TAVI, Terobosan Baru Operasi Jantung Minim Luka

Fresh | Jumat, 29 November 2019 18:45
TAVI, Terobosan Baru Operasi Jantung Minim Luka

Reporter : Cynthia Amanda Male

Dianjurkan untuk penderita berusia 70 tahun ke atas untuk meminimalisir pendarahan.

Dream - Berbagai terobosan telah dilakukan untuk memperoleh hidup sehat dan bebas dari penyakit mematikan. Oleh karena itu, tak heran jika Sahabat Dream semakin sering mendengar istilah atau metode asing, terutama di dunia kedokteran.

Seperti metode terbaru untuk memperbaiki fungsi katup jantung, yaitu Transcatheter Aortic Valve Replacement/Implantation (TAVI). Metode ini merupakan opsi tindakan invasif minimal pada stenosis katup aorta berat.

TAVI umumnya dianjurkan untuk penderita berusia 70 tahun ke atas untuk meminimalisir pendarahan. Metode ini diklaim hanya berdampak luka yang sangat minim.

 

2 dari 6 halaman

Akses Melalui Area Intim

“ Pertama-tama, pasien akan ditusuk di bagian selangkangan. Lalu, proses operasi invasif akan dilakukan selama kurang lebih 1-1,5 jam,” ungkap dr. Rosli Mohd Ali dalam, spesialis Kardiologi, dalam acara pengenalan metode TAVI oleh Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 28 November 2019.

Ilustrasi© Shutterstock

Tidak seperti operasi pada umumnya, metode ini dimulai dari sekitar area intim. TAVI sebenarnya juga bisa diakses di dekat jantung.

“ Diakses di selangkangan karena ukuran pembuluh darahnya lebih besar. Tapi, bisa juga dilakukan di sekitar area jantung,” kata Rosli.

 

3 dari 6 halaman

Penyembuhan Lebih Cepat

Seseorang yang melakukan TAVI sudah bisa beraktivitas setelah 3-5 hari. Sementara, metode operasi lainnya membutuhkan seminggu hingga sebulan untuk pemulihan serta penyembuhan luka.

Manfaat Puasa untuk Pasien Penyakit Jantung© MEN

“ Walaupun dilakukan tanpa dibius, tapi penyembuhannya sangat cepat. Dan dianjurkan untuk usia di atas 70 tahun. Kalau dilakukan di bawah usia tersebut, faktor risikonya harus lebih tinggi,” tutupnya.

4 dari 6 halaman

Menguak Jahatnya Minuman Energi Bagi Jantung

Dream - Bagi mereka yang sedang memiliki aktivitas padat dan mobilitas tinggi, minuman energi yang banyak dijual di pasaran kerap dijadikan andalan.

Tubuh pun terasa lebih terjaga dan pikiran lebih fokus setelah mengonsumsinya. Kebiasaan ini rupanya bisa berdampak buruk pada jantung.

Penyakit Jantung© Shutterstock

Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan tim dari University of Texas, Houston, Amerika Serikat.

Para ahli menegaskan bahwa mengonsumsi minuman berenergi hanya satu porsi tetap berisiko menyebabkan masalah jantung. Efeknya bahkan bisa muncul setelah 90 menit.

5 dari 6 halaman

Risiko Penyumbatan

Dikutip dari New York Post, konsumsi jenis minuman berenergi bisa membuat pembuluh darah menyempit. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyumbatan yang berujung pada serangan jantung serta strok.

Jangan Tunggu Stroke Menyerang, Lakukan 5 Hal Ini Sekarang!© MEN

" Dengan semakin populernya minuman energi, penting untuk mempelajari dampak dari minuman semacam ini pada mereka yang sering mengonsumsinya ketimbang menentukan, jika ada, pola konsumsi yang aman," kata Dr. John Higgins, pemimpin studi dari University of Texas, Houston, Amerika Serikat.

Higgins dan rekan-rekannya percaya, kombinasi dari minuman semacam itulah yang berbahaya bagi pembuluh darah.

Beberapa di antaranya seperti kafein, taurin, gula, serta bahan herbal lain yang bisa merusak lapisan arteri dan vena.

6 dari 6 halaman

Kadar Gula Sangat Tinggi

Standarnya, minuman berenergi mengandung 80 miligram kafein dalam setiap 100 mililiter. Angka ini setara dengan tiga kaleng minuman bersoda dan secangkir kopi instan. Namun, banyak yang mengandung kadar gula lebih tinggi.

Minuman Berenergi Dilarang di Saudi© MEN

Para peneliti menggunakan pengukuran ultrasonografi dalam studi ini. Mereka meliat hanya dalam satu setengah jam setelah mengonsumsinya, pembuluh darah manusia mengalami penyempitan.

Pembuluh darah konsumen yang sebelumnya berdiameter 5,1 persen dalam diameter, berkurang hingga 2,8 persen setelahnya.

Para peserta yang dipilih juga bukanlah perokok dan tidak memiliki masalah kesehatan kronis sebelumnya.

" Ini menunjukkan penurunan fungsi vaskular akut," kata para ilmuwan.

Studi lain mengaitkan bahwan konsumsi minuman berenergi bisa menyebakan masalah saraf dan perut.

Penelitian di Kanada tahun lalu ini menemukan bahwa efek samping yang timbul, khususnya pada anak-anak, sangatlah buruk. Seperti masalah jantung dan kejang.


(ism, Laporan Giovani Dio/ Sumber: Liputan6.com)

Join Dream.co.id