan 8 Zulhijah 1441 Hijriah, menjadi awal dimulainya prosesi haji tahun 2020 di tengah pandemi corona.

Sekitar 1.000 jemaah telah memulai aktivitas ibadah haji dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Pada hari itu sebagian besar jemaah mengambil miqat dan berihram lalu melaksanakan thawaf Qudum di Masjidil Haram.

Ini adalah thawaf pertama mereka yang dilakukan di tengah-tengah pandemi corona yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

2 dari 6 halaman

Bagaikan Sebuah Mimpi

Meski dilaksanakan di tengah situasi yang kurang menyenangkan, namun para jemaah menjalankan thawaf mereka dengan tertib dan khusyuk.

Beberapa jemaah bahkan merasa terharu dan seolah tidak percaya bahwa akhirnya bisa melakukan thawaf di haji pertama mereka.

Apalagi pemerintah Arab Saudi hanya membatasi 1.000 jemaah yang boleh melakukan ibadah haji tahun ini akibat pandemi corona.

Padahal, sebelum diberlakukan pembatasan seperti sekarang, jumlah jemaah yang menunaikan haji bisa mencapai 2,5 juta orang.

" Saya merasakan hal yang sangat luar biasa. Ini benar-benar seperti sebuah mimpi," ujar Mohamed Ibrahim, seorang jemaah asal Mesir.

3 dari 6 halaman

Prosedur Thawaf di Tengah Pandemi Corona

Para jemaah diarahkan berthawaf dengan berjalan mengikuti garis yang sudah dipasang di lantai masjid.

Otoritas haji Saudi memang telah menyiapkan jalur khusus untuk thawaf. Jemaah diharuskan berthawaf mengikuti jalur yang sudah disediakan tersebut.

Selain itu, otoritas haji juga memasang pembatas yang mengelilingi Kabah. Jemaah dilarang menyentuh Kabah untuk mencegah penularan corona.

Pemandangan ini tentu jauh berbeda ketika lautan manusia biasanya berputar mengelilingi Kabah selama haji di saat normal.

4 dari 6 halaman

Tahun Ini Ada Petugas Haji Wanita

Tahun ini, petugas haji wanita ditugaskan untuk pertama kalinya setelah pemerintah Saudi mengumumkan rencana tersebut pada musim haji 2019.

Afnan Abu Hussein merupakan salah satu kelompok petugas haji wanita pertama yang lulus dari pelatihan. Dia merasa bangga bisa melayani jemaah haji untuk pertama kalinya.

" Ini adalah sumber kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami," katanya.

5 dari 6 halaman

Petugas Haji Wanita Membuat Ibadah Makin Nyaman

Kehadiran petugas haji wanita ini membuat jemaah wanita merasa nyaman. Hal itu diungkapkan Hamide Halimi, seorang jemaah haji wanita asal Makedonia.

Dia senang dilayani petugas wanita selama menjalankan ibadah haji .

" Dalam kelompok saya, ada sekitar 20-an wanita. Dalam pengalaman baru ini, saya hanya bersama wanita ... ini adalah pengalaman persaudaraan yang luar biasa," katanya.

6 dari 6 halaman

Bisa Dekat Kabah di Tengah Pandemi Corona

Halimi juga bercerita bagaimana dia berada sangat jauh dari Kabah selama pergi umrah sebelumnya.

Saat melakukan umrah, Halimi tidak berada cukup dekat dengan Kabah. Saat itu dia hanya bisa thawaf di atap Masjidil Haram.

Namun, justru di tengah pandemi corona ini, dia bisa begitu dekat dengan Kabah meski tak bisa menyentuhnya karena harus menaati protokol kesehatan selama haji.

" Ini benar-benar terjadi. Saya tidak pernah membayangkan ini bisa terjadi," katanya.

Sumber: Arab News

Join Dream.co.id