Kakek Uhi Diundang Berangkat Haji oleh Raja Salman

Kabar Haji | Kamis, 18 Juli 2019 17:45
Kakek Uhi Diundang Berangkat Haji oleh Raja Salman
Raja Saudi, Salman Bin Abdulaziz As Saud (Liputan6.com)

Reporter : Ahmad Baiquni

Uhi membuat video memohon kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman agar menghajikan mereka.

Dream - Kakek Uhi, 94 tahun, asal Indonesia mendapat undangan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As Saud dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman bin Abdulaziz As Saud untuk melaksanakan haji.

Undangan tersebut disampaikan setelah video Uhi bersama keluarganya viral hingga sampai ke Raja Salman. Dalam video itu, Kakek Uhi memohon kepada Raja Salman dan Pangeran Muhammad untuk menghajikan dia beserta keluarganya.

Dikutip dari Liputan6.com, Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menyatakan video itu mendapat perhatian banyak orang. Setelah video itu viral, banyak masyarakat Saudi ramai ingin menghajikan Uhi.

Dua pekan setelah diunggah, video itu sampai ke Raja Salman dan Pangeran Muhammad. Seketika, Raja Salman dan Pangeran Muhammad langsung memerintahkan jajarannya mengundang Uhi bersama keluarganya untuk melaksanakan haji tahun ini.

Duta Besar Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althaqafi, mengatakan pihaknya telah mengundang Uhi dan keluarga untuk datang ke Kedubes Saudi di Kuningan, Jakarta. Ini untuk menyampaikan kabar gembira tersebut kepada Uhi.

Esam mengatakan Penjaga Dua Masjid Suci dan Putra Mahkota Saudi mengeluarkan perintah seketika setelah melihat video tersebut.

" Keduanya memerintahkan untuk segera memproses keberangkatan ke Tanah Suci guna menunaikan ibadah haji," kata Esam.

Sumber: Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta.

2 dari 6 halaman

Mahmud dan Mak Cum, Pasangan Haji Lansia Enggan Berpisah

Dream - Keributan mewarnai kedatangan jemaah haji di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz Madinah pada Selasa, 16 Juli 2019, pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Sumbernya, pria senja bernama Mahmud, 87 tahun.

Mahmud merupakan warga Desa Kulu, Pulau Saparua, Maluku Tengah itu tergabung dalam Embarkasi Makassar kloter UPG 13. Dia melaksanakan ibadah haji bersama istrinya, Kalsum Lilitoli atau akrab disapa Mak Cum, 75 tahun.

Amarah Mahmud muncul hanya karena masalah sederhana. Dia ditinggal Mak Cum yang sudah berjalan jauh di depannya. 

Akibatnya, dia ngambek dan tak mau kursi roda yang dipakainya didorong keluar bandara. Intinya, Mahmud tak mau jauh dari Mak Cum. 

’’Pokoknya harus ada Mak Cum di sampingnya. Harus menggandeng Mak Cum,’’ kata Ketua Kloter UPG 13, Jusman Rivai Rura, Rabu 17 Juli 2019.

Benar saja, begitu melihat Mak Cum, amarah Mahmud mereda. Dia memegangi tangan sang istri sembari sesekali mengelusnya.

 

3 dari 6 halaman

Cemburu

 Pasangan jemaah haji 2019© MCH 2019

Pasangan jemaah haji 2019 (Foto: MCH)

Rupanya, kondisi belum benar-benar tenang. Mahmud kembali marah saat mendapati petugas mendorong kursi roda Mak Cum. 

Rupanya, perasaan cemburu masih ada meski usianya tak lagi muda. " Dia (Mahmud) tidak mau kita petugas dekati Mak Cum,’’ ucap Jusman.

Drama pasangan ini berlanjut saat tiba di kamar Hotel Diyar al Amal, Madinah. Mahmud tak mau tidur beda kamar dengan Mak Cum, apalagi beda ranjang.

Akhirnya petugas menuruti permintaan Mahmud. Mahmud bisa menempati kamar 1705 hotel Diyar Al Amar bersama istri tercinta.

