Ternyata Ada Perubahan Kondisi Haid di Usia 20, 30 dan 40

Fresh | Minggu, 8 Agustus 2021 13:00

Reporter : Mutia Nugraheni

Seiring bertambahnya usia, siklus haid juga bisa berubah.

Dream – Setiap bertambahnya umur, siklus menstruasi akan berubah-ubah. Sebenarnya perubahan itu normal, namun, sering membuat wanita menjadi khawatir. Ternyata, sikus wanita berumur 20, 30, dan 40 tahun berbeda.

Terkadang, siklus menstruasi tidak teratur dan sulit untuk diprediksi. Kram haid juga sering menjadi masalah bagi wanita, rasa sakitnya sering menganggu untuk beraktivitas seharian.

Bertambahnya usia, dan perubahan hormon juga menjadi faktor perubahan siklus haid. Ada juga tahap sebelum menoupause, pre menopause, dan menopause. Apa saja perubahan yang terjadi di tiap usia?

20 tahun
Saat berumur 20, organ reproduksi wanita muda sangat aktif, dan akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Siklusnya juga akan beraturan antara 3 minggu atau 4 minggu. Biasanya pada fase ini, wanita akan mempunyai pasangan tetap dan aktif melakukan hubungan badan.

“ Untuk umur 20-an , siklus menstruasi seharusnya dapat diprediksi dan konsisten setiap bulannya” kata dr. Streicher, seorang spesialis obstetri dan ginekologi di Chicago, dikutip dari Health.com.

 

 

Ternyata Ada Perubahan Kondisi Haid di Usia 20, 30 dan 40
Menstruasi/ Foto: Shutterstock
2 dari 7 halaman

30 tahun
Biasanya pada umur 30 tahun, wanita sudah melahirkan. Setelah melahirkan 6-10 minggu maka tidak akan mengalami mestruasi, tapi mengalami masa nifas. Melahirkan akan membuat serviks terbuka lebih lebar, dan menstruasi menjadi lebih banyak.

Kram haid dan volume darah yang diproduksi cenderung akan berkurang. Pada beberapa orang, nyeri haid setelah melahirkan tak sesakit sebelumnya.

40 tahun
Pada usia ini, wanita tidak akan mengalami haid sesering biasanya. Haid menjadi tidak beraturan, dan rasa sakit pun cenderung hilang. Pada usia ini wanita memasuki masa premenopause.

Pre menopause adalah tahap awal dari menopause. Biasanya gejala yang ditimbulkan masih ringan. Biasanya menopause akan datang dalam 8 tahun hingga 10 tahun setelah usia ini. Ingat, selama masih menstruasi, seorang wanita masih bisa hamil.

Laporan Delfina Rahmadhani

3 dari 7 halaman

Ini Sebab Jadwal Haid Berantakan yang Harus Diwaspadai

Dream - Siklus haid biasanya terjadi setiap 21 hingga 35 hari. Tanggalnya setiap bulan maju atau mundur 1 hingga 3 hari. Pada beberapa kondisi, seorang bisa mengalami jadwal haid yang sangat berubah tiap bulannya hingga sulit diprediksi.

Kondisi haid yang tidak teratur bisa terlalu cepat, sangat terlambat atau bahkan baru terjadi tiap 2 atau tiga bulan. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut dan hal kerap dianggap wajar.

Sebenarnya jika kondisi haid tidak teratur berlangsung cukup lama tak boleh disepelekan. Ada beberapa penyebab haid tidak teratur yang sebaiknya diwaspadai dan harus diperiksakan ke dokter. Apa saja?

Perubahan Hormon
Penyebab menstruasi tidak teratur adalah perubahan hormon. Dikutip dari KlikDokter, pada tahun-tahun awal menstruasi atau saat pubertas dan mendekati menopause, ketidakseimbangan hormon umum terjadi. Siklus haid bisa memanjang atau memendek. Darah haid yang keluar pun bisa sedikit atau banyak. Tapi ini bukan hal yang perlu dicemaskan.

Stres kronis atau bahkan hanya kegelisahan jangka pendek dapat mendatangkan masalah pada keseimbangan hormon di tubuh. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur dan haid tidak lancar.

