Kala Mencari Batu Lempar Jumrah Tak Sesulit Dahulu

KABAR HAJI | 18 Agustus 2018 15:30

Reporter : Maulana Kautsar

Perhatikan waktu pelemparannya.

Dream - Jemaah haji sebentar lagi akan melaksanakan prosesi puncak haji. Prosesinya mulai dari wukuf di Arafah, mengambil batu di Muzdalifah, dan bermalam di Mina.

Sama seperti tahun lalu, jemaah haji Indonesia tak perlu repot mencari batu di Muzdalifah untuk melempar jumrah. Sebab, batu untuk melempar jumrah telah disediakan pengelola maktab.

" Kami meminta seluruh maktab untuk menyediakan kerikil," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Mekah, Arab Saudi, ditulis Sabtu 18 Agustus 2018.

Lukman menjelaskan kebijakan penyediaan kerikil dibuat untuk menjaga keselamatan para jemaah. Kondisi ini, kata dia, berkaca pada peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan jemaah haji menjadi korban.

" Ketika mereka mabit di Muzdalifah untuk mencari Kerikil dan itu mereka menyeberang jalan. Itu sangat berbahaya," kata dia.

Melempar jumrah menjadi salah satu wajib haji. Usai prosesi wukuf, jemaah haji dapat melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Bagi jemaah haji yang mengambil nafar awal, jumlah batu yang dibutuhkan untuk melempar jumrah yaitu 49 batu. Sementara bagi yang mengikuti nafar tsani perlu 70 batu.

Ukuran batu yang digunakan untuk melempar jumrah disarankan sebesar buku jari.

Untuk prosesi ini, Lukman meminta jemaah agar menaati aturan waktu pelemparan jumrah yang dibuat otoritas Arab Saudi.

" Saya minta patuhi betul dari jam-jam yang `diharamkan` menuju jamarat. Itu merupakan ketentuan pemerintah Arab Saudi agar tidak terjadi tumpukan jemaah dalam waktu bersamaan," kata dia.

2 dari 4 halaman
Komentar
Beri Komentar
Join Dream.co.id