Fakta di Balik Menu Nasi Kuning yang Dikeluhkan Jemaah Haji

KABAR HAJI | 20 Agustus 2018 11:25

Reporter : Maulana Kautsar

Pengguna Twitter dengan akun @zee_muthie mengajukan komplain soal pelayanan untuk jemaah haji Indonesia di Mina, Minggu 19 Agustus 2018.

Dream — Pengguna Twitter dengan akun @zee_muthie mengajukan komplain soal pelayanan untuk jemaah haji Indonesia di Mina, Minggu 19 Agustus 2018. Dia bahkan menautkan foto makanan nasi kuning dan mi goreng ke akun Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Melalui Twitter pula, Lukman menjawab, keluhan tersebut. Menurut dia, sejak Minggu 19 Agustus 2018, mulai pagi sampai malam, seluruh jemaah haji diarahkan menuju Arafah, bukan Mina.

“ Siang ini hingga besok malam, hanya di Arafah dan bukan di Mina, makanan yang disediakan petugas haji kita,” tulis Lukman.

Namun jawaban itu tak membuat pemilik akun @zee_muthie, puas. Dia membalas, “ Orang tua saya sedang tarwiyah di Mina. Mohon fokus dengan fakta menu makanan yang diterima. Bukan lokasi. Semoga lebih baik. Terima kasih.”

Kementerian Agama, melalui akun Twitter resmi @Kemenag_RI telah menjawab pertanyaan @zee_muthie tersebut. Menurut penjelasan Kementerian Agama itu, pemerintah memang tidak memfasilitasi, tapi juga tidak melarang jemaah haji tarwiyah, yakni jemaah yang pada 8 Dzulhijjah berada di Mina.

“ Namun bagi mereka yang akan melakukan, pemerintah tidak melarang dengan catatan jemaah wajib lapor dan membuat surat pernyataan bertanggung jawab sendiri atas semua layanan yang diperoleh selama di Tarwiyah,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag, Mastuki, di kawasan Syisyah, Mekah.

Kondisi ini karena Pemerintah Arab Saudi telah melarang praktik tarwiyah. “ Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sekali lagi memang tidak menyediakan katering di Mina pada hari ini,” kata Mastuki.

“ PPIH pada tanggal 8 Dzulhijjah (19 Agustus) belum menyediakan layanan katering, karena seluruh jemaah haji Indonesia baru bergerak dari Makkah ke Arafah, bukan ke Mina, secara bertahap mulai hari ini,“ tegas Mastuki.

PPIH, tambah Mastuki, akan menyediakan katering selama jemaah berada di Arafah sebanyak 4 kali makan dan 1 kali kudapan (snack) yang dibawa ke Muzdalifah. Khusus untuk dua atau tiga kloter awal yang tiba di Arafah, PPIH menyediakan kualitas yang baik.

“ Adapun di Mina baru akan disediakan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah sebanyak 11 kali bagi jemaah yang melaksanakan nafar tsani,” kata dia.

" Jika ada informasi bahwa jemaah mendapatkan makanan dengan kualitas yang kurang bagus hari ini, tanggal 8 Dzulhijjah, dan diterima di Mina maka dapat dipastikan itu bukan katering yang disediakan oleh PPIH,” tambah Mastuki. 

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Komentar
Beri Komentar
Join Dream.co.id