 

4 dari 6 halaman

Marah Tak Diajak Sholat

 Pasangan jemaah haji 2019© MCH 2019

Menurut Jusman, kamar 1705 berisi lima ranjang yang seharusnya diisi jemaah haji pria. Tetapi karena Mahmud tak mau jauh dari istrinya, Mak Cum terpaksa menjadi jemaah haji wanita satu-satunya di kamar tersebut. 

Rupanya, masalah belum teratasi sepenuhnya. Meski mendapatkan banyak kemudahan, drama pasangan ini masih saja terjadi. Mahmud mengamuk ketika Mak Cum sholat Subuh di Masjid Nabawi. 

Dia tidak terima Mak Cum dan para penghuni kamar sholat tanpa mengajaknya. Mahmud sampai mengobrak-abrik kamar dan koper jemaah lainnya. 

 

5 dari 6 halaman

Masih Gagah

Akibat kejadian tersebut, Mahmud sempat terluka di pelipis. Dia langsung mendapatkan pertolongan dari petugas kesehatan. 

Jusman mengatakan awalnya kondisi Mahmud biasa saja ketika masuk ke asrama haji Sudiang embarkasi Makassar. Dia baru ingin selalu berada di samping Mak Cum sesaat hendak masuk pesawat.

Saat di dalam pesawat, Mahmud juga mengamuk dua kali dan ditangani petugas. Hal ini dibenarkan Mak Cum. 

Menurut sang istri, hingga beberapa hari sebelum berangkat haji kondisi Mahmud tidak seperti itu. Mak Cum mengatakan suaminya dulu sosok yang tampan dan rajin sehingga banyak wanita terpesona. 

" Sambil bercanda, sampai sekarang Mak Cum memandang Pak Mahmud masih gagah,’’ kata Jusman.

6 dari 6 halaman

7 Jemaah Wafat Hingga Hari Ke-12 Penyelenggaraan Haji

Dream - Kementerian Agama mencatat para Rabu, 17 Juli 2019, oukul 19.00 Waktu Arab Saudi terdapat satu jemaah haji meninggal dunia. Sehingga, total ada 7 jemaah yang wafat hingga hari ke-12 penyelenggaraan haji 2019.

Jemaah tersebut diketahui beridentitas Ahmad Suparman bin Jubed, 53 tahun, dari kloter JKT-01. Suparman meninggal saat menjalani pemeriksaan di RSAS. 

Sementara, Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat hingga hari ke-12 penyelenggaraan haji tercatat sebanyak 75.089 jemaah beserta 925 petugas haji telah tiba di Arab Saudi. Mereka tergabung dalam 185 kelompok terbang (Kloter).

Sebanyak 31 kloter diantaranya yang membawa 12.973 jemaah dan petugas haji, saat ini telah berada di Kota Mekah.

Sementara hari ini, Kamis, 18 Juli 2019, sebanyak 6.551 jemaah dan petugas haji akan bergerak dari Madinah menuju Mekah. Jemaah dan petugas ini terbagi dalam 16 kloter yang berasal dari sembilan embarkasi.

Empat kloter asal embarkasi Jakarta Bekasi (JKS), tiga kloter dari embarkasi Surabaya (SUB), dua kloter embarkasi Makassar (UPG), dua embarkasi Solo (SOC), serta masing-masing satu kloter dari embarkasi Padang (PDG), Palembang (PLM), Jakarta Pondok Gede (JKG), serta Banjarmasi (BDJ).

Berikut data jemaah haji yang wafat hingga Rabu kemarin.

1. Khairil Abbas Salim (BTH 23), usia 62 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019 di RSAS Madinah;

2. Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2), usia 57 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019 di pesawat menuju bandara Madinah;

3. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44), usia 74 tahun, meninggal pada 9 Juli 2019 di RSAS Madinah;

4. Subli bin Muhammad Nasri (BTH 32), usia 61 tahun, meninggal pada 11 Juli 2019 di RSAS Madinah;

5. Artapiah Armin Musahab (JKG 86), usia 60 tahun, meninggal pada 12 Juli 2019 di pesawat menuju bandara Madinah;

6. Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45), usia 74 tahun, meninggal pada 15 Juli 2019 di RSAS Madinah; dan

7. Ahmad Suparman bin Jubed (JKS 01), usia 53 tahun, meninggal pada 17 Juli 2019, di RSAS Madinah.

Terkait
Join Dream.co.id