Cara Biasakan Anak Hidup Ramah Lingkungan

Fresh | Senin, 22 November 2021 06:12

Reporter : Cynthia Amanda Male

Tidak hanya edukasi, tapi juga perilaku.

Dream - Penerapan gaya hidup ramah lingkungan semakin banyak terlihat di media sosial. Tidak sedikit yang membagikan tips dan trik untuk bisa menjalani hidup lebih ramah lingkungan. Meski begitu, ternyata masih banyak orang yang tidak peduli terhadap lingkungan.

" Data BPS mengkonfirmasi sebanyak 72 persen masyarakat tidak peduli dengan sampah. Padahal sampah plastik tidak bisa diurai. Dan semakin banyak jumlahnya, akan semakin buruk. Apalagi, jika tidak ditangani," ujar Khrisma Fitriasari, Head of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia dalam webinar 'Bijak Plastik Sejak Dini', Jumat 19 November 2021.

Banyaknya jumlah masyarakat yang belum peduli dengan lingkungan juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, menjalani gaya hidup tersebut tidak semudah kelihatannya.

Maka dari itu, setiap orang perlu mempelajari sekaligus membiasakan gaya hidup ramah lingkungan untuk bisa memberikan kehidupan yang nyaman bagi generasi selanjutnya.

Cara Biasakan Anak Hidup Ramah Lingkungan
Anak Membiasakan Hidup Ramah Lingkungan. (Source: Shutterstock)
2 dari 2 halaman

Membiasakan anak untuk peduli lingkungan

Semua orang bisa memulainya dengan langkah kecil seperti meminimalisir penggunaan plastik dan mencoba mendaur ulang sampah. Orangtua juga disarankan untuk memberikan contoh dan edukasi terhadap anak agar terbiasa menjalani gaya hidup ramah lingkungan.

" Membangun kesadaran saat dewasa akan lebih rumit dan mudah terkontaminasi hal lain. Membangun kesadaran sejak dini akan lebih baik lagi. Anak akan terbiasa dan lebih terbuka pikirannya untuk peduli terhadap lingkungan," kata Saskhya Aulia Prima, Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi.

 Membiasakan Anak Hidup Ramah Lingkungan© Shutterstock

Melakukan hal tersebut pada anak pun tidak instan dan perlu dilakukan sesuai dengan usianya. Orangtua bisa memperlihatkan kebiasaan membawa tas atau menyediakan kontainer sendiri saat berbelanja.

Selain itu, orangtua juga bisa memperlihatkan kebiasaan memilah sampah serta memberikan konten ramah lingkungan yang bisa dipahami oleh anak sesuai dengan usianya.

" Jadi nggak cuma pengetahuan, tapi perilakunya juga ditunjukkan. Keterlibatan orangtua di rumah itu perlu. Bisa dengan membuat games bersama, kategorisasi sampah sesuai warna tempat sampahnya, atau melakukan operasi semut," ujarnya. (mut)

Join Dream.co.id