Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci

Kabar Haji | Senin, 2 September 2019 11:37
Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci

Reporter : Eko Huda S

Petugas sudah mencari jemaah haji asal Palembang itu ke segala penjuru Mekah. Mulai pemondokan, hotel, rumah sakit, hingga kamar jenazah. Tapi nihil.

Dream - Keberadaan satu jemaah haji asal Palembang, Sumatera Barat, Tapsirin Wajat Ratam, hingga kini belum diketahui. Hingga saat ini, petugas haji masih mencari jemaah haji berusia 82 tahun tersebut.

Anggota kelompok terbang 11 embarkasi Palembang itu terpisah dari rombongan sejak di Muzdalifah, tepatnya saat pemberangkatan menuju Mina. Saat bus akan berangkat, Tapsirin izin ke toilet. Setelah itulah warga Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame, itu tak muncul lagi.

Sejak Tapsirin dinyatakan hilang, petugas haji Indonesia terus melakukan pencarian. Malam hari setelah Tapsirin hilang, petugas melakukan pencarian hingga pagi. Mereka menyusuri wilayah maktab 50 sampai 60, namun tidak ada hasil.

" Karena belum ditemukan, siang harinya TPHD (Tim Petugas Haji Daerah) Kloter PLM 11 melaporkan masalah Tapsirin ke petugas di tenda Misi Haji Mina," jelas Kabid Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH, Jaetul Muchlis, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin 2 September 2019.

Satgas Mina yang mendapat laporan juga menyusuri seluruh toilet di Muzdalifah, tenda Mina, sepanjang jalur jamarat hingga ke Masjidil Haram. Namun, Tapsirin belum juga diketemukan hingga berakhirnya masa operasional di Mina tanggal 14 Agustus 2019.

" Kami bahkan melakukan penyisiran dengan jalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina sejauh 7 kilometer," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Diperluas

Pencarian kemudian dialihkan ke hotel-hotel jemaah kloter Palembang. Sebab, sempat beredar kabar bahwa Tapsirin telah kembali ke hotel. Tapi setelah dikonfirmasi kepada keluarga dan rombongannya, informasi tersebut tidak benar.

Jaetul mengatakan, pencarian dilakukan saban hari. Sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) yang ada di sekitar kawasan Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), seperti RSAS East Arafah, Mina Al Wadi, General Hospital Arafah, Mina Emergency, Mina Jisir, Security Force Hospital, juga disisir. Kantor Polisi Mina di daerah Awali juga didatangi. Sayangnya, hasilnya masih nihil.

Pencarian juga diperluas ke seluruh bagian RSAS di Mekah, mulai dari ruang rawat, instalasi gawat darurat, sampai kamar mayat. Pencarian di rumah sakit bahkan sampai ke wilayah Thaif. Namun, Tapsirin belum juga ditemukan.

PPIH lantas melibatkan pihak berwenang di Arab Saudi. Data Tapsirin sudah disampaikan ke kepolisian, imigrasi, maktab, serta Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Jaetul memastikan, proses pencarian terus dilakukan sampai akhir operasional haji. " Semoga Tapsirin segera diketahui keberadaannya," harap perwira menengah TNI AU ini.

Terkait
Join Dream.co.id