Jemaah Haji Indonesia Jalankan Tarwiyah Tak Difasilitasi Pemerintah

KABAR HAJI | 16 Agustus 2018 13:25

Reporter : Maulana Kautsar

Pemerintah Arab Saudi tidak memasukkan Tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji.

Dream - Dalam rangkaian haji, tarwiyah termasuk ibadah yang dihukumi sunah. Di masa Rasulullah, jemaah haji berada di Mina pada 8 Zulhijjah menyiapkan perbekalan berupa air untuk kebutuhan selama wukuf di Arafah keesokan harinya.

Pemerintah Arab Saudi belakangan tidak memasukkan Tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji. Kementerian Agama Indonesia juga memutuskan mengikuti ketentuan tersebut dan menyatakan Tarwiyah bukan termasuk rukun dan wajib haji.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jemaah haji tidak dilarang melaksanakan ibadah Tarwiyah di Mina. Tetapi, pemerintah tidak memfasilitasi ibadah tersebut.

" Tidak pada afdloliyat atau keutamaan," kata Lukman di Mekah, Arab Saudi.

Lukman mengingatkan jemaah yang ingin melaksanakan Tarwiyah harus mempersiapkan kondisi fisik dengan baik. Menurut dia, ibadah ini akan banyak menguras energi.

" Karena harus melakukan perjalanan ekstra ke Mina baru kemudian bergabung dengan jemaah reguler lainnya di Arafah," kata Lukman.

Sebenarnya, kata Lukman, Mina belum siap ditinggali jemaah haji pada tanggal 8 Zulhijjah. Sebab, seluruh rombongan haji mulai dari muassasah, maktab, petugas dan jemaah Indonesia fokus di Arafah.

" Ini membuat jemaah Tarwiyah rawan dalam aspek keamanan maupun kenyamanan," kata Lukman.

Lebih lanjut, Lukman mengimbau rombongan serta kelompok bimbingan ibadah haji punya tanggung jawab tinggi. Terutama kepada anggota kelompoknya yang ikut Tarwiyah.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

 

Komentar
Beri Komentar
Join Dream.co.id