Apa Itu Penyakit IBD, Ini Cara Mengobatinya

Fresh | Kamis, 21 Januari 2021 06:42
Apa Itu Penyakit IBD, Ini Cara Mengobatinya

Reporter : Dwi Ratih

Sahabat Dream wajib tahu!

Dream – IBD atau Inflammatory Bowel Disease merupakan penyakit saluran cerna yang bersifat kronik. Kasus ini banyak ditemukan di Indonesia, banyak orang yang menderita penyakit ini tanpa disadari. 

Namun sayangnya, masih banyak yang menganggap penyakit ini sepele dan tidak segera ditangani. Padahal, penundaan penanganan terlalu lama bisa mengakibatkan komplikasi yang parah hingga resiko kematian.

" Pada IBD terdapat periode inflamasi (radang/kambuh) dan remisi (tanpa radang/netral) sehingga untuk mengenali dan menanganinya memerlukan waktu yang panjang,” tutur Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM-FKUI Rabbinu Rangga Pribadi pada Seminar Virtual mengenai IBD melalui Zoom, Rabu, 20 Januari 2021.

2 dari 6 halaman

Berikut penjelasan tahapan tentang IBD yang wajib Sahabat Dream tahu!

1. Mengenali gejala penyakit IBD (diagnosa)

Kasus-kasus yang muncul pada penyakit ini sering kali tidak langsung dikenal tim medis dan pasien sendiri, beberapa kasus awal mula hanya menunjukan gejala nyeri perut biasa atau tuberkolosis atau buang buang air atau tipes.

Setelah beberapa saat dilakukan pemeriksaan kemudian dilakukan pemeriksaan kembali, baru ketahuan bahwa ternyata adalah kasus IBD. Mengapa bisa demikian? karena saat penanganan awal tidak mengurangi gejala yang ada.

 Ilustrasi© Shutterstock

2. Pengobatan IBD

Pengobatan yang bisa dilakukan, pertama dengan membedakan apakah terjadi infeksi atau non-infeksi. Dari situ bisa mengetahui obat yang perlu dikonsumsi.

Beberapa obat yang digunakan adalah 5-ASA, Steroid, Immunomodulator, agen biologik, dan bila ke-4 obat tidak lagi berfungsi bisa mengkonsumsi dengan Infliximab, Vedolizumab, dan Adalimumab.

Apabila penyakit IBD sudah sangat parah harus dilakukan operasi sesegera mungkin pada saluran cerna yang sudah terinfeksi parah.

3 dari 6 halaman

3. Menjaga pola hidup

Untuk penanganan penyakit IBD selain obat harus mengatur dan menjaga pola hidup pasien. Yang perlu dilakukan pasien adalah dengan terus mengkontrol kepad adokter bersangkutan, menjaga pola makan yang sehat, serta dengan olahraga yang teratur.

Untuk menghindari terjadinya peradangan lagi atau yang lebih parah, hindari makanan-makanan cepat saji, seperti; burger, donat, beer, soda, hotdog, pizza dan sebagainya.

 Ilustrasi© Shutterstock

Dukungan dari perawat sekitar juga diperlukan, terutama dari orang terdekta seperti keluarga, keluarga harus tetap memberi semangat dan mengingatkan untuk meminum obat.

Penyakit yang bersifat dinamis ini akan berlangsung sangat lama, penyakit ini tidak akan hilang dan sembuh total.

Jadi harus terus dirawat dan dikontrol serta penanganan dilakukan dengan bekerjasama pasien sendiri dengan caregiver dan tim medis.

Laporan: Josephine Widya

4 dari 6 halaman

Apakah Masker Dua Lapis Lebih Menjamin Perlindungan?

Dream - Seperti yang kita tahu, saat ini masker berfungsi sebagai perlindungan terbaik terhadap penularan virus COVID-19 serta kuman menular lainnya.

Penelitian juga membuktikan bahwa penggunaan masker tidak hanya melindungi penyebaran kuman dari orang yang terinfeksi, tetapi juga melindungi orang yang sehat agar tidak tertular.

