Jangan Lengah! Wabah Penyakit Ini Tak Kalah Bahaya dari Covid-19

Fresh | Senin, 6 Juli 2020 11:33
Jangan Lengah! Wabah Penyakit Ini Tak Kalah Bahaya dari Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Tahun ini kasusnya sudah tersebar di 34 provinsi di 465 kabupaten kota. Tercatat jumlah orang yang meninggal karena DBD tidak sedikit yakni hampir 500 orang.

Dream - Pandemi virus corona yang sedang dialami nyaris seluruh negara menjadi perhatian banyak orang. Namun bukan berarti kita lengah dengan jenis penyakit lain yang sebetulnya tak kalah berbahaya. Penyakit yang selalu hadir dan membuat puluhan ribu orang sakit tiap tahunnya yakni demam berdarah dengue (DBD).

" Kasus DBD di Indonesia dari minggu 1 hingga minggu 27 (akhir Juni) tahun 2020 jumlah kasusnya lebih dari 70 kasus," kata Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas dr Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers di Grha BNPB Jakarta pada Jumat 3 Juli 2020.

Kasus demam berdarah saat ini sudah tersebar di 34 provinsi dan 465 kabupaten kota. Tercatat jumlah orang yang meninggal karena DBD tidak sedikit yakni hampir 500 orang.

" Dan, jumlah kematian terus bertambah," kata Reisa.

2 dari 4 halaman

 Aedes Agepti© Shutterstock.com

Data juga mengungkapkan provinsi yang memiliki kasus DBD tinggi merupakan wilayah yang kasus Covid-19 tinggi. Diantaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.

" Fenomena ini memungkinkan orang yang terkena Covid-19 juga berisiko terinfeksi DBD," kata Reisa.

3 dari 4 halaman

Cegah Covid-19

Guna mencegah terkena COVID-19 dan DBD prinsipnya sama yakni menghindari infeksi. Jika pada COVID-19 upaya pencegahan dengan melakukan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat, sementara pada DBD yakni menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti.

“ Dia(nyamuk Aedes aegypti) senangnya gigitnya pada pagi hari. Antara pukul 10 sampai pukul 12 di masa anak-anak sedang sekolah, kadang-kadang kenanya di situ dan sebelum magrib pukul 16 hingga 17 sore,”kata dokter spesialis anak konsultan Mulya Rahma Karyanti beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu masyarakat harus mandiri membersihkan rumah dan lingkungan dari sarang nyamuk dengan ciri belang-belang hitam putih itu. Perhatikan saluran air, tempat nyamuk bertelur, dan tempat-tempat dengan reservoir.

Hindari juga menggantungkan pakaian di luar lemari. Nyamuk Aedes aegypti senang sekali beristirahat di antara pakaian yang digantung.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

4 dari 4 halaman

Usir Nyamuk Penyebab DBD dengan Sereh dan Lavender

Dream - Kasus demam berdarah dengue yang jumlahnya terus meningkat di berbagai daerah, membuat kita harus waspada. Upaya pencegahan biasa dilakukan dengan mengubur tempat-tempat genangan air yang diduga menjadi saran nyamuk Aedes Aegipty berkembang biak.

Pencegahan juga bisa dilakukan menggunakan dua bahan alami yaitu sereh dan lavender. Kedua jenis tanaman ini punya aroma alami yang kuat. Aroma alami lavender dan serai cukup disenangi manusia, sebaliknya sangat tidak disukai nyamuk

Saat mencium bau lavender dan serai di rumah, nyamuk pembawa virus DBD enggan masuk ke rumah dan tidak menggigit manusia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan lavender dan serai efektif mengusir nyamuk, tapi harus bersamaan dengan upaya penanganan DBD lain.

" Sebetulnya enggak ada masalah menggunakan tanaman lavender dan serai untuk mengusir nyamuk. Baik kedua tanaman itu, utuh atau sudah jadi senyawa (semprotan) tertentu, sama-sama bisa mencegah gigitan nyamuk. Tapi tetap harus dibarengi metode Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga," kata Nadia saat ditemui di Kementerian Kesehatan, beberapa waktu lalu.

Metode PSN bisa menggunakan larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk dan fogging (pengasapan) untuk memberantas nyamuk dewasa. Masyarakat juga bisa melakukan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) perlu dilakukan.

Menguras yakni membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampuangan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampungan air lemari es.

Menutup rapat-rapat sejumlah tempat penampuangan air, misal drum, kendi, toren air, dan lain-lain dapat mencegah nyamuk DBD berkembangbiak. Mengubur dan mendaur ulang barang bekas yang tak terpakai bisa dilakukan.

(Sah, Laporan Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com)

Join Dream.co.id