 

4 dari 7 halaman

Kontrasepsi
Kontrasepsi hormonal baik dalam bentuk pil, suntikan, dan implan dapat mengganggu siklus haid sehingga dapat menjadi penyebab menstruasi tidak teratur. Misalnya, timbul flek di antara dua periode haid.

Sedangkan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau yang kerap disebut spiral tidak mengganggu siklus haid. Tapi perdarahan bisa menjadi lebih banyak atau menimbulkan nyeri saat haid.

Gaya Hidup
Faktor-faktor terkait gaya hidup seperti kekurangan atau kelebihan berat badan secara drastis, olahraga yang berlebihan, dan stres juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan menyebabkan haid tidak teratur. Begitu pun dengan wanita yang memiliki gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia.

 

5 dari 7 halaman

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah sebuah kondisi dimana terdapat kista di ovarium yang mengganggu proses ovulasi saat haid. Wanita dengan PCOS biasanya memiliki riwayat menstruasi tidak teratur. Selain menyebabkan kemandulan, PCOS dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Amenorrhea
Amenorrhea merupakan salah satu gangguan reproduksi pada wanita yang membuat haid tidak lancar. Gejalanya ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi pada suatu periode atau masa menstruasi. Amenorrhea terdiri dari dua jenis, yaitu primer dan sekunder.

Amenorea primer merupakan keadaan tidak terjadinya menstruasi pada wanita berusia 16 tahun. Amenorea primer terjadi pada 0.1– 2.5% wanita usia reproduksi. Sedangkan Amenorea sekunder.

Pada amenorea tipe ini, menstruasi tidak terjadi selama 3 siklus. Bahkan pada kasus oligomenorea (salah satu jenis amenorea sekunder), jumlah darah menstruasi hanya sedikit.

Penyakit Kronis
Penyakit kronis seperti diabetes juga bisa menjadi penyebab menstruasi tidak teratur. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu saja alasannya jelas, gula darah yang tidak stabil dapat memengaruhi perubahan hormon. Nah, kondisi inilah yang bisa membuat menstruasi tidak teratur.

Selengkapnya baca di sini.

6 dari 7 halaman

Haid Tak Teratur Pasca Sembuh Dari Covid? Ini Penjelasannya

Dream - Beberapa pasien Covid-19 wanita mengeluhkan mengalami masalah haid setelah sembuh. Ada yang siklusnya jadi teratur, keluhan PMS yang lebih berat dari biasanya atau lebih lemas saat haid.

Dokter spesialis penyakit dalam, RA Adaninggar, yang kerap membagi informasi seputar Covid-19 memberi penjelasan memang ada beberapa laporan kasus menunjukkan adanya gangguan haid pada penderita covid dan penyintas covid. Sebanyak 25 persen mengalami perubahan volume haid, 28 persen mengalami perubahan siklus haid (20 persen penurunan volume dan 19 % siklus haid memanjang).

" Sebagian penyintas covid juga mengalami gangguan haid/ siklus haid yang menetap selama beberapa waktu. Masalah yang muncul antara lain siklus yang tak teratur, bekuan darah haid yang tak biasa dan PMS yang memberat," tulis dr. Ning di akun Instagramnya mengutip sebuah penelitian.

Ia pun menjelaskan beberapa kemungkinan penyebab terjadinya masalah haid pada penyintas Covid-19. Antara lain, menurut penelitian, ditemukannya reseptor ACE-2 di organ genital wanita: vagina, uterus, endometrium, ovarium, cairan folikel, oocyte dan sel kumulus

 

7 dari 7 halaman

Hal tersebut berpotensi menjadi target infeksi SARS CoV2. Lalu juga pernah ditemukan RNA SARS CoV2 di cairan vagina wanita penderita Covid-19.

Ada juga faktor yang meningkatkan risiko terjadi gangguan haid pada penderita Covid-19. Yaitu umur, derajat berat penyakit Covid-19, adanya penyakit komorbid, adanya komplikasi organ dan penggunaan steroid. Bukti sementara menunjukkan gangguan haid pada wanita penderita covid hanya bersifat sementara dan tidak mengganggu kesuburan.

" Bila terjadi gangguan haid atau keluhan yang berkepanjangan berkonsultasilah ke dokter kandungan atau ahli endokrinologi," pesan dr. Ning.

 

Join Dream.co.id