Untuk menambah tingkat 'perlindungan', beberapa orang ada yang mengenakan face shield dan masker secara bersamaan. Di negara-negara seperti Amerika Serikat, di mana kasus COVID-19 terus meningkat, tren menggunakan masker ganda menjadi populer.

Beberapa orang Indonesia yang menggunakan masker buatan sendiri juga banyak yang menggunakan sistem masker berlapis sebagai perlindungan terbaik.

Secara teori, dua dianggap lebih baik daripada satu, pemikiran ini mungkin membuat banyak orang berpikir bahwa lebih baik ketika menggunakan dua atau tiga lapisan masker sebagai perlindungan.

Namun, pertanyaan adalah apakah dengan menggunakan lebih dari satu masker dapat lebih efektif dalam melindungi virus baru COVID-19?

5 dari 6 halaman

1. Apakah menggunakan 2 masker wajib?

Dari perspektif medis, menggunakan lebih dari satu masker dapat menciptakan penghalang yang lebih baik bagi kuman dan virus yang akan masuk. Sehingga beberapa orang menganggap bahwa perlindungan ganda dapat mengurangi risiko penularan orang sakit kepada yang sehat.

Namun, menggunakan lebih dari satu masker dapat menyebabkan droplet berada di antara dua lapisan tersebut. Dengan mengenakan lebih dari satu masker juga berarti kamu harus rajin sering membersihkan dan menyanitasi masker.

2. Bukannya lebih banyak lapisan lebih bagus?

Pedoman kesehatan saat ini menganjurkan untuk memilih masker yang mengandung setidaknya 2-3 lapis kain yang dapat menutupi area wajah dengan baik. Walaupun terdapat beberapa jenis masker, saat ini tujuannya masih sama yaitu mencegah penularan COVID-19.

Seperti penggunaan masker kain yang biasa digunakan masyarakat yang memiliki 3 lapis pada bahannya, serta dapat dicuci dan dipakai kembali. Masker bedah yang juga sering digunakan masyarakat dan memiliki filtrasi lebih baik sehingga cocok digunakan bagi orang yang mengalami gejala ringan seperti flu dan batuk.

Serta penggunaan masker N95, yang memberi perlindungan bagi tenaga medis yang sehari-hari menangani pasien dengan risiko penyebaran tinggi untuk terpapar. Namun walaupun N95 dan masker bedah cukup efektif, ide untuk menggabungkan keduanya merupakan cara yang salah.

Karena faktanya dengan memakai banyak masker akan menambah kesengsaraan karena sulit bernafas. Semua masker yang efektif seperti masker bedah atau masker N95, telah dirancang sebaik mungkin untuk memastikan bahwa hidung dan mulut tertutup dengan baik.

Menambahkan lapisan, atau menggunakan masker tambahan akan membuat kamu sulit mendapatkan udara untuk bernapas.

6 dari 6 halaman

3. Lalu siapa yang perlu penggunaan masker ganda?

Selama kamu menggunakan masker berkualitas baik yang terdiri dari beberapa lapisan dan nyaman dipakai.

Kamu tidak perlu menggunakan masker tambahan. Walaupun begitu, dengan adanya antisipasi sebagai langkah pencegahan tidak selamanya salah, namun tetap mempertimbangkan bahwa langkah pencegahan yang kamu lakukan tidak menimbulkan masalah lain.

 Ilustrasi© Shutterstock.com

Namun, bagi orang yang berada di tempat dengan resiko tinggi penularan seperti petugas kesehatan, harus mempertimbangkan untuk menggunakan lebih banyak masker dibandingkan yang lainnya.

Kamu tidak perlu keluar rumah jika tidak penting. Dan saat harus keluar rumah seperti berbelanja bahan pokok, kamu harus menjaga jarak dan mengenakan masker setiap saat, saat itu kamu cukup menggunakan satu masker, namun tetap ingat untuk menggunakannya dengan baik dan benar.

Join Dream.co.id