Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci, Keluarga Disantuni Rp18,5 Juta

KABAR HAJI | 27 Juli 2018 15:23

Reporter : Eko Huda S

Ahli waris jemaah haji yang wafat dapat mengajukan klaim asuransi setelah proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji berakhir.

Dream - Jemaah calon haji asal Kabupaten Asahan, Katio Abdul Majid Simanjuntak, wafat di Madinah, Rabu 25 Juli 2018. Anggota kelompok terbang 02/MES Embarkasi Medan itu meninggal dunia dalam usia 59 tahun.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Muslim, mengatakan bahwa warga Dusun II Alang Bonbon Aek Kuasan Kabupaten Asahan itu wafat saat dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Katio terserang Cardiovascular Diseases.

Menurut Muslim, ahli waris jemaah haji yang wafat akan mendapatkan santunan dari PT Asuransi Takaful Keluarga. Dengan kontribusi (premi) sebesar Rp49 ribu, keluarga jemaah yang meninggal akan mendapat santunan sebesar Rp18,5 juta bila jemaah haji meninggal karena sakit.

Sementara, apabila jemaah meninggal dunia karena kecelakaan, maka keluarganya akan mendapat santunan Rp37 juta. “ Adapun risiko cacat tetap karena kecelakaan mendapatkan santunan sebesar persentase tertentu sesuai dengan kriteria cacatnya,” ungkap Muslim.

Sekretaris PPIH yang juga menjabat sebagai Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumut ini menambahkan, ahli waris jemaah haji yang wafat dapat mengajukan klaim asuransi setelah proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji berakhir.

Sumber: sumut.kemenag.go.id

Komentar
Beri Komentar
Join Dream.